<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080</id><updated>2012-02-16T05:01:13.732-08:00</updated><category term='DownLoad'/><category term='Info Kajian'/><category term='Ikhwan'/><category term='Walimah'/><category term='Dauroh Sehati'/><category term='Ramadhan'/><category term='Daarut Tauhiid'/><category term='HotNews'/><category term='Family'/><category term='Tausiyah'/><category term='Salam Ukhuwah'/><category term='Akhwat'/><title type='text'>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</title><subtitle type='html'>"Dengan berILMU untuk Menjemput Jodoh" ~ Menuju Pernikahan SMART (Sakinah Mawaddah waRahmah Tarbiyah)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://majelissehati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-5010677810806482909</id><published>2010-01-10T22:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T23:05:15.548-08:00</updated><title type='text'>BUKA AURAT, DIHARAMKAN WANGINYA SYURGA - KH. ZAINUDDIN MZ</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="445" height="364"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/g_2RiWrodY4&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/g_2RiWrodY4&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-5010677810806482909?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5010677810806482909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5010677810806482909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2010/01/buka-aurat-diharamkan-wanginya-syurga.html' title='BUKA AURAT, DIHARAMKAN WANGINYA SYURGA - KH. ZAINUDDIN MZ'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2407491175012325022</id><published>2009-11-06T04:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T04:25:10.975-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Sih Kamu Tidak Mau Punya Pacar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="mso-line-height-alt:12.0pt;vertical-align:baseline"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#666666;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Oleh    : Khoiruddin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-line-height-alt:12.0pt;vertical-align:baseline"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color:#666666;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pertanyaan inilah yg selalu dilontarkan oleh teman-teman wanita Fatimah. Mereka sungguh merasa heran dengan Fatimah, yg belum punya pacar padahal umur fatimah sudah lebih dari sweet seventeen. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Rata-rata hampir semua teman Fatimah sudah memiliki pacar, yang kata mereka pacaran itu indah bangat , serasa dunia milik berdua (waduhh..!). Diantara teman-teman Fatimah pun ada yang berjilbab (jilbab versi masa kini) dan sudah memiliki pacar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="border-style:initial;border-color:initial;font-weight:inherit; font-style:inherit"&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Meraka juga terheran-heran sama Fatiamah. Kenapa demikian karena Fatimah termasuk gadis yg paling cantik dan manis diantara mereka. Aura kecantikan Fatimah begitu memikat mereka , padahal fatimah masih menggunakan hijab (pakian longgar yg menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan). Pernah suatu saat teman-teman wanita Fatimah datang ke rumah Fatimah untuk mengerjakan tugas kelompok. Kebetulan waktu itu Fatimah sedang mau mengerjakan sholat Zuhur, karena semua teman-temanya Fatimah adalah wanita. Fatimah tidak merasa khawatir untuk membuka Hijabnya untuk keperluan wudu, sehingga nampaklah rambut indah fatimah serta leher fatimah. Saat itu teman-teman wanita Fatimah melihat Fatimah tidak memakai penetup kepala dan rambut serta leharnya kelihatan, mereka semua terpana bahkan salah seorang berteriak histeris : Wooww imah kamu cantik sekali ..!. Fatimah tersenyum mendengar teriakan keterpesonaan temannya itu. Salah satu temannya berkata: “Imah kamu tidak kalah sama pemain sinetron yang cantik itu, itu lo si Bella..?!”. Fatimah membalas : “ si Bella siapa ya..?”. Salah satu temannya heran: “Aduh Imah kamu tidak tahu si bella , semua orang juga tahu lagi, dia pemain sinetron yang lagi naik daun lo”. “Maaf Imah gak pernah nonton sinetron” balas fatimah. Salah seorang dari mereka bercanda sambil nyindir : “Makanya Imah jangan baca buku agama terus dong, bosan tau, sekali-kali nonton sinetron kek, ke pub kek, nongkrong malam mingguan kek sama kita-kita, kan biar gaul gitu, kan malu nanti gak dibilang gaul , masak si Bella aja kagak kenal”. Fatimah hanya tersenyum sedih dan dalam hatinya berkata : “ Ya Allah berilah petunjuk kepada teman-temanku ini”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Bukannya Fatimah tidak pernah memberikan nasehat kepada mereka bahkan sering . Namun mereka hanya tersenyum masam-masam aja seolah menganggap remeh nasehat dari Fatimah bahkan setelah diberi nasehat bukannya berterimakasih tetapi malah dibuat candaan . “ Iya bu ustadzah” kata seorang temannya saat itu (Astagafirulloh). Bahkan yang lebih gila lagi ada seorang temannya , yang menganjurkan Fatimah untuk membuka hijabnya dan menganjurkan berpakaian ketat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color:#666666;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Alasannya agar semua pria bisa melihat pesona kecantikan wajah Fatimah dan keseksian tubuh Fatimah. “ Eh Imah , kita-kita &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tau kamu cantik, full cantik, kalau boleh usul ni , itu jilbab dibuka saja. Berpakain kayak kita-kita gitu lo. Aku yakin para pria tampan dan ganteng akan datang ke Imah, untuk mendapatkan cinta Imah, kita-kita sebagai teman ikut bangga lo , barangkali aja kita-kita dapat keciprakan pria ganteng sisa-sisa dari Imah (sambil tertawa genit) ..” . Begitu kata salah seorang teman sekolah Fatimah. Tentu saja Fatimah yang tahu hukum bertabbaruj itu menolak dengan keras usulan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color:#666666;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dalam kesendiriannya Fatimah berdoa agar Allah menunjuki atau memberi hidayah teman-temannya. Fatimah pernah dengar dari seorang temannya yang berpendapat. “ Imah kamu &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; tahu aku ini pake jilbab juga, yah walau pun beda-beda dikit aja sama kamu, tapi aku pacaran juga, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tidak ada salahnya punya pacar asalkan kita bisa menjaga diri kita” . Begitu kata pendapat temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color:#666666;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Apakah dia tidak tahu bahwa islam sangat perhatian tentang menjaga hati. Islam tidak mengekang cinta seseorang karena itu sudah fitrah manusia berlainan jenis . Tetapi islam menganjurkan untuk mengikuti aturan yang ada. Aturan dari yang menciptakan cinta itu yaitu Allah. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Mungkin pendapat temannya Fatimah itu benar bahwa mereka tidak melakukan apa-apa dan bisa jaga diri. Ok-lah anggap saja mereka tidak melakukan hubungan badan seperti suami isteri. Tetapi berkali-kali Fatimah menjelaskan ke teman-temannya bahwa zina itu bukan hanya hubungan badan diluar nikah tapi ada beberapa zina selain itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Kemudian Fatimah teringat bunyi hadist: ““Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Fatimah pernah membaca kitab dari imam An Nawawi tentang penjelasan hadis diatas bahwasanya : Pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram. Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156157).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Sambil bergumam dalam hati Fatimah hampir dapat memastikan bahwa adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Salah seorang teman Fatimah berkata bahwa mereka berpacaran untuk proses pengenalan sebalum menuju ke pernikahan . Mereka berpendapat : “Bagaimana mungkin kita menikah tanpa pacaran terlebih dahulu tanpa mengenal masing-masing karekternya masing-masing. Gak mungkin dong ah” . Betul islam juga menganjurkan untuk mengenal pasangannya masing-masing tetapi bukan dengan cara berpacaran. Fatimah juga teringat akan hadis nabi berikut ini : : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan" (HR Ahmad).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Fatimah teringat akan kisah seorang sahabat yang datang kepada Rasul. Sahabat ini datang kepada Rasul untuk menyampaikan niatnya bahwa dia ingin menikah. Kemudian Rasululloh bertanya : “ Bagus , tapi apakah kamu sudah mengenali calon mu itu..?” . Kemudian si sahabat rasul ini menjawab : “ Belum ya Rasul..”. Selanjutnya rasul menyuruh dia agar terlebih dahulu mengenalinya. Artinya kita diwajibkan untuk mengenal pasangan kita terlebih dahulu (Ta’aruf) tapi bukan dengan pacaran melainkan dengan aturan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Kemudian Fatimah juga teringat akan hadis berikut : “Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” (H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338). Pada dasarnya kita mengenal wanita yang ingin kita nikahi itu bisa melalui mahromnya wanita tersebut. Jadi bukan berdua-duan. Jika misalnya kita ingin meneliti akhlak si wanita tersebut tanpa sepengetahuannya kita boleh mengutus seseorang untuk menelitinya. Misalnya dengan temannya si mahrom wanita tersebut. Atau bisa juga memanfaatkan teknologi yang lagi ngetrend sekarang. Tukar biodatanya masing-masing via email. Juga bisa juga lewat chatting tetapi perlu diingat juga chatting disini bukan tidak ada batasnya. Dilarang chatting bebas artinya harus dalam rambu-rambu yang dibenarkan. Tidak boleh ada kata-kata maksiat atau yang lagi ngetren sekarang dengan menggunakan kata cinta-cintaan, sayang-sayangan dan sejenis itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color:#666666;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Chatting disini dilakukan semata-mata untuk mengenal si wanita tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Saling tukar menukar informasi yang berguna ke proses penganalan tersebut dan tidak mengarah kepada maksiat juga tidak melalaikan serta mengotori hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Fatimah tidak mau menyalahkan sepenuhnya persepsi atau pandangan dari teman-temannya itu. Fatimah sadar bahwa yang mempengaruhi mereka adalah media-media ala barat , juga pergaulan ala barat yang banyak digemari sekarang ini. Fatimah menyadari bahwa acara-acara televisi sekarang mulai dari lagu-lagunya , filem-filemnya sampai sinetron-sinetronnya kebanyakan menyajikan cinta berlainan jenis. Dan cinta itu diwujudkan dengan pacaran dan mereka terjebak dalam lingkaran setan pergaulan seperti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Fatimah dalam sholatnya dan dalam kesendiriannya hanya bisa berdoa : “ Ya Allah berilah hidayah kepada teman-teman hamba agar bisa merasakan, menikmati indahnya hasil menjaga hati, indahnya menjaga bagian tubuh ini dari hal-hal yang Engkau larang. Tangan ini hanya untuk dijalanMU , Mata ini hanya untuk melihat yg tidak Engkau larang dan segala anggota tubuh ini adalah amanah dariMU, yang engkau perintahkan untuk digunakan dijalanMU. Ya Allah berilah kenikmatan dan keinginan yang luar biasa, bagi hambaMU ini dan teman-teman hambaMU untuk selalu berada dijalanMU dan berilah kebencian yang luar biasa bagi hambaMU ini dan teman-teman hamba dari hal-hal yang Engkau larang. Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan maha penyayang bagi hambaMU yang ikhlas memohon kepadaMU amin ya Allah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span style="color:#666666"&gt;Seraya meneteskan air mata begitulah doa singkat yang selalu di lafazkan oleh Fatimah dalam setiap sholatnya dan dalam kesendiriaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:7.5pt;margin-left:0in; line-height:12.0pt;vertical-align:baseline;border-style:initial;border-color: initial;font-weight:inherit;font-style:inherit"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#666666;"&gt;Sumber : Eramuslim.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2407491175012325022?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2407491175012325022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2407491175012325022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/11/kenapa-sih-kamu-tidak-mau-punya-pacar.html' title='Kenapa Sih Kamu Tidak Mau Punya Pacar'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-713885217011742891</id><published>2009-10-16T00:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T00:56:20.721-07:00</updated><title type='text'>Dauroh Sehati MKI</title><content type='html'>Majelis Keluarga Islami, akan menyelanggarakan Dauroh Sehati, Insya Allah pada Sabtu-Ahad, 21-22 November 2009, di Villa Bina Qalbu, Cilember, Puncak, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema "Hari Gini Masih Pacaran? Capek deh!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Dauroh Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang&lt;br /&gt;Karena tempat terbatas, hanya dibatasi hingga 100 orang.&lt;br /&gt;Biaya sudah termasuk transportasi, dan akomodasi serta makan 4 kali dan sekali coffee break.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara :&lt;br /&gt;- Kajian Ilmu&lt;br /&gt;- Tahajjud Berjamaah di udara yang cukup dingin&lt;br /&gt;- Games Sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran online mulai 5 September - 8 November 2009, kirim e-mail dengan subyek Daftar Dauroh ke &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3333FF;"&gt;keluarga.islami@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; . Pendaftaran datang langsung dan bayar tunai pada saat diselenggarakan Kajian Hadits setiap Rabu malam dan Kajian Aqidah setiap Kamis malam, mulai 4 Oktober - 8 November 2009 jam 17.00 - 20.30 WIB. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Informasi lebih lanjut hubungi langsung (tidak lewat SMS) ke 08158018156 / 08558406013 / 50212373 dengan Rico.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-713885217011742891?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/713885217011742891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/713885217011742891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/10/dauroh-sehati-mki.html' title='Dauroh Sehati MKI'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2593639635518411246</id><published>2009-10-14T01:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T01:20:30.451-07:00</updated><title type='text'>Kajian MKI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Assalamu'alaikum, wr.wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, Majelis Keluarga Islami, Insya Allah memulai kembali kajian-kajian sbb:&lt;br /&gt;Kajian Hadits&lt;br /&gt;Bersama Ustadz Miftahuddin&lt;br /&gt;Rabu, 7 Oktober 2009 (selanjutnya setiap Rabu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Aqidah&lt;br /&gt;Bersama Ustadz Ihsan Hakim&lt;br /&gt;Kamis, 8 Oktober 2009 (selanjutnya setiap Kamis)&lt;br /&gt;Diselenggarakan di mesjid Al-Bina Senayan, Jl. Pintu Satu Gelora Bung Karno&lt;br /&gt;jam 18.30 - 20.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapan (kecuali hanya infaq seikhlasnya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut, hubungi langsung (tidak SMS) ke&lt;br /&gt;Rico Atmaka - 08558406013 / 50212373 / 08158018156&lt;br /&gt;Koordinator MKI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 15px; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Wassalamualaikum. Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2593639635518411246?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2593639635518411246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2593639635518411246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/10/assalamualaikum-wr.html' title='Kajian MKI'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4879291753182696969</id><published>2009-10-13T01:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T01:25:30.404-07:00</updated><title type='text'>Bukan Sembarang Istri</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style=" color: rgb(102, 102, 102);  line-height: 16px; font-family:Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Sumber : eramuslim.com&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;oleh &lt;b&gt;Meti Herawati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Ketika kita sudah berikrar menjadi sepasang suami istri berarti kita pun siap hidup bersama dalam suka dan duka, mendampingi suami hingga akhir hayat. Komitmen seperti itu bukanlah hal sulit bagi sebagian perempuan, apa sih susahnya hidup bersama dengan orang yang dicintai. Tapi jangan salah ada sebagian perempuan yang menghadapi dilema untuk mewujudkan komitmennya yang satu ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Terutama bagi para perempuan yang punya karier di luar rumah, ketika suatu saat suaminya pindah tugas ke luar kota atau harus melanjutkan study ke luar negeri. Mereka dihadapkan pada pilihan berat ikut suami atau tetap tinggal dengan pekerjaannya. Melepas suami seorang diri jauh-jauh dari keluarga bukanlah kondisi yang menenangkan, dan sebaliknya melepas pekerjaan begitu saja, padahal sudah diraih dengan susah payah adalah hal yang sangat berat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Begitulah hidup penuh dengan pilihan. Setiap pilihan yang kita ambil menghadirkan konsekwensi yang harus kita hadapi. Hanya orang-orang bijak yang menentukan pilihan yang arif dan maslahat bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang disekitarnya. Dan saya bertemu dengan orang-orang bijak ini ketika merantau bersama suami ke negeri jiran. Saya banyak bertemu dengan para istri yang setia mendampingi suaminya belajar. Tidak sedikit diantara para istri ini yang rela meninggalkan pekerjaannya di tanah air.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Yang membuat saya kagum pekerjaanya bukanlah pekerjaan yang mudah diraih. Ada yang bekerja sebagai dokter umum di RS swasta yang cukup terkenal di Jakarta, ada juga yang bekerja sebagai sekretaris perusahaan besar, ada juga yang berprofesi sebagai dosen bahkan ada manager di perusahaan besar. Subhanallah, sungguh pengorbanan yang luar biasa dalam pandangan saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Saya yakin para istri ini memilih meninggalkan pekerjaan bukanlah hal yang mudah, apalagi disini mereka harus kehilangan penghasilan dan rutinitas yang sudah bertahun-tahun dijalani. Tapi mereka sudah menentukan pilihan yang suatu hari nanti akan menghasilkan buah yang tidak ternilai. Mungkin sekarang para istri ini kehilangan penghasilan dan status sebagai wanita karier, tapi kebersamaan dengan keluarga, suami dan anak-anak tidak bisa diukur oleh materi. Mereka sedang memberikan pupuk kehidupan yang sehat untuk buah hatinya, sebagai bekal untuk mengarungi samudra kehidupan.&lt;br /&gt;Pengorbanan para istri ini tidak berhenti sampai disitu, di medan perjuangan ini mereka dihadapkan pada kondisi yang sulit. Biaya hidup sangat tinggi sedangkan beasiswa yang diterima sangat kecil. Bahkan ada yang mengalami beasiswanya habis, Inalillahi. Dalam kondisi seperti inilah para istri tangguh ini tampil. Ada yang mengambil pekerjaan sebagai pengasuh anak, membantu pekerjaan rumah (alias pembantu sambilan), membuat kue untuk dijual di kantin-kantin, berjualan pakaian, penjaga kedai (walaupun harus siap ditangkap).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Pekerjaan kecil inilah yang menopang ekonomi keluarga hingga anak-anak bisa terus sekolah, dapur tetap ngebul dan suami bisa menyelesaikan studinya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa bukan, sehingga layak menyandang gelar “Bukan sembarang istri ”. Tidak semua perempuan mampu mengambil langkah seperti mereka, banyak para istri yang lebih memilih karier sendiri dibanding harus mendampingi suaminya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-size: 12px; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Sungguh beruntung suaminya bisa bersanding dengan istri seperti ini. Mau berkorban apa saja untuk kesuksesan suaminya, semoga suami senantiasa mengingat pengorbanan istrinya. Bahwa dalam kesuksesan yang diraihnya ada tetes peluh dan senandung do’a istrinya. Dan hanya Allah saja yang bisa membalas kebaikan para istri ini, Semoga Allah memudahkan urusan kita di dunia dan di akherat, Amin…..&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4879291753182696969?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4879291753182696969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4879291753182696969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/10/bukan-sembarang-istri_14.html' title='Bukan Sembarang Istri'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2962274691940536151</id><published>2009-09-17T03:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T03:36:00.887-07:00</updated><title type='text'>Panduan Shalat 'Iedul Fithri dan 'Iedul Adhha</title><content type='html'>Sumber: Arsip Artikel - Millist DT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata : Adalah Nabi saw. pada hari raya 'iedul fitri dan 'iedul adhha keluar ke mushalla (padang untuk shalat), maka pertama yang beliau kerjakan adalah shalat, kemudian setelah selesai beliau berdiri menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shof mereka, lalu beliau memberi nasihat dan wasiat (khutbah) apabila beliau hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah beliau putuskan,beliau perintahkan setelah selesai beliu pergi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;2. Telah berkata Jaabir ra: Saya menyaksikan shalat 'ied bersama Nabi saw. beliau memulai shalat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingakan mereka, setelah selesai beliau turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya beliau memperingatkan mereka. (H.R : Muslim)&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Umar mendapati pakaian tebal dari sutera yang dijual, lalu beliau mengambilnya dan membawa kepada Rasulullah saw. lalu berkata : Yaa Rasulullah belilah pakaian ini dan berhiaslah dengannya untuk hari raya dan untuk menerima utusan. Maka beliaupun menjawab : Sesungguhnya pakaian ini adalah bagian orang-orang yang tidak punya bagian di akherat (yakni orang kafir). (H.R Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia berkata : Rasulullah saw. memerintahkan kami keluar pada 'iedul fitri dan 'iedul adhha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haidh, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haidh mengasingkan diri dari mushalla tempat shalat 'ied, mereka meyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata : Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (H.R : Jama'ah)&lt;br /&gt;5. Diriwayatkan dariAnas bin Malik ra. ia berkata : Adalah Nabi saw. Tidak berangkat menuju mushalla kecuali beliau memakan beberapa biji kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;6. Diriwayatkan dari Buraidah ra. ia berkata : Adalah Nabi saw keluar untuk shalat 'iedul fitri sehingga makan terlebih dahulu dan tidak makan pada shalat 'iedul adhha sehingga beliau kembali dari shalat 'ied. (H.R :Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;7. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Bahwasanya Nabi saw. Keluar untuk shalat 'iedul fitri dua raka'at, tidak shalat sunah sebelumnya dan tidak pula sesudahnya. (H.R : Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;8. Diriwayatkan dari Jaabir ra. ia berkata : Adalah Nabi saw apabila keluar untuk shalat 'ied ke mushalla, beliau menyelisihkan jalan yakni waktu berangkat melalui satu jalan dan waktu kembali melalui jalan yang lain (H.R : Bukhary)&lt;br /&gt;9. Diriwayatkan dari Yazid bin Khumair Arrahbiyyi ra. ia berkata : Sesungguhnya Abdullah bin Busri seorang sahabat nabi saw. Keluar bersama manusia untuk shalat 'iedul fitri atau 'iedul adhha, maka beliau mengingkari keterlambatan imam, lalu berkata: Sesungguhnya kami dahulu (pada zaman Nabi saw) pada jam-jam seperti ini sudah selesai mengerjakan shalat 'ied. Pada waktu ia berkata demikian adalah pada shalat dhuha. (H.R : Abu Daud dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;10. Diriwayatkan dari Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia berkata : Mereka berkata : Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami hilal syawal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah saw.bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah saw. memerintahkan semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan shalat 'ied pada hari esoknya. (H.R : Lima kecuali At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;11. Diriwayatkan dari Azzuhri, ia berkata : Adalah manusia (para sahabat) bertakbir pada hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju tempat shalat 'ied sampai mereka tiba di mushalla (tempat shalat 'ied) dan terus bertakbir sampai imam datang, apabila imam telah datang, mereka diam dan apabila imam ber takbir maka merekapun ikut bertakbir. (H.R: Ibnu Abi Syaibah)&lt;br /&gt;12. Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud ra. bertakbir pada hari-hari tasyriq dengan lafadz sbb (artinya) : Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada Illah melainkan Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan bagiNya segala puji. (H.R Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih) 13. Diriwayatkan dari Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. bertakbir pada shalat 'ied dua belas kali takbir. dalam raka'at pertama tujuh kali takbir dan pada raka'at yang kedua lima kali takbir dan tidak shalat sunnah sebelumnya dan juga sesudahnya. (H.R : Amad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;14. Diriwayatkan dari Samuroh, ia berkata : Adalah Nabi saw. Dalam shalat kedua hari raya beliau membaca : Sabihisma Rabbikal A'la dan hal ataka haditsul ghosiah. (H.R : Ahmad)&lt;br /&gt;15. Diriwayatkan dari Abu Waqid Allaitsi, ia berkata : Umar bin Khaththab telah menanyakan kepadaku tentang apa yang dibaca oleh Nabi saw. Waktu shalat 'ied . Aku menjawab : beliau membaca surat (Iqtarabatissa'ah) dan Qaaf walqur'anul majid. (H.R: Muslim)&lt;br /&gt;16. Diriwayatkan dari Zaid bin Arqom ra. ia berkata : Nabi saw. Mendirikan shalat 'ied, kemudian beliau memberikan ruhkshah / kemudahan dalam menunaikan shalat jum'at, kemudian beliau bersabda : Barang siapa yang mau shalat jum'ah, maka kerjakanlah. (H.R : Imam yang lima kecuali At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;17. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Nabi saw. Bersabda pada hari kamu ini, telah berkumpul dua hari raya (hari jum'ah dan hari raya), maka barang siapa yang suka shalat jum'ah, maka shalatnya diberi pahala sedang kami akan melaksanakan shalat jum'ah. (H.R : Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN :&lt;br /&gt;Hadits-hadits tersebut memberi pelajaran kepada kita tentang adab-adab shalat hari raya sbb : - Pakaian. Pada saat mendirikan shalat kedua hari raya disunnahkan memakai pakaian yang paling bagus. (dalil : 3)&lt;br /&gt;- Makan. Sebelum berangkat shalat hari raya fitri disunnahkan makan terlebih dahulu, jika terdapat beberapa butir kurma , jika tidak ada maka makanan apa saja. Sebaliknya pada hari raya 'iedul adhha, disunnahkan tidak makan terlebih dahulu sampai selesai shalat 'iedul adhha. (dalil: 5 dan 6)&lt;br /&gt;- Mendengungkan takbira. Pada hari raya 'iedul fitri, takbir didengungkan sejak keluar dari rumah menuju ke tempat shalat dan sesampainya di tempat shalat terus dilanjutkan takbir didengungkan sampai shalat dimulai. (dalil : 11)&lt;br /&gt;b. Pada hari raya 'iedul adhha, takbir boleh didengungkan sejak Shubuh hari Arafah (9 Dzul Hijjah) hingga akhir hari tasyriq (13 Dzul Hijjah). (dalil : 12)&lt;br /&gt;- Jalan yang dilalui. Disunnahkan membedakan jalan yang dilalui waktu berangkat shalat hari raya dengan jalan yang dilalui di waktu pulang dari shalat 'ied (yakni waktu berangkat melalui satu jalan, sedang waktu pulang melalui jalan yang lain). (dalil : 8)&lt;br /&gt;- Bila terlambat mengetahui tibanya hari rayaApabila datangnya berita tibanya hari raya sudah tengah hari atau petang hari, maka hari itu diwajibkan berbuka sedang pelaksanaan shalat hari raya dilakukan pada hari esoknya. dalil : 10)&lt;br /&gt;- Yang menghadiri shalat 'ied. Shalat 'ied disunnahkan untuk dihadiri oleh orang dewasa baik laki-laki maupun wanita, baik wanita yang suci dari haidh maupun wanita yang sedang haidh dan juga kanak-kanak baik laki-laki maupun wanita. Wanita yang sedang haidh tidak ikut shalat, tetapi hadir untuk mendengarkan khutbah 'ied. (dalil: 4)&lt;br /&gt;- Tempat shalat 'ied. Shalat 'ied lebih afdhal (utama) diadakan di mushalla yaitu suatu padang yang di sediakan untuk shalat 'ied, kecuali ada uzur hujan maka shalat diadakan di masjid. Mengadakan shalat 'ied di masjid padahal tidak ada hujan sementara lapangan (padang) tersedia, maka ini kurang afdhal karena menyelisihi amalan Rasulullah saw. yang selalu mengadakan shalat 'ied di mushalla (padang tempat shalat), kecuali sekali dua kali beliau mengadakan di masjid karena hujan. (dalil: 1 dan 8)&lt;br /&gt;- Cara shalat 'ieda. Shalat 'ied dua raka'at, tanpa adzan dan iqamah dan tanpa shalat sunnah sebelumnya dan sesudahnya. (dalil : 1,2 dan 7)&lt;br /&gt;b. Pada raka'at pertama setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah, ditambah 7 kali takbir. Sedang pada raka'at yang kedua sebelum membaca Al-Fatihah dengan takbir lima kali. (dalil 13)&lt;br /&gt;c. Setelah membaca Fatihah pada raka'at pertama di sunnahkan membaca surat (sabihisma Rabbikal a'la / surat ke 87) atau surat iqtarabatissa'ah / surat ke 54). Dan setelah membaca alFatihah pada raka'at yang kedua disunnahkan membaca surat (Hal Ataka Haditsul Ghaasyiyah / surat ke 88) atau membaca surat (Qaaf walqur'anul majid / surat ke 50).(dalil : 15)&lt;br /&gt;d. Setelah selesai shalat , imam berdiri menghadap makmum dan berkhutbah memberi nasihat-nasihat dan wasiat-wasiat, atau perintah-perintah penting.&lt;br /&gt;e. Khutbah hari raya ini boleh diadakan khusus untuk laki-laki kemudian khusus untuk wanita.&lt;br /&gt;f. Khutbah hari raya ini tidak diselingi duduk .(dalil : 1 dan 2)&lt;br /&gt;- Waktu shalat. Shalat 'ied diadakan setelah matahari naik, tetapi sebelum masuk waktu shalat dhuha (dalil : 9). Hari raya jatuh pada hari jum'ah Bila hari raya jatuh pada hari jum'ah, maka shalat jum'ah menjadi sunnah, boleh diadakan dan boleh tidak, tetapi untuk pemuka umat atau imam masjid jami' sebaiknya tetap mengadakan shalat jum'at. (dalil: 16 dan 17)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2962274691940536151?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2962274691940536151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2962274691940536151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/09/panduan-shalat-iedul-fithri-dan-iedul.html' title='Panduan Shalat &apos;Iedul Fithri dan &apos;Iedul Adhha'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-5326795524090214216</id><published>2009-09-17T03:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T03:32:34.897-07:00</updated><title type='text'>Panduan Mengeluarkan Zakat Fitrah</title><content type='html'>Sumber: Arsip Artikel - Millist DT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diriwayatkan dari Ibnu Umar t.ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadhan satu sha' dari kurma, atau satu sha' dari sya'iir. atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;2. Diriwayatkan dari Umar bin Nafi' dari ayahnya dari Ibnu Umar ia berkata ; Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah satu sha' dari kurma atau satu sha' dari sya'iir atas seorang hamba, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar di tunaikan / dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk shalat 'ied. (H. R : Al-Bukhary, Abu Daud dan Nasa'i)&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah shalat 'ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). (H.R : Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni)&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan dari Hisyam bin urwah dari ayahnya dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda : Tangan di atas (memberi dan menolong) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta-minta), mulailah orang yang menjadi tanggunganmu (keluarga dll) dan sebaik-baik shadaqah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan (yang di perlukan oleh keluarga) (H.R : Al-Bukhary dan Ahmad)&lt;br /&gt;5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Rasulullah sw. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithrah unutk anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (tanggunganmu). (H.R : Daaruquthni, hadits hasan)&lt;br /&gt;6. Artinya : Diriwayatkan dari Nafi' t. berkata : Adalah Ibnu Umar menyerahkan (zakat fithrah) kepada mereka yang menerimanya (panitia penerima zakat fithrah / amil) dan mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum 'iedil fitri. (H.R.Al-Bukhary)7. Diriwayatkan dari Nafi' : Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fithrah kepada petugas yang kepadanya zakat fithrah di kumpulkan (amil) dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri. (H.R: Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa :&lt;br /&gt;1 Wajib bagi tiap kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat fithrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. (dalil : 1,2 dan 5)&lt;br /&gt;2. Yang wajib mengeluarkan zakat fithrah adalah yang mempunyai kelebihan dari keperluan untuk dirinya dan keluarganya. (dalil : 4)&lt;br /&gt;3. Sasaran zakat fithrah adalah dibagikan kepada kaum miskin dari kalangan kaum muslimin. (dalil : 3)&lt;br /&gt;4. Zakat fithrah dikeluarkan dari makanan pokok (di negeri kita adalah beras) sebanyak lebih kurang 3,1 liter untuk seorang. (dalil : 1 dan 2)&lt;br /&gt;5. Cara menyerahkan zakat fithrah adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Bila diserahkan langsung kepada yang berhak (fakir miskin muslim) waktu penyerahannya adalah sebelum shalat 'ied yakni malam hari raya atau setelah shalat Shubuh sebelum shalat 'iedul fitri. (dalil : 2 dan 3)&lt;br /&gt;b. Bila diserahkan kepada amil zakat fithrah (orang yang bertugas mengumpulkan zakat fithrah), boleh diserahkan tiga,dua atau satu hari sebelum hari raya 'iedul fitri. (dalil : 6 dan 7)&lt;br /&gt;6. Zakat fithrah disyari'atkan untuk membersihkan pelaksanaan shaum Ramadhan dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji di waktu shaum. (dalil : 3) Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS At-Taubah: 60)&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita bisa merinci bahwa mustahiq zakat itu ada 8 kelompok (asnaf). Mereka adalah :&lt;br /&gt;1. Orang-orang fakir&lt;br /&gt;2. Orang-orang miskin&lt;br /&gt;3. Pengurus-pengurus zakat&lt;br /&gt;4. Para mu'allaf (orang yang dibujuk hatinya masuk Islam)&lt;br /&gt;5. Untuk budak6. Orang-orang yang berhutang&lt;br /&gt;7. Untuk jalan Allah&lt;br /&gt;8. Mereka yang sedang dalam perjalanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-5326795524090214216?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5326795524090214216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5326795524090214216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/09/panduan-mengeluarkan-zakat-fitrah.html' title='Panduan Mengeluarkan Zakat Fitrah'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1931344765659589273</id><published>2009-09-10T23:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T04:47:52.629-07:00</updated><title type='text'>Panduan I'tikaf Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sqn2WXfXE0I/AAAAAAAAAYw/EVbIjSxwRFs/s1600-h/itikaf.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380102093993874242" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 207px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sqn2WXfXE0I/AAAAAAAAAYw/EVbIjSxwRFs/s320/itikaf.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Diantara rangkaian ibadah-ibadah dalam bulan suci Ramadhan yang dangat dipelihara sekaligus diperintahkan (dianjurkan ) oleh Rasulullah SAW adalah i'tikaf. setiap muslim dianjurkan (disunnatkan) untuk beri'tikaf di masjid, terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. I'tikaf merupakan sarana meditasi dan kontemplasi yang sangat efektif bagi muslim dalam memelihara keislamannya khususnya dalam era globalisasi, materialisasi dan informasi kontemporer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Definisi I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Para ulama mendefinisikan i'tikaf yaitu berdiam atau tinggal di masjid dengan adab-adab tertentu, pada masa tertentu dengan niat ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT . Ibnu Hazm berkata: I'tikaf adalah berdiam di masjid dengan niat taqorrub kepada Allah SWT pada waktu tertentu pada siang atau malam hari. ( al Muhalla V/179)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Hukum I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Para ulama telah berijma' bahwa i'tikaf khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnatkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. A'isyah, Ibnu Umar dan Anas ra meriwayatkan: "Adalah Rasulullah SAW beri'tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan " HR. Bukhori &amp;amp; Muslim) Hal ini dilakukan oleh beliau hingga wafat, kecuali pada tahun wafatnya beliau beri'tikaf selama 20 hari. Demikian halnya para shahabat dan istri beliau senantiasa melaksanakan ibadah yang amat agung ini. Imam Ahmad berkata: " Sepengetahuan saya tak seorang pun ulama mengatakan i'tikaf bukan sunnat".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Fadhilah ( keutamaan ) I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Abu Daud pernah bertanya kepada Imam Ahmad: Tahukan anda hadits yang menunjukkan keutamaan I'tikaf? Ahmad menjawab : tidak kecuali hadits lemah. Namun demikian tidaklah mengurangi nilai ibadah I'tikaf itu sendiri sebagai taqorrub kepada Allah SWT. Dan cukuplah keuatamaanya bahwa Rasulullah SAW, para shahabat, para istri Rasulullah SAW dan para ulama' salafus sholeh senantiasa melakukan ibadah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Macam-macam I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;I'tikaf yang disyariatkan ada dua macam; satu sunnah, dan dua wajib. I'tikaf sunnah yaitu yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk bertaqorrub kepada Allah SWT seperti i'tikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dan I'tikaf yang wajib yaitu yang didahului dengan nadzar (janji), seperti : "Kalau Allah SWT menyembuhkan sakitku ini, maka aku akan beri'tikaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Waktu I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Untuk i'tikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang dinadzarkan , sedangkan i'tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu. Kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya bisa lama dan juga bisa singkat. Ya'la bin Umayyah berkata: " Sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk i'tikaf".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Syarat-syarat I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Orang yang i'tikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1. Muslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2. Berakal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;3. Suci dari janabah ( junub), haidh dan nifas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Oleh karena itu i'tikaf tidak diperbolehkan bagi orang kafir, anak yang belum mumaiyiz (mampu membedakan), orang junub, wanita haidh dan nifas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Rukun-rukun I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1. Niat (QS. Al Bayyinah : 5), (HR: Bukhori &amp;amp; Muslim tentang niat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2. Berdiam di masjid (QS. Al Baqoroh : 187)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Disini ada dua pendapat ulama tentang masjid tempat i'tikaf . Sebagian ulama membolehkan i'tikaf disetiap masjid yang dipakai shalat berjama'ah lima waktu. Hal itu dalam rangka menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga pelaksanaan shalat jama'ah setiap waktu. Ulama lain mensyaratkan agar i'tikaf itu dilaksanakan di masjid yang dipakai buat shalat jum'at, sehingga orang yang i'tikaf tidak perlu meninggalkan tempat i'tikafnya menuju masjid lain untuk shalat jum'at. Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi'iyah bahwa yang afdhol yaitu i'tikaf di masjid jami', karena Rasulullah SAW i'tikaf di masjid jami'. Lebih afdhol di tiga masjid; masjid al-Haram, masjij Nabawi, dan masjid Aqsho.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Awal dan akhir I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Khusus i'tikaf Ramadhan waktunya dimulai sebelum terbenam matahari malam ke 21. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa yang ingin i'tikaf dengan ku, hendaklah ia beri'tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan (HR. Bukhori). 10 (sepuluh) disini adalah jumlah malam, sedangkan malam pertama dari sepuluh itu adalah malam ke 21 atau 20. Adapun waktu keluarnya atau berakhirnya, kalau i'tikaf dilakukan 10 malam terakhir, yaitu setelah terbenam matahari, hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi beberapa kalangan ulama mengatakan yang lebih mustahab (disenangi) adalah menuggu sampai shalat ied.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Hal-hal yang disunnahkan waktu i'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Disunnahkan agar orang yang i'tikaf memperbanyak ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT , seperti shalat, membaca al-Qur'an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, do'a dan sebagainya. Termasuk juga didalamnya pengajian, ceramah, ta'lim, diskusi ilmiah, tela'ah buku tafsir, hadits, siroh dan sebagainya. Namun demikian yang menjadi prioritas utama adalah ibadah-ibadah mahdhah. Bahkan sebagian ulama meninggalkan segala aktifitas ilmiah lainnya dan berkonsentrasi penuh pada ibadah-ibadah mahdhah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Hal-hal yang diperbolehkan bagi mu'takif (orang yang beri'tikaf)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1. Keluar dari tempat i'tikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Shofiyah ra. (HR. Riwayat Bukhori Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;3. Keluar dari tempat keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkannya), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluanya .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;4. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Hal-hal yang membatalkan I'tikaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar, karena meninggalkan salah satu rukun i'tikaf yaitu berdiam di masjid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2. Murtad ( keluar dari agama Islam )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;3. Hilangnya akal, karena gila atau mabuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;4. Haidh &amp;amp; Nifas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;5. Berjima' (bersetubuh dengan istri) (QS. 2: 187). Akan tetapi memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri- istrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;6. Pergi shalat jum'at ( bagi mereka yang membolehkan i'tikaf di mushalla yang tidak dipakai shalat jum'at)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Wallahu'alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sumber : The Indonesian Muslim Student Association of North America&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1931344765659589273?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1931344765659589273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1931344765659589273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/09/panduan-itikaf-ramadhan.html' title='Panduan I&apos;tikaf Ramadhan'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sqn2WXfXE0I/AAAAAAAAAYw/EVbIjSxwRFs/s72-c/itikaf.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8740555732530564336</id><published>2009-08-31T21:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T03:19:17.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><title type='text'>Tabligh Akbar KH.Abdullah Gymnastiar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SpNr254fgAI/AAAAAAAAAYg/cdW-HENrMv4/s1600-h/logo_tvone.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373757371378008066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 41px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SpNr254fgAI/AAAAAAAAAYg/cdW-HENrMv4/s200/logo_tvone.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Saksikan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tabligh Akbar KH. ABDULLAH GYMNASTIAR live di TVOne&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari :  Rabu&lt;br /&gt;Tanggal : 02 September 2009&lt;br /&gt;Waktu : 16.00 s/d 17.30 wib&lt;br /&gt;Tempat :  Masjid Al-Mukmin&lt;br /&gt;Jl. Bangun Cipta Raya Kelurahan Pegangsaan Pulo Gadung, Jakarta Timur ( Masuk dari Vespa )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8740555732530564336?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8740555732530564336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8740555732530564336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/08/tabligh-akbar-khabdullah-gymnastiar.html' title='Tabligh Akbar KH.Abdullah Gymnastiar'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SpNr254fgAI/AAAAAAAAAYg/cdW-HENrMv4/s72-c/logo_tvone.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2096044643326569783</id><published>2009-08-31T04:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T04:51:43.864-07:00</updated><title type='text'>Agenda Kegiatan Ramadhan DT Bandung</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sp0H8AXYjGI/AAAAAAAAAYo/Y9s6CsZvcHs/s1600-h/Masjid_DT-Bandung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376462257621863522" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sp0H8AXYjGI/AAAAAAAAAYo/Y9s6CsZvcHs/s320/Masjid_DT-Bandung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : Humas DT Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1430 H&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan Center Daarut Tauhiid Mengadakan beberapa Kegiatan, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Program The Miracle of Ramadhan Keg. Pelatihan MQ Dewasa pelaksanaan Tgl. 5-6 Septembe 2009 Sanlat MQ Ramadhan Anak dan Remaja pelaksanaan Tgl.14-16 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bimbingan Muslimah Ramadhan Bimbingan yang memberikan Motivasi dan pemahaman mengenai Tauhiid yang bersih kepada Muslimah, Kegiatan ini dilaksanakan Tgl. 03-09 September 2009(menginap di asrama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ngabuburit Produktif bersama Muslimah Center Mengisi waktu di bulan Ramadhan ini dengan menambah skill dalam bidang keterampilan tangan. Belajar Keterampilan Dasar( Sulam Benang, Sulam Pita, Payet, Smock, dan Boneka felt) Pelaksanaan setiap Jumat dan Sabtu Tgl. 28,29 Agustus dan 4,5,11,12 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Smart Muslimah Memberikan pemahaman Ilmu dan wawasan Penciptaan kepada Perempuan Pelaksanaan setiap Sabtu Tgl. 29 Agustus; 5,12 September 2009 Pukul 09.00-13.00 Bertempat di Mesjid Daarut Tauhiid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sanlat Ceria (khusus anak TK) - Seminar Seputar Ramadhan Pelaksanaan setiap Ahad tgl. 30 Agustus, 06,13 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kuliah B`ada Dhuhur Setiap hari selama bulan Ramadhan DKM masjid Daarut Tauhiid mengadakan Kajian dengan materi seputar Spiritual Enlightmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kajian Jelang Magrib Setiap hari selama bulan Ramadhan DKM masjid Daarut Tauhiid mengadakan Kajian Jelang Magrib dengan materi seputar Manajemen Qolbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tajil Barokah - Sahur Barokah Di 10 malam terakhir DKM Masjid Daarut Tauhiid, mengadakan Sahur berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pesantren I`tikaf DKM Mesji Daarut Tauhiid mengadakan Pesantren Itikaf dan Kajian Keislaman Pelaksanaan tgl. 10-19 September 2009 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berbuka Bersama anak yatim dan Duafa Pelaksanaan tgl. 01-09 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tebar paket Ramadhan untuk Duafa Marilah kita bersama-sama berbagi untuk kaum Duafa dengan memberikan paket Ramadhan Pelaksanaan tgl.01-09 September 2009 Marilah Belajar &amp;amp; Berbagi Bersama Daarut Tauhiid...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2096044643326569783?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2096044643326569783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2096044643326569783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/09/agenda-kegiatan-ramadhan-dt-bandung.html' title='Agenda Kegiatan Ramadhan DT Bandung'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sp0H8AXYjGI/AAAAAAAAAYo/Y9s6CsZvcHs/s72-c/Masjid_DT-Bandung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2757041038954972656</id><published>2009-08-24T21:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:46:04.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Lebih Baik Imitasi, Atau Tidak Sama Sekali</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SpNq82yYgTI/AAAAAAAAAYY/BTL_EJ3xH7Y/s1600-h/imitation-jewellary.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373756374114664754" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 203px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SpNq82yYgTI/AAAAAAAAAYY/BTL_EJ3xH7Y/s320/imitation-jewellary.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh Nurudin,&lt;br /&gt;Sumber : eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Salim ( bukan nama sebenarnya ) tidak bisa mencegah, ketika sang istri perlahan melepaskan anting, satu-satunya perhiasan yang ia kenakan.&lt;br /&gt;“ Jual anting ini Pak, dan langsung belikan gas” sang istri menyerahkan anting seberat 1 gram itu kepada sang suami yang duduk terdiam dibangku kayu tak jauh dari kompor yang tak lagi menyala karena kehabisan gas.“ Apa harus dengan menjual antingmu Bu. Apa nda ada jalan lain, ngutang dulu ke warung Bu Yati kan mungkin bisa” Pak Salim mencoba memberikan jalan keluar.&lt;br /&gt;Bagaimanapun sebagai seorang suami, hatinya tak tega melihat sang istri yang sangat dicintainya harus merelakan satu-satunya perhiasan yang tersisa untuk menutup kebutuhan hidup, paling tidak sampai dua minggu kedepan, saat ia mendapatkan gaji dari pekerjaannya yang hanya sebagai seorang karyawan rendahan di sebuah perusahaan kecil.&lt;br /&gt;Masih terbayang jelas, ketika sebulan yang lalu gelang satu-satunya yang dikenakan sang anak, terpaksa dijual untuk membeli buku-buku sekolah. Juga bulan sebelumnya, kalung sang istri, satu-satunya mas kawin yang masih bisa dipertahankan, dengan sangat terpaksa dijual, karena orang yang mereka hutangi membutuhkan biaya persalinan anaknya yang keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Salim menarik nafas dalam-dalam. Ada rasa sesak memenuhi dadanya. Sudah dua tahun ini kehidupannya memang nyaris tak lepas dari kesulitan keuangan. Gali lobang tutup lubang adalah jurus terakhir yang selalu diandalkan demi kelangsungan hidup keluarganya, juga pendidikan anak satu-satunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.&lt;br /&gt;Namun Pak Salim adalah orang yang tegar. Hidup kekurangan sudah akrab ia jalani sejak ia memutuskan menikah muda, demi menyelamatkan cintanya agar tak terjerumus ke lembah dosa. Sepuluh tahun hidup sebagai pasangan muda, dengan sang istri yang tak lagi bekerja saat anak pertamanya berusia satu tahun, hidup pas-pasan selalu ia jalani dengan sabar dan senantiasa berusaha untuk bersyukur. Jangankan memiliki tabungan, untuk membuat anggaran belanja sang istri agar tidak minus saja rasanya tak pernah bisa, paling tidak untuk lima bulan terakhir. Gaji dari tempat dia bekerja hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga sampai diminggu kedua, selebihnya ia cukupi dengan hasil pinjaman dari saudara ataupun rekan kerja yang selalu iba dan percaya dengannya. Pak Salim memang dikenal oleh sahabat maupun kerabat sebagai orang yang jujur dan amanah, hanya saja cobaan hidupnya selalu berkutat di persoalan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Bu, aku masih pegang uang kas DKM, mungkin kita bisa dulu pakai sebagian. Bulan depan kalau aku sudah gajian langsung kita ganti. Nanti aku akan bilang ke haji Nurdin, Insya Allah beliau akan mengijinkan. Kita benar-benar terdesak “ Pak Salim mencoba memberikan solusi, meskipun hati kecilnya menolak keras apa yang diucapkan oleh mulutnya sendiri. Kesulitan hidup memang sering menggodanya untuk memakai uang kas DKM yang dipegangnya, namun sejauh ini selalu bisa dia singkirkan jauh-jauh. Kalaupun kali ini keinginan itu terucap dari bibirnya, hati kecilnya sama sekali tak menyetujuinya,dan berharap istrinya akan menolak.&lt;br /&gt;“ Jangan Pak, jangan sekali-kali menggunakan uang yang bukan hak kita. Daripada memakai uang kas musholla, sebenarnya ibu masih bisa ngutang dulu ke warung bu Yati. Tapi kebutuhan kita bukan hanya gas. Semua kebutuhan dapur kita habis, padahal puasa tinggal beberapa hari lagi. Kita tak mungkin selalu ngutang, apalagi yang sudah-sudah kebutuhan di bulan puasa meningkat “ sang istri langsung tak setuju dengan usulan Pak Salim.&lt;br /&gt;Pak Salim terdiam, dalam hatinya dia bersyukur karena sang istri menolak usul yang dia sendiri juga tak menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sudahlah Pak, segera bawa anting ini ke toko. Pulangnya langsung mampir beli gas, untuk kebutuhan lainnya biar nanti ibu yang belanja diwarung Bu Yati. Lupakan soal uang kas, bagaimanapun kita tak punya hak meskipun kita meminjamnya dan sanggup mengembalikannya bulan depan. Ibu sudah ikhlas menjual anting ini. Lebih baik ibu memakai anting imitasi atau tidak sama sekali, dari pada harus memaksakan diri memakai sesuatu yang bukan hak kita” sang istri kemudian memasukkan anting beserta surat kedalam plastik kecil, dan menyerahkan kepada Pak Salim yang masih terdiam ditempatnya.&lt;br /&gt;Dengan senyum yang tulus, sang istri memberikan isyarat agar Pak Salim segera berangkat, agar tempe goreng yang baru setengah matang itu bisa dijadikan lauk untuk makan siang mereka yang teramat sederhana. Tanpa bisa menolak, akhirnya Pak Salim pun menuruti sang istri. Betapapun sedih dan hancur hatinya, tapi dia bersyukur memiliki istri yang begitu setia dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangga bersamanya yang tak kunjung lepas dari belitan ekonomi. Dia bersyukur, karena kali ini sang istri kembali menyelamatkan dia dan keluarganya. Ia merasa diselamatkan dari menggunakan uang yang bukan menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuan sang istri, Pak Salimpun meneteskan air mata. Begitupun sang istri, tanpa sepengetahun Pak Salim, air matanya tak mampu dia tahan lagi. Bagaimanapun dia adalah seorang perempuan, sama seperti yang lain, ingin mempercantik diri dengan perhiasan. Tapi baginya, itu bukanlah hal yang harus ada, jauh lebih penting adalah kelangsungan hidup keluarga. Tak masalah kalaupun tanpa perhiasan, yang ia jaga adalah jangan sampai dia memakan sesuatu yang bukan menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Diambil dari kisah nyata seseorang yang dekat dengan saya ).&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:abisabila@ymail.com"&gt;abisabila@ymail.com&lt;/a&gt; &lt;a href="http://abisabila.blogspot.com/"&gt;http://abisabila.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2757041038954972656?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2757041038954972656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2757041038954972656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/08/lebih-baik-imitasi-atau-tidak-sama.html' title='Lebih Baik Imitasi, Atau Tidak Sama Sekali'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SpNq82yYgTI/AAAAAAAAAYY/BTL_EJ3xH7Y/s72-c/imitation-jewellary.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-145915959056660041</id><published>2009-08-21T12:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T00:45:21.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salam Ukhuwah'/><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan - Marhaban Ya Sahabat 1430 H</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RujBW6ARTgI/AAAAAAAAABU/_LomvqG05rA/s1600-h/ramadhan3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109546376523501058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RujBW6ARTgI/AAAAAAAAABU/_LomvqG05rA/s320/ramadhan3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;Bismillahirrahmanirr ahim&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Atas segala kekhilafan &amp;amp; dosa yang telah dilakukan,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;atas segala perbuatan yang tidak berkenan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;MARHABAN YAA RAMADHAN &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Marhaban Ya Sahabat&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Senang dan gembira bisa bersilahturahmi dgn sahabat semua&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Alhamdulillah, telah hadir media blog dakwah Majelis Sehati&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ini baru tahap awal masih banyak yang perlu di perbaiki dan di tingkatkan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Mohon saran, masukan, kritik membangun dan doa &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;agar Dakwah Majelis Sehati lebih baik lagi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1430H &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;SELAMAT DATANG PARA SAHABAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Ramadhan ini lebih baik dari Ramadhan kemarin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;Smoga dgn silahturahmi ini dapat mempererat ukhuwah kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;Smoga Alloh melimpahkan rahmat, barokah dan karuniaNya kpd para sahabat yg berkunjung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;Ya Alloh Ya Rabb, ka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;bulkanlah dan memudahkan sgala hajat para sahabat&lt;br /&gt;Allahumma Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#3366ff;"&gt;Jazakumullahi khoiron katsiron.&lt;br /&gt;Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-145915959056660041?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/145915959056660041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/145915959056660041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/09/marhaban-ya-ramadhan-marhaban-ya.html' title='Marhaban Ya Ramadhan - Marhaban Ya Sahabat 1430 H'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RujBW6ARTgI/AAAAAAAAABU/_LomvqG05rA/s72-c/ramadhan3.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-9011041519374525814</id><published>2009-08-17T23:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:46:20.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Belajar dari Keluarga Mutammimul 'Ula</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SopQqhlRTFI/AAAAAAAAAYQ/LKSk1Vnu3ic/s1600-h/Ust.Mutammimul+Ula.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371194197092158546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 241px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SopQqhlRTFI/AAAAAAAAAYQ/LKSk1Vnu3ic/s320/Ust.Mutammimul+Ula.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;(Sumber: edisi khusus Majalah Tarbawi “Mozaik Cinta”)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;11 Amanah Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB&lt;br /&gt;2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3&lt;br /&gt;3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6&lt;br /&gt;4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4&lt;br /&gt;5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6&lt;br /&gt;6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum&lt;br /&gt;7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya&lt;br /&gt;8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz&lt;br /&gt;9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz&lt;br /&gt;1O. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz&lt;br /&gt;11. Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kebaikan kebaikan itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat&lt;br /&gt;- Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2 / 3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah&lt;br /&gt;- Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu&lt;br /&gt;- Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. ayah idaman dalam Al Quran = lukman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya&lt;br /&gt;- Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu.&lt;br /&gt;* Imam Syafi I ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.&lt;br /&gt;* Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah&lt;br /&gt;* Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun&lt;br /&gt;- Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya&lt;br /&gt;1. perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll&lt;br /&gt;2. File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain&lt;br /&gt;3. Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah&lt;br /&gt;- Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran&lt;br /&gt;1. Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren&lt;br /&gt;2. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi&lt;br /&gt;3. Setiap hari diperdengarkan murottal&lt;br /&gt;4. Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati&lt;br /&gt;- Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga =&lt;br /&gt;Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.&lt;br /&gt;Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita&lt;br /&gt;- Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali&lt;br /&gt;7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja&lt;br /&gt;è masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi&lt;br /&gt;7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan&lt;br /&gt;è Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin&lt;br /&gt;7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat&lt;br /&gt;- Pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.&lt;br /&gt;- Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun&lt;br /&gt;- Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia&lt;br /&gt;- Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul&lt;br /&gt;- Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami&lt;br /&gt;- Bakda maghrib dan Bakda subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an.&lt;br /&gt;Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.&lt;br /&gt;- Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh&lt;br /&gt;- Di Komplek perumahan DpRRI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah&lt;br /&gt;- Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak&lt;br /&gt;- Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka&lt;br /&gt;- Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol&lt;br /&gt;- Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar&lt;br /&gt;- Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu&lt;br /&gt;- Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami&lt;br /&gt;- Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-9011041519374525814?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/9011041519374525814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/9011041519374525814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/08/belajar-dari-keluarga-mutammimul-ula.html' title='Belajar dari Keluarga Mutammimul &apos;Ula'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SopQqhlRTFI/AAAAAAAAAYQ/LKSk1Vnu3ic/s72-c/Ust.Mutammimul+Ula.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4251968939120873739</id><published>2009-07-26T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:44:27.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sm08ZVtcwtI/AAAAAAAAAYI/AIbGZ14zx9M/s1600-h/Leaflet+MQS2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363009137290298066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 282px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sm08ZVtcwtI/AAAAAAAAAYI/AIbGZ14zx9M/s400/Leaflet+MQS2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masihkah ada semangat diri dan bangsa ini untuk hidup lebih baik..? Bagaimana diri dan bangsa ini untuk merdeka dalam hidup ini..? Hidup ingin semangat dan merdeka tapi bagaimana caranya, sementara banyak problema hidup yang dihadapi..?&lt;br /&gt;Ada waktu yang sangat istimewa di bulan agustus untuk menjawab hal itu yakni dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Semangat dan Merdeka dengan Ramadhan”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430H sekaligus memperingati Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia, kami-Daarut Tauhiid Jakarta-mengundang dalam acara special yang terangkai melalui Majelis Manajemen Qolbu (MMQ) dan Malam Muhasabah Qolbun Salim (MQS), insyaAllah akan dilaksanakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;1. Lokasi Acara Masjid Baitul Ihsan – Bank Indonesia&lt;br /&gt;Tema : “Memerdekakan Diri dengan Ramadhan”&lt;br /&gt;Konsep acara :Ceramah/Kajian, Dialog, I’tikaf, Qiyamullail, Dzikir dan Doa (Muhasabah)&lt;br /&gt;Hari, Tanggal : Sabtu - Minggu, 01 s/d 02 Agustus 2009&lt;br /&gt;Waktu : 18.00 – 06.00 Wib&lt;br /&gt;Narasumber : Ust. Subkhi Al-Bughuri&lt;br /&gt;Ust. Muhsinin Fauzi, Lc, MM&lt;br /&gt;Ust. Martomo Malaing, SQ, S.Th.I. Al-Hafidz&lt;br /&gt;Ust. Edi Abu Marwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lokasi Acara Masjid Istiqlal&lt;br /&gt;Tema : “Semangat dan Merdeka dengan Ramadhan”&lt;br /&gt;Konsep acara : Ceramah (Tausyiah), Dzikir dan Doa (Muhasabah)&lt;br /&gt;Hari, Tanggal : Minggu, 09 Agustus 2009&lt;br /&gt;Waktu : 09.00 – 13.00 Wib&lt;br /&gt;Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)&lt;br /&gt;Ust. Yusuf Mansur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lokasi Acara Masjid Raya Pondok Indah&lt;br /&gt;Tema : “Semangat dalam Menggapai Insan Fitri ”&lt;br /&gt;Konsep acara : Ceramah (Tausyiah), Dzikir dan Doa (Muhasabah)&lt;br /&gt;Hari, Tanggal : Minggu, 11 Agustus 2009&lt;br /&gt;Waktu : 19.30 – 20.30 Wib&lt;br /&gt;Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lokasi Acara Masjid Raya Pondok Indah&lt;br /&gt;Tema : “Ramadhan di Rumah Kita”&lt;br /&gt;Konsep acara : Ceramah/Kajian, Dialog, I’tikaf, Qiyamullail, Dzikir dan Doa (Muhasabah) dan Bazar&lt;br /&gt;Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 15 s/d 16 Agustus 2009&lt;br /&gt;Waktu : 18.00 – 06.00 Wib&lt;br /&gt;Narasumber : Ust. DR. Hidayat Nur Wahid, MA.&lt;br /&gt;Ust. Muttaminul Ula&lt;br /&gt;Ust. Ikhsan Hakim&lt;br /&gt;Ust. Hasanuddin Sinaga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Info Center : 021-7235255 / Andi: 021-934 55 013/0813 200 23 123&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4251968939120873739?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4251968939120873739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4251968939120873739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/07/masihkah-ada-semangat-diri-dan-bangsa.html' title='”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sm08ZVtcwtI/AAAAAAAAAYI/AIbGZ14zx9M/s72-c/Leaflet+MQS2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8277630270598256776</id><published>2009-07-26T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:44:47.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Kajian Bersama Majelis Keluarga Islami dan Majelis Sehati DT Jakarta</title><content type='html'>Assalamu'alaikum,wr,wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, Majelis Keluarga Islama dan Majelis Sehati DT Jakarta kembali menyelenggarakan Kajian Bersama pada Ahad, 2 Agustus 2009, dengan acara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kajian Majelis Sehati&lt;br /&gt;Jam          : 09.30 - 12.00 WIB&lt;br /&gt;Tema       : Dengan Menikah Akupun Berjihad&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Ihsan Hakim.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kajian Bersama Majelis Keluarga Islami&lt;br /&gt;Jam           : 13.00 - 15.00 WIB&lt;br /&gt;Tema        : Dengan Berilmu Kita Sambut Ramadhan 1430 H&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Miftahuddin.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat   : Kediaman Bp. H. Nurhamid.&lt;br /&gt;                     Jl. Gardu 7 (Sebelah SMA Negeri 109), &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;                     Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini wajib dihadiri Anggota Majelis Sehati yang aktif terdaftar dan terbuka umum dan semua mantan anggota Majelis Sehati serta tidak dipungut biaya apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin hadir, wajib membawa Al-Qur'an dan terjemahan, serta alat tulis. Akhwat wajib berjilbab dan Ikhwan busana muslim, serta dilarang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut hubungi Rico Atmaka  08158018156 / 08558406013 / 021-50212373&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum,wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;br /&gt;Facebook : Rico Atmaka&lt;br /&gt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/ukhuwah_sehati/post?postID=a3B3aYX5XGkECWtb7VXd7MiHV3D-MYvcKvnfqnbptlqDKOOXC1ngo7o4oHOwe1hLk7GX-pg5gV40YLZpDFpA"&gt;rico_atmaka@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/ukhuwah_sehati/post?postID=zWNTN6ySXSS_Tg4aDnzSih_P85IZGjZ_fuyzx2opyqa5cEqqzQtlAOzKa4vS97luuj1h_PIl6fbZMndy5EDrEg"&gt;rico_atmaka@telkom.net.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8277630270598256776?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8277630270598256776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8277630270598256776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/07/kajian-bersama-majelis-keluarga-islami.html' title='Kajian Bersama Majelis Keluarga Islami dan Majelis Sehati DT Jakarta'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-5579324360818071758</id><published>2009-05-26T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:44:47.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Kajian Bersama Majelis Sehati</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Shy3aLunNdI/AAAAAAAAAXw/L9T-9tXeqig/s1600-h/ee_meeting.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340344918607345106" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Shy3aLunNdI/AAAAAAAAAXw/L9T-9tXeqig/s200/ee_meeting.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum, wr, wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, kita tahu, banyak majelis-majelis atau kelompok-kelompok dzikir yang muncul dan berkembang di Indonesia. Sepertinya, mereka memiliki kebebasan untuk mengekspresikan pujian kepada Sang Maha Pencipta. Tapi benarkah kita memang memiliki kebebasan berekspresi dalam memuji Allah? Bagaimana jika ternyata kebebasan tersebut melanggar adab-adab berdzikir atau tidak sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW? Lalu bagaimana jika ternyata kebebasan berekspresi memuji Allah yang kita jalani saat ini ternyata masuk kategori bid'ah? Mari sahabat-sahabat, kita berhati-hati dalam kebebasan berekspresi memuji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui ilmunya, Majelis Sehati mengundang sahabat-sahabat dalam Kajian Bersama pada :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu : Ahad, 7 Juni 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pukul : 09.00 – 11.00 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat : Mushollah Baiturahman, Jl. Bangka I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Tema : Benarkah Kita Bebas Mengekspresikan Pujian kepada Allah?&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Ihsan Hakim.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini wajib dihadiri Anggota Majelis Sehati yang aktif terdaftar.&lt;br /&gt;Terbuka bagi semua mantan anggota Majelis Sehati dan juga untuk umum, tanpa dipungut biaya.&lt;br /&gt;Bagi yang ingin hadir, wajib membawa Al-Qur'an dan terjemahan, serta alat tulis.&lt;br /&gt;Akhwat wajib berjilbab dan Ikhwan busana berkerah atau baju koko, serta dilarang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut hubungi Rico Atmaka – 08158018156 / 021-50212373&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum,wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;br /&gt;Facebook : Rico Atmaka&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.majelissehati.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:rico_atmaka@yahoo.com" target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:rico_atmaka@yahoo.com"&gt;rico_atmaka@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:rico_atmaka@telkom.net.id" target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:rico_atmaka@telkom.net.id"&gt;rico_atmaka@telkom.net.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-5579324360818071758?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5579324360818071758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5579324360818071758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/05/kajian-bersama-majelis-sehati.html' title='Kajian Bersama Majelis Sehati'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Shy3aLunNdI/AAAAAAAAAXw/L9T-9tXeqig/s72-c/ee_meeting.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1132802467512774047</id><published>2009-05-19T03:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:45:56.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Sebelum Kumengerti Ilmunya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Sebelum kumengerti ilmunya, aku selalu berharap menjemput jodoh yang sekufu, setara atau sebanding. Ternyata aku terjebak dalam pengertian sekufu yang salah sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk menjemput jodohku.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;Sebelum kumengerti ilmunya, sekufu soal latar belakang sosial, menurut aku paling tidak calon pendamping hidupku harus sama denganku.&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebelum kumengerti ilmunya, sekufu soal pendidikan, menurut aku berarti setingkat. Agar jika diajak bicara, calon istriku dapat mengimbangi apa yang kusampaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ternyata pengertianku soal sekufu salah besar. Karena aku lebih menitikberatkan kepada sekufu duniawi. Padahal yang lebih penting adalah sekufu akhirat. Artinya, sekufu dalam ketaatan kepada Allah semata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setelah kumengerti ilmunya, latar belakang sosial tidak menjadi masalah buatku ketika menjemput jodoh. Dulu, istriku sering naik turun gunung. Sedangkan aku, sering naik turun panggung. Istriku seorang pendekar silat, sedangkan aku seorang penari dan koreografer. Tapi justru dengan perbedaan ini, kami merasa unik dan bersyukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setelah kumengerti ilmunya, latar belakang pendidikan tidak menjadi masalah ketika berproses ta’aruf dengan wanita yang berbeda pendidikannya dengan diriku. Aku lulusan ilmu sosial sedangkan istriku lulusan ilmu pasti. Tapi dengan perbedaan latar belakang pendidikan, kami justru saling mengisi keilmuan masing-masing. Kami sangat bersyukur kepada Sang Maha Berilmu yang telah mengkaruniai kami ilmu yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi menurut sahabat-sahabat, sekufukah kami?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku dan istriku merasa sekufu, justru karena banyaknya perbedaan diantara kami. Kami berprinsip, kelebihan pasangan sebagai ladang ilmu, kekurangan pasangan sebagai ladang amal. Alhamdulillah, setelah menikah, kami menemukan makna sekufu yang sebenarnya, yaitu sekufu dalam agama. Ini yang terpenting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, Jum’at, 16 Maret 2007&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Rico Atmaka – 08158018156&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Daarut Tauhiid &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1132802467512774047?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1132802467512774047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1132802467512774047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/05/sebelum-kumengerti-ilmunya.html' title='Sebelum Kumengerti Ilmunya'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2275211759370507307</id><published>2009-05-08T02:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:46:42.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Istri Sakit, Suami Bagaimana?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SgP6GThVlCI/AAAAAAAAAXo/n2uKMOUcGqY/s1600-h/sick.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333381369963058210" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 176px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SgP6GThVlCI/AAAAAAAAAXo/n2uKMOUcGqY/s200/sick.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;oleh Halimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani bahtera rumahtangga merupakan amal sholeh yang dapat dilalui dengan aman bila disertai dengan cinta. Seorang iburumahtangga yang notabene adalah istri dari seorang suami, akan menggeluti kegiatan kesehariannya dengan penuh tanggungjawab. Memberikan pelayanan dan kesediaan untuk selalu ada di setiap waktu bagi penghuni rumah. Tidak ada kata yang lebih indah untuk mengungkapkan, selain rasa CINTA yang dalam terhadap orang-orang yang dikasihinya. Kadang waktu yang tersisa tak cukup untuk membuatnya menghela napas.&lt;br /&gt;Tapi itu tak menjadikan dirinya merasa sebuah pengorbanan. Cintanya murni, tak pernah terlintas sedetik pun tuk mengharapkan balasan. Semuanya dikerjakan dengan ikhlas. Cintanya tak jua luntur walau kadang penghuni rumah, seringkali memberikan sinyal tak suka akan bantuannya. Semuanya di terima dengan lapang dada. Begitu pula bila suaminya, yang hanya bisa memberikan kritikan tanpa mengurangi beban kerja rutinnya. Semuanya hanya bagai angin yang berhembus sejenak. Tak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri yang ikhlas ini akhirnya jatuh sakit. Semua pekerjaan kesehariannya menumpuk di setiap ruang. Tak ada sentuhan dari orang sekitarnya, hanya ada sedikit lirikan. “Ah… ibu sedang sakit, bagaimana dengan kami? Anak-anaknya kebingungan. Suaminya pun tak kalah sibuknya. Sibuk dengan rasa cemas, terhadap istrinya yang tergolek lemah. Memberikan semangat, agar tak usah bersedih- semuanya cobaan dari Allah S.W.T. Maka sang suami pun mengambil amanah sang sang istri dalam urusan domestic rumahtangga. Karena tak terbiasa dengan kondisi itu, maka dia pun merasakan beban yang sangat berat. Sebelum shalat subuh dia harus membangunkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;Biasanya, dialah yang dibangunkan. Ketika jam menunjukkan jam enam pagi, maka dia pun kerepotan untuk menyiapkan sarapan tuk diri dan penghuni rumah. Biasanya, dia tinggal menikmati. Bila tak sesuai selera, maka sebuah komentar yang kadang memanaskan telinga sang istri yang telah kepayahan. Menyiapkan anak-anak untuk segera mandi, berpakaian dan sarapan ternyata sang suami merasakan pekerjaan yang sangat berat. Selama ini dia tak pernah sedikitpun memberikan ulurannya tuk kegiatan ini. Ketika harus menjalaninya, maka barulah dia mengetahui bagaimana sibuknya sang istri tercinta saat subuh hingga keberangkatan mereka keluar dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang sakit tak jua kunjung sembuh. Batas kesabaran sang suami berada di titik puncak. “Kalau sakit jangan terlalu di manja. Jangan tidur melulu, sakitnya tambah payah!” Suami sudah tak mampu mengontrol emosi, padahal sang istri baru sakit dua minggu. Sementara pekerjaan rumah telah di jalani lebih dari lima tahun. Tentu saja perbandingan waktu yang tak seimbang. Tapi, suami sudah kepayahan.&lt;br /&gt;Suami yang biasa hanya berkomentar, tentu saja akan kerepotan. Dia tak siap untuk kejutan pahit ini. Istri yang super perkasa selama ini, ternyata punya batas kekuatan. Orang-orang yang dicintainya, akhirnya mengeluh dengan keadaannya. Istri yang sakitpun, tak bisa berdialog dengan mereka dengan hati yang berbunga. Karena orang disekitarnya memasang wajah penuh cemas dan rasa tak sabar, akan kesehatannya. Semuanya dirundung mendung, menantikan saatnya turun hujan kasih dari sang bunda. Ayahnya, ternyata tak setelaten ibunya dalam menanggapi semua kebutuhan dan kemanjaan mereka. Mereka pun akhirnya stress!&lt;br /&gt;Mau cari pembantu? Sang suami tak punya cukup uang. Sementara dia sudah di ujung tanduk. Pekerjaan yang dua mingguan ini dirasanya, telah membuatnya lebih tua dari usianya. Tak pernah terlihat lagi senyum maupun candaan pada anak-anaknya. Semuanya dalam koridor TEGANG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kejadian ini telah saya lihat di sekitarku. Saat tinggal di kota Samarinda, maupun saat ini di kota Sengata. Suami yang biasanya memandang remeh pekerjaan istrinya yang tinggal di rumah. Dan memaklumi diri untuk tidak turut terjun ke daerah domestik, karena merasa telah berjasa besar menafkahi keluarga yang di cintainya. Tak ada ucapan terimakasih, walau pun sang pujaan hati telah bersusah payah menyediakan semua kebutuhan hariannya. Semuanya dalam pemakluman :” Memang tugasnya!”.&lt;br /&gt;Sungguh kasihan mendapatkan suami dengan type begini, tak ada rasa sayang yang murni. Inginnya di mengerti, tapi tak mengerti keadaan pendampingnya. Dengan beberapa orang anak yang berbeda karakter, tentu saja dengan pelayanan beberapa karakter pula ditambah dirinya yang punya karakter yang lain. Tak pernah terlintas sejenakpun untuk membuat sebuah kejutan :”Hari ini, ibu tak usah repot di rumah. Kami semua akan mengerjakannya!”. Hari libur, merupakan hari yang harusnya dilewati dengan nyaman. Sang istri malah mendapatkan pekerjaan tambahan : Memasak makanan khusus, yang tentu saja membuat energi harus dilipat gandakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri yang telah sembuh, akan membuat rona bunga mekar di setiap sudut rumah. Membuat wajah-wajah yang mendung menjadi bersinar kembali. Anak-anakpun dapat merasakan kegembiraan yang telah hilang beberapa hari. Sang ayahpun tak kalah gembiranya, di kecupnya kening istri :”Jaga kondisi ya…” Suami pun memberikan sentuhan hangat, karena beban itu telah lepas dari pundakya. Hem!&lt;br /&gt;Istri yang sakit untuk beberapa hari, ternyata punya hikmah sendiri buat penghuni rumah. Anak-anak telah mengerti pengorbanan dan CINTA sang bunda padanya. Suami pun mengerti, betapa berat pekerjaan sang tercinta dalam mengelola urusan rutin rumah mereka. Semuanya dalam keadaan saling memahami satu sama lainnya. Sangat indah suasana itu. Menggoreskan rasa aroma bunga di hati.&lt;br /&gt;Rona yang indah hanya berjalan beberapa jeda waktu. Kegiatan sang istri berulang kembali seperti biasanya. Kebiasaan lama mewarnai kembali kegiatan hariannya Semuanya kelihatan wajar, hingga pada satu titik waktu – sang bunda harus pulang kehadirat Sang Ilahi. Bila itu terjadi : “Akankah orang disekitarnya serasa mendapat sambaran petir di siang hari bolong?”&lt;br /&gt;( Tapi ini hanya kejadian yang langka, bila dibandingkan dengan seorang suami yang mengerti dan turut terjun di daerah domestik rumah-tangganya. Semoga kita bukan merupakan bagian dari cerita ini. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah Taslima&lt;br /&gt;Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata&lt;br /&gt;halimahtaslima@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2275211759370507307?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2275211759370507307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2275211759370507307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/05/istri-sakit-suami-bagaimana.html' title='Istri Sakit, Suami Bagaimana?'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SgP6GThVlCI/AAAAAAAAAXo/n2uKMOUcGqY/s72-c/sick.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8169155299891848203</id><published>2009-05-06T03:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T02:26:13.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HotNews'/><title type='text'>Pendaftaran Majelis Sehati Angkatan 10</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Asssalamu’alaikum, wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Sahabat-sahabat, Majelis Sehati  Daarut Tauhiid Jakarta akan membuka kembali pendaftaran anggota baru Angkatan  10. Mohon diperhatikan tanggal dan waktu pendaftaran berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="a"&gt; &lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Rabu, 22 Juli 2009, jam 18.30 –  20.00 WIB &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Ahad, 26 Juli 2009, jam 10.00 –  14.00 WIB &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Rabu, 29 Juli 2009, jam 18.30 –  20.00 WIB (Hari Terakhir)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Tempat pendaftaran di Musholla  Baiturahman, Jl. Bangka I, dekat Gedung AKA atau seberang Bakso Ino, Kebayoran  Baru, Jakarta Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Sebelum memutuskan untuk  mendaftar, pastikan sahabat-sahabat sanggup menghadiri :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="1"&gt; &lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;ACARA PEMBUKAAN pada Ahad, 2  Agustus 2009 pukul 10.00 sampai selesai. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Kajian Wajib Utama Ahad Siang  Minggu I, dan IV pukul 12.00 – 15.00 WIB. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Kajian Manajemen Qalbu, Ahad  ke-II di Mesjid Istiqlal pukul 12.00 – 15.00 WIB. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Kajian Hadits setiap Rabu malam  pukul 18.00 – 21.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Seluruh kajian tanpa kecuali,  wajib dihadiri anggota Majelis Sehati. Bagi sahabat yang tidak sanggup hadir,  tidak perlu menjadi anggota, dan dipersilakan menjadi jamaah umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Syarat dan ketentuan menjadi  Anggota Majelis Sehati DT Jakarta Angkatan 10 :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="1"&gt; &lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Foto kopi KTP satu lembar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Foto Setengah Badan ukuran 3R /  4R / Postcard berwarna satu lembar di dalam ruangan (studio), dan bukan hasil  pemotretan dari handphone. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Pasfoto 4x6 berwarna satu  lembar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Ketentuan foto, akhwat (wanita)  wajib mengenakan jilbab dan ikhwan(pria) wajib mengenakan busana berkerah atau  baju koko, bukan T-Shirt. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Mengisi formulir keanggotaan  langsung di tempat pendaftaran dan tidak dapat diwakilkan.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Menyerahkan seluruh persyaratan  dengan lengkap, tidak kurang satupun. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Menyerahkan biaya investasi  sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) untuk biaya kajian selama enam  bulan (Agustus 2009 – Januari 2010). Biaya ini sudah termasuk pembuatan kaos  anggota Majelis Sehati dan nametag (kartu anggota).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Informasi lebih lanjut, silakan  hubungi langsung (tidak lewat SMS) 08158018156 / 02150212373 dengan Rico Atmaka  atau 021-93698493 dengan Riri Atmaka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Wassalamu’alaikum, wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Rico Atmaka – 08158018156 /  021-50212373&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Koordinator Majelis Sehati DT  Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;Facebook : Rico Atmaka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;e-mail : &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:rico_atmaka@yahoo.com" target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:rico_atmaka@yahoo.com"&gt;&lt;span style="TEXT-DECORATION: none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;rico_atmaka@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt; / &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:rico_atmaka@telkom.net.id" target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:rico_atmaka@telkom.net.id"&gt;&lt;span style="TEXT-DECORATION: none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman';"&gt;rico_atmaka@telkom.net.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8169155299891848203?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8169155299891848203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8169155299891848203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/05/pendaftaran-majelis-sehati-angkatan-10.html' title='Pendaftaran Majelis Sehati Angkatan 10'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-946720070223442377</id><published>2009-04-27T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:27:22.161-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Kajian Majelis Sehati</title><content type='html'>Assalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitahukan kepada seluruh anggota Majelis Sehati DT Jakarta baik Angkatan 9 maupun Anggota Daftar Ulang, wajib hadir pada kajian khusus pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ahad, 3 Mei 2009, jam 09.30 – 11.45 WIB&lt;br /&gt;Materi : Tanpa Sadar Kita Telah Menyakiti Rasulullah SAW&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Miftahuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus Angkatan 9, wajib melanjutkan kajian pada pukul 13.00 – 15.00 WIB&lt;br /&gt;Materi : Hak Dan Kewajiban Suami Istri&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Harrits&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I, dekat Gedung AKA Tendean, seberang Bakso INO, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat dan Ketentuan :&lt;br /&gt;Wajib membawa Al-Qur’an dan terjemahan serta alat tulis.&lt;br /&gt;Akhwat wajib berjilbab dan Ikhwan mengenakan busana berkerah atau baju koko.&lt;br /&gt;Jamaah umum dipersilakan hadir dan tidak dipungut biaya apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut silakan hubungi langsung (tidak lewat SMS) 08158018156 / 021-50212373 dengan Rico Atmaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;br /&gt;Facebook : Rico Atmaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-946720070223442377?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/946720070223442377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/946720070223442377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/04/kajian-majelis-sehati.html' title='Kajian Majelis Sehati'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1267485835166494848</id><published>2009-04-23T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T21:47:03.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Pasangan Ideal Menurut Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SfFhiM1YIHI/AAAAAAAAAXY/JwYycz8_kXo/s1600-h/pasangan.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328147074344558706" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SfFhiM1YIHI/AAAAAAAAAXY/JwYycz8_kXo/s320/pasangan.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. 2:216)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sahabatku, ketika kita meminta dipertemukan dengan jodoh yang ideal, perlu diingat, ideal menurut siapa. Ideal menurut kita atau menurut Allah? Tentu saja kita mengharapkan bertemu dengan pasangan hidup yang ideal menurut Allah. Nah, kalau demikian, cara-cara menjemput jodoh, juga harus sesuai dengan cara-cara Allah. Artinya, kita serahkan semua kepada Yang Maha Adil dan Penentu Takdir. Jika sudah pasrah, maka kita jangan ikut campur pada apa yang menjadi urusan Allah. Tepatnya, kita cukup berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Soal hasil, itu mutlak urusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat indah dan nikmat jika kita dapat menerima jodoh ideal yang diberikan Allah. Yakinilah, tidak ada pasangan yang sempurna. Kuncinya, jadikan kekurangan pasangan sebagai ladang amal, dan jadikan kelebihan pasangan sebagai ladang ilmu. Setelah itu, ingatlah, kita menikah selain untuk ibadah, yang terpenting adalah untuk menggapai ridho Allah. Karena dengan menggapai ridho-Nya, Insya Allah, kita akan dikumpulkan kembali di surga, setelah menjalani kehidupan di dunia yang sangat singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan kita, juga merupakan amanah dari Allah yang patut dijaga. Namun jangan berlebihan, atau terlalu mencintainya. Karena cinta yang utama hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Untuk kita, cukup kasih sayang saja. Insya Allah dengan kasih sayang dan penuh kelembutan, rumahtangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah mampu kita capai. Selamat berjuang saudaraku, karena menikah juga merupakan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico Atmaka&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1267485835166494848?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1267485835166494848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1267485835166494848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/04/pasangan-ideal-menurut-allah.html' title='Pasangan Ideal Menurut Allah'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SfFhiM1YIHI/AAAAAAAAAXY/JwYycz8_kXo/s72-c/pasangan.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6079723218203831203</id><published>2009-04-08T03:47:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:27:44.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Agenda Kajian Mushola Baiturrahman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SdyDHfkYiKI/AAAAAAAAAXQ/9VELYKIhO3g/s1600-h/info+kajian+baiturahman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 312px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SdyDHfkYiKI/AAAAAAAAAXQ/9VELYKIhO3g/s400/info+kajian+baiturahman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322273024401508514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6079723218203831203?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6079723218203831203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6079723218203831203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/04/agenda-kuajian-mushola-baiturrahman.html' title='Agenda Kajian Mushola Baiturrahman'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SdyDHfkYiKI/AAAAAAAAAXQ/9VELYKIhO3g/s72-c/info+kajian+baiturahman.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7456036867401389056</id><published>2009-04-07T03:31:00.001-07:00</published><updated>2009-04-27T21:27:49.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Pilihlah Karena Agamanya</title><content type='html'>&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="tanggal"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div class="garis-bawah"&gt;       &lt;p&gt;Perasaan bahagia menyelimuti hati Faizul Haq-bukan nama sebenarnya. Kebahagiaan yang sulit untuk ia lukiskan. Barangkali, hari itu adalah hari yang paling bersejarah dalam hidupnya, hari yang penuh suka cita. Hari dimana ia telah dipertemukan dengan dambaan hati, 'buruan' cinta. Senyum mengembang di langit wajahnya. Bahkan air mata bahagia dan haru menetes mengairi taman hatinya yang rindu akan belaian cinta dan kasih sayang. Ia telah berani melangkah, demi menyelamatkan iman, agama dan hatinya. Mesjid Assalam di Kairo menjadi saksi bisu akad nikah dan walîmatul 'urs Faizul Haq dengan Sabira Husna-bukan nama sebenarnya. Hari dimana dua makhluk Allah bertemu dalam cinta kasih yang sah, terikat dalam mîtsâqan ghalîzhan. Kepada kedua pengantin setangkai bunga do'a dari hati yang tulus kami persembahkan,&lt;em&gt; "Bâkarakallâhu laka, wabâraka 'alaika, wajama'a bainakumâ fî khairin." &lt;/em&gt;Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, amin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Faiz telah menempuh jalan yang lurus, jalan yang selamat dan diridhai Allah. Jalan orang-orang yang merindukan kejernihan hati dan ketentraman jiwa. Berbeda dengan mereka yang menempuh jalan menyimpang. Jalan orang-orang yang hatinya telah dikotori oleh kotoran setan dan nafsu. Orang-orang tertipu yang memilih kesenangan sesaat. Jalan laki-laki yang pengecut, pengumbar hawa nafsu dan jalan wanita-wanita yang bodoh, yang suka mengobral dan menjual kemuliaan diri. Tidak dipungkiri, Faizul Haq telah merancang dari jauh hari bagaimana ia menyiapkan hari yang bersejarah dalam hidupnya. Bagaimana ia menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan. Mulai dari ilmu, mental, finansial, dan kesehatan fisik. Barangkali keinginan menikah telah menjadi humum Faiz sejak beberapa tahun kebelakang, sebagaimana yang juga bergejolak dalam hati banyak anak muda. Kerinduan yang tak lagi tertahankan untuk berjumpa sang kekasih dambaan jiwa. Kerinduan untuk bisa memadu hati, menumpahkan segala keluh-kesah dan gelora jiwa.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setiap laki-laki yang soleh mendambakan seorang istri yang solehah. Istri yang ketika dilihat menyenangkan hati, ketika diperintah ia patuh, ketika ditinggalkan ia menjaga harta dan dirinya, dan ketika salah ia mau diingatkan. Istri solihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Ia ibarat sebuah madrasah yang kelak didalamnya anak-anak yang lahir akan dibesarkan, dididik dan dibina. Bijak dan tepat memilih calon istri sebelum menikah adalah diantara faktor kebahagiaan rumah tangga. Salah dalam memilih akan berisiko dikemudian hari. Dengan demikian, jangan tergesa-gesa menentukan pilihan, tapi kalau sudah nampak yang cocok dengan persepsi dan keinginan hendaknya segera mengajukan lamaran. Karena biasanya sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi menjadi rebutan banyak orang...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Istri solehah akan selalu menjadi sumber kekuatan, tempat bertenang ketika gelisah melanda jiwa, tempat berbagi ketika resah menghimpit hati. Istri solihah bukanlah tipe wanita materialistis, yang ketika ada uang, abang disayang, nggak ada uang abang jangan pulang atau piring melayang. Sabar disaat kesulitan melanda, qana`ah dengan apa yang ada dan bersyukur ketika mendapat kelebihan rezki. Bagi seorang istri solihah keridhaan suami adalah diatas segalanya, walau ia harus melawan keinginannya. Hidupnya seluruhnya ia abdikan untuk suami dalam rangka beribadah dan ketaatan pada Allah Swt. Istri solehah adalah ibarat taman indah nan penuh pesona. Tak lelah mata memandang keindahan budi pekerti dan tingkah lakunya. Istri solehah selalu dirindu dan dikenang. Rindu pada belaian lembutnya, rindu pada teguran halusnya, rindu akan senyum tulusnya, rindu pada wajahnya yang teduh, air mukanya yang jernih dan rindu pada kata-katanya yang mesra. Hati akan resah bila lama tidak berjumpa, bila jarak telah memisahkan. Hati akan gelisah bila satu hari tidak bertemu. Karena cinta yang telah tenggelam dalam samudera hati, cinta akan kebaikan dan kebagusan akhlaknya. Sungguh benar apa yang disampaikan Rasulullah Saw. bahwa memilih wanita solehah akan membahagiakan seseorang di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk calon suami, pilihlah seorang calon istri yang telah dikenal baik akhlak dan agamanya. Utamakanlah itu atas segalanya. Dan jangan lupa untuk juga mempersiapkan diri menjadi seorang suami yang soleh. Dan bagi seorang calon istri, bila datang seorang laki-laki yang Anda kenal baik agama dan akhlaknya dan Anda memang telah siap untuk menikah, janganlah menolak, tapi terimalah niat baiknya dengan hati yang terbuka. Dan jangan lupa untuk mempersiapkan diri Anda menjadi bidadari baginya di dunia dan di akhirat. Istri solehah adalah harta yang paling berharga dan bernilai tinggi yang tiada duanya. Sungguh beruntung dan berbahagia seseorang yang dikaruniai seorang Bidadari Dunia. Hidup akan penuh dengan kebaikan dan ketaatan. Hidup yang selalu bersemangat, penuh cinta dan cita-cita mulia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aa Gym pernah berkata, "Istri solehah adalah sebaik-baik keindahan, kata-katanya menyejukkan kalbu, ia bagaikan bidadari surga yang hadir di dunia. Ia adalah istri yang meneguhkan jihad suami, penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat."&lt;br /&gt;Beberapa orang pernah datang kepada saya, curhat tentang keinginan mereka untuk menikah. Yang datang pun bervariasi, dengan berbagai permasalahan yang mereka miliki. Setiap yang datang selalu saya berikan dorongan untuk tidak ragu melangkah ketika melihat diri telah siap. Siap yang tidak saya artikan sebatas modal kemauan, namun konkritnya ada bekal yang telah dimiliki untuk membina rumah tangga. Juga melihat kesiapan dengan kejernihan hati dan pikiran, bukan dengan kacamata nafsu dan setan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Harus ada kesadaran yang penuh ketika merespon dorongan-dorongan yang muncul dalam hati.&lt;br /&gt;Fakta telah banyak berbicara, tentang orang-orang yang menikah hanya untuk melampiaskan hasrat nafsu yang tak lagi bisa ditahan. Apa yang terjadi adalah, hubungan yang tidak pernah harmonis dan sering terjadi cekcok antara suami-istri hanya disebabkan permasalahan sepele. Karena masih didominasi oleh sikap kekanak-kanakan dan sikap yang cenderung egois, emosian, sentiment dan penuh curiga. Ketika seseorang ingin ikut serta dalam sebuah perlombaan, kesiapan yang ia miliki menjadi tolak ukur kesuksesannya. Jika ia mempersiapkan diri dengan matang, peluang untuk menang akan terbuka dihadapannya. Tapi ketika persiapan yang ia miliki apa adanya, maka hasilnyapun akan jauh dari yang diharapkan. Tidak hanya dalam perlombaan, tapi dalam setiap dimensi kehidupan yang kita jalani, adanya kesiapan sangat menentukan kesuksesan kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pernikahan tidak hanya semata hubungan biologis, kalau kita memaknai demikian, tentu tidak berbeda cara pandang kita dengan hewan. Namun dengan menikah ada nilai-nilai yang ingin kita raih, ada tugas, amanah dan kewajiban yang harus ditunaikan dan dipertanggung jawabkan. Ibarat kita ingin mendirikan sebuah gedung diatas sebidang tanah. Ketika pondasi yang dibangun kuat, pondasi akan tetap kokoh dan gedung tidak akan runtuh. Sedangkan bila pondasi lemah, besar kemungkinan gedung tidak akan bertahan lama dan akan cepat roboh. Pada intinya, kita perlu mempersiapkan diri, dan itu sudah menjadi keharusan. Siapkan ilmunya, mental, kesehatan dan finansial. Dan yang paling utama kita harus memiliki hubungan yang baik dengan Allah Swt.. Kita harus terus berupaya untuk meraih kedudukan taqwa. Dengan ketaqwaan segala kesulitan akan menemukan jalan keluarnya. Allah Swt. telah menjanjikan, bahwa barang siapa yang bertaqwa maka Allah Swt. akan memberinya jalan keluar terhadap kesulitan yang ia hadapi dan memberinya rezki dari arah yang tidak ia duga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari sekarang, binalah hubungan yang baik dengan Allah Swt. dan dengan orang lain. Latihlah diri Anda dalam ketaatan, gemar berbuat kebaikan dan rajin beribadah. Latihlah diri Anda dengan perilaku yang mulia sehingga ia menjadi kebiasaan Anda. Dan bila diri Anda telah siap, maka melangkahlah dengan yakin. Adanya kekurangan ekonomi janganlah jadikan penghalang utama. Anda harus yakin rezki setiap hamba telah ditentukan kadarnya oleh Allah Swt. Bukankah itu suatu hal yang menggembirakan. Anda tidak perlu merasa susah, tinggal Anda berusaha untuk menjemput rezki itu. Dan terakhir, jangan salah pilih, jangan tertipu dengan penampilan luar, pilihlah dengan hati dan pikiran yang jernih. Jangan memilih dengan landasan nafsu dan bisikan setan. Utamakanlah agama diatas segalanya, dengan demikian kita akan bahagia sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, jangan tunda lagi kalau Anda sudah siap, bersegeralah ...!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam,&lt;br /&gt;marif_assalman@yahoo.com&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7456036867401389056?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7456036867401389056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7456036867401389056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/04/pilihlah-karena-agamanya.html' title='Pilihlah Karena Agamanya'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1163896717774668624</id><published>2009-04-06T03:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:28:04.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><title type='text'>Jadwal Kajian MMQ DT April 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;For lebih jelas, please klik the picture..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sdndo1rmLFI/AAAAAAAAAXI/HImcl8eHYII/s1600-h/MMQ-April2009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sdndo1rmLFI/AAAAAAAAAXI/HImcl8eHYII/s400/MMQ-April2009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321528128389393490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1163896717774668624?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1163896717774668624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1163896717774668624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/04/jadwal-kajian-mmq-dt-april-2009.html' title='Jadwal Kajian MMQ DT April 2009'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sdndo1rmLFI/AAAAAAAAAXI/HImcl8eHYII/s72-c/MMQ-April2009.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4390865336069746866</id><published>2009-03-17T04:24:00.001-07:00</published><updated>2009-04-27T21:28:18.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Mertua Ku adalah Orang tua Ku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sb-KIyFt9SI/AAAAAAAAAXA/3nV_2KdZkNM/s1600-h/mom_hug.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sb-KIyFt9SI/AAAAAAAAAXA/3nV_2KdZkNM/s200/mom_hug.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314117968809817378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh Ummu Mufais &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita menikah, maka tanggung jawab orang tuanya sudah terlepas, karena kini tanggung jawab itu beralih pada sang suami, dan kewajiban sebagai istri adalah memenuhi hak-hak si suami, demikian juga suami terhadap istri. Namun ada yang perlu kita ketahui, kita menikah bukan pada suami kita saja, melainkan pada semua keluarga besar dan juga kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;Kadang sering terjadi perselisihan memang antara kita dengan keluarga suami, karena dua karakter keluarga dan adat yang berbeda bersatu menjadi keluarga besar. Tapi kita sebagai seorang muslimah yang baik harus mengerti dan memahami. Kita menjadi istri dari anak mertua kita, yang selama ini telah membesarkannya dan berharap suatu hari nanti si anak akan menjaga dan menyayanginya hingga mereka kembali kepada sang khaliq, maka wajarlah kadang bila anaknya ingin menikah, orang tua dari calon mempelai laki-laki menyeleksi calon menantunya terlebih dahulu, sebelum menerimanya menjadi bagian dari keluarga besar mereka.&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu seorang teman minta di telfun oleh saya. Dia bilang ingin curhat dengan saya tentang adik iparnya itu, sebenarnya dia sendiri adalah seorang menantu, dan mempunyai adik ipar yang sudah menikah, jadi yang ingin dia ceritakan adalah istri dari adik iparnya itu, dan kebetulan adiknya itu menikah dengan orang yang sama-sama kami pernah kenal dulu. Maksudnya adalah dia ingin sekali mencari solusi bagaimana mengatasi hal ini, karena dia merasa bertanggung jawab dalam hal ini, kenapa...? karena dia yang dulu mengenalkan nya pada adik iparnya itu. Jadi bukan bermaksud untuk ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya memang sangat mengharukan, karena saya benar-banar tidak manyangka sama sekali, saya mengenal teman (adik ipar teman saya) itu adalah orang yang baik, tapi kini jadi berubah. teman saya bercerita istri adik iparnya itu kini tidak punya sopan santun sama sekali dengan ibu mertuanya, apa lagi ketika sempat si adik ipar itu menginap beberapa minggu di rumah mertuanya. Teman saya bercerita kadang adik iparnya itu, suka ketus bila berbicara pada ibu mertuanya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena saya tidak tahu permasalahan yang sebenarnya, jadi saya hanya memberi saran, agar teman saya itu berbicara pada suaminya, maksudnya adik iparnya yang laki-laki, agar dia menasehati istrinya itu. Sedih sekali saya mendengar cerita teman saya ini, terbayang saya wajah wanita tua itu, mertua dari teman saya, karena saya pernah bertemu dengannya saat liburan tahun lalu. Beliau sudah sangat tua dan beliau mengasuh anak-anaknya sendiri, karena suaminya telah meninggalkannya kembali kepada sang khaliq, ketika anak-anaknya masih kecil-kecil. Betapa sedih hati nya mendapati menantu yang tidak menyayangi dan menghargainya. Terbayang pula oleh saya kedua orang tua suami saya yang sudah renta, beliau tinggal hanya berdua saja, sedangkan kedua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal jauh darinya. Walaupun saya atau suami sering menelfunnya, tapi saya yakin beliau ingin sekali berdekatan dengan anak, manantu dan cucu-cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat cerita tentang Nabi Ibrahim, Ketika itu Nabi Ibrahim berkunjung kerumah anaknya Nabi ismail dan saat itu hanya istri nabi ismail lah yang berada di rumah, lalu Nabi Ibrahim bertanya pada istri Nabi ismail, tentang keadaan rumah tangganya, dan di jawab oleh istri nabi ismail dengan ketus serta membuat Nabi Ibrahim tidak suka mendengarnya, maka ketika Nabi Ibrahim hendak pergi meninggalkan rumah itu, Beliau menitip salam untuk Nabi Ismail pada istrinya, agar segera mengganti tiang pintu rumahnya itu. ketika Nabi Ismail kembali salam itu si sampaikannya, Nabi Ismail tahu, bahwa yang berkunjung tadi adalah ayahnya dan saat itu juga Nabi Ismail segera menceraikan istrinya serta mengembalikannya kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah harus demikian dengan kita, tidak...! Kita InsyaAllah bisa lebih baik dari istri Nabi ismail, dalam berbicara dan sopan santun kita kepada mertua kita, karena beliau adalah orang tua kita, setelah kita menjadi istri dari suami kita. Berfikirlah lebih baik wahai Ukhti, karena kita adalah seorang Ibu, dan anak kita kelak akan menikah nanti. Saya juga sempat merasakan hal itu, namun ketahuilah, bahwa semua yang di lakukan oleh orang tua suami kita itu adalah tidak lain hanyalah cemburu belaka, karena anak yang sedianya senantiasa selalu memperhatikannya, kini terbagi perhatiannya, bahkan kadang perhatian itu menjadi lebih sedikit terhadap kedua orang tuanya, malah lebih banyak kepada kita, sebagai istrinya. Tidak kah kita bersyukur mempunyai suami yang sholeh, maka ingatkanlah pada suami kita, untuk selalu memperhatikan orang tuanya yang sudah membesarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada kesempatan kita yang memberi kasih sayang lebih banyak pada mertua kita, sebagaimana kita memberikan kasih sayang kita pada Orang tua kita selama ini. Apa lagi bila mertua lelaki kita sudah tiada, maka ibu mertua kita butuh perhatian lebih dari anak-menantunya, bakti kita padanya, seperti bakti kita pada Ibu kita. Jangan sungkan ucapkan sayang pada beliau, agar beliau tahu kalau kita sebagai menantu tidak akan pernah mengambil hak beliau sebagai seorang ibu yang jadi tanggung jawab bagi anak lelakinya yaitu suami kita, walaupun si anak sudah menikah.&lt;br /&gt;Seperti cerita yang pernah saya tulis juga, tentang kasih ibu sepanjang zaman, kasih anak sepanjang galah. Maka jangan kita biarkan suami kita hanya memberikan kasih sayangnya pada orang tuanya, terutama pada ibunya yang sudah melahirkan dan membesarkannya hanya sampai pada suami menikahi kita dan mendapat kasih sayang dari kita, serta merasa cukup. sehingga perhatian pada kedua orang taunya terabaikan. Jangan.&lt;br /&gt;Ingatkan selalu pada suami kita untuk terus berbakti pada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;Memperhatikannya, jangan sampai mertua kita berkata pada suami kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Setelah kamu menikah, kamu tidak lagi memperhatikan Ibu..( Kami ) " .&lt;br /&gt;Sedihkan kita mendengarnya, karena itu suatu keluhan dari seseorang yang mempunyai doa yang makbul, yang cemburu karena kehilangan kasih sayang dari anaknya yang sudah beliau besarkan selama ini. Kewajiban anak laki-laki dalam memberikan perhatiannya pada kedua orang tuanya, walaupun anak lelaki itu sudah menikah adalah jelas, seperti dalam sabda Rosulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki meminta ijin berjihad kepada Rasulullah SAW. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab, “Masih.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, berjihadlah dengan berbuat baik terhadap keduanya.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sayangi Mertua kita, sebagimana kita menyayangi Kedua Orang tua kita, karena di sana ada do´a untuk kebahagian rumah tangga kita. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu´alam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heidenheim 11 Maret 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4390865336069746866?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4390865336069746866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4390865336069746866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/03/mertua-ku-adalah-orang-tua-ku.html' title='Mertua Ku adalah Orang tua Ku'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/Sb-KIyFt9SI/AAAAAAAAAXA/3nV_2KdZkNM/s72-c/mom_hug.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8371170141115398966</id><published>2009-03-13T04:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:28:30.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Undangan Majelis Ilmu</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat yang haus akan ilmu dan ingin menjadi seorang muslim yang sebenarnya, bukan muslim apa adanya, mari kita sama-sama terus memperbaiki diri dengan berilmu lewat majelis ilmu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kajian Hadits bersama Ust. Miftahuddin, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;setiap Rabu Malam, pukul 18.30 - 21.00 di Musholla Baiturahman, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jl. Bangka I, Keb Baru, Jakarta Selatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kajian Aqidah bersama Ust. Ihsan Hakim, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;setiap Kamis Malam, pukul 18.30 - 21.00 di Mesjid Al-Bina Senayan, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jl. Pintu Satu, Depan Hotel Atlit Century, kawasan Gelora Bung Karno.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tingkatkan ilmu, agar kita bisa terus mendekat kepada Allah, Sang Maha Mengetahui dan Maha Memiliki Segala Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Kajian tersebut di atas untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun serta tidak perlu menjadi anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka - 08158018156 / 50212373 / R. 021-8412695&lt;br /&gt;YM:ID : daddy_zahirah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8371170141115398966?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8371170141115398966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8371170141115398966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/03/undangan-majelis-ilmu.html' title='Undangan Majelis Ilmu'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-5327932087803635090</id><published>2009-03-10T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:53:42.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>JADWAL KAJIAN DT JAKARTA MARET 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SbYpwo6waZI/AAAAAAAAAW4/B6yTRa6ffcA/s1600-h/schedule2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311478726124398994" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 178px; CURSOR: hand; HEIGHT: 169px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SbYpwo6waZI/AAAAAAAAAW4/B6yTRa6ffcA/s200/schedule2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Kajian MMQ Baitul Hikmah Enusa&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Baitul Hikmah Elnusa, Jln. TB Simatupang Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Waktu : Selasa, 03 Maret 2009 Jam : 18.00 – 20.00 Wib.&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Komarrudin Cholil, S.Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kajian MMQ ISTIQLAL.&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Istiqlal , Taman Wijaya Kusuma – Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Waktu : Ahad , 08 Maret 2009 Jam : 12.00 – 15.00 wib.&lt;br /&gt;Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kajian MMQ Jakarta Islamic Center&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Jakarta Islamic Center , Koja Jakarta Utara&lt;br /&gt;Waktu : Senin , 9 Maret 2009 Jam : 10.00-12.00 wib.&lt;br /&gt;Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kajian MMQ Pondok Indah&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Raya Pondok Indah – Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Waktu : Selasa, 10 Maret 2009 jam : 19.00 – 21.00 wib&lt;br /&gt;Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kajian MMQ Baitul Ihsan – Bank Indonesia&lt;br /&gt;Tempat : Masjid Baitul Ihsan , Jln. Budi Kemulyaan-Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Waktu : Senin , 23 Maret 2009 Jam : 19.00 – 21.00 wib.&lt;br /&gt;Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kajian Muslimah Baitul Ihsan&lt;br /&gt;Tempat : Aula Masjid Baitul Ihsan – Bank Indinesia&lt;br /&gt;Waktu : Senin , 23 Maret 2009 Jam : 16.00 – 18.00 wib.&lt;br /&gt;Pemateri : Ustdz.Hj. Ningrum Maurice Nugroho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kajian Muslimah Pondok Indah&lt;br /&gt;Tempat : Aula Masjid Raya Pondok Indah- Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Waktu : Selasa 10 Maret 2009 jam : 15.30 – 18.00 wib.&lt;br /&gt;Pemateri : Ustdz.Hj. Ningrum Maurice Nugroho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Kajian DT Jakarta :&lt;br /&gt;Riri ( 021-7235255 / 021-92837428 / 0815-9998064 )&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:aryanti_dtjkt@yahoo.com"&gt;aryanti_dtjkt@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-5327932087803635090?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5327932087803635090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5327932087803635090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/03/jadwal-kajian-dt-jakarta-maret-2009.html' title='JADWAL KAJIAN DT JAKARTA MARET 2009'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SbYpwo6waZI/AAAAAAAAAW4/B6yTRa6ffcA/s72-c/schedule2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2375220127308692742</id><published>2009-03-02T01:08:00.001-08:00</published><updated>2009-03-02T03:43:28.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Menikah, Sulit?</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308552289030385282" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SavELlM-LoI/AAAAAAAAAWo/ky4SqhmAV6I/s200/ring2.jpg" border="0" /&gt;oleh Hifizah Nur Senin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu sesi diskusi di kelas bahasa Jepang, sensei memberi kami tema tentang "Bila pernikahan tidak disetujui ortu, apakah anda akan tetap menikah?” Topik ini lumayan mendapatkan perhatian dari teman-teman sekelas yang selalu bosan mengikuti kelas percakapan di siang yang melelahkan. Tema ini sangat cocok untuk anak muda. Apa lagi di antara teman-teman sekelas yang bertiga belas orang orang itu, hanya saya sendiri yang sudah menikah, alias lebih senior dari yang lain.&lt;br /&gt;Awalnya diskusi berjalan biasa, setiap orang mengungkapkan pendapatnya. Ada yang memilih tetap melakukan pernikahan, ada juga yang mengungkapkan dengan pasti bahwa ortunya tidak akan menentang pernikahannya. Saya sendiri yang menikah dengan smooth meskipun tanpa proses pacaran mengungkapkan orang tua saya ok-ok saja ketika saya menikah, lancar seperti jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya diskusi semakin menjauh dari tema inti. Teman-teman yang kebanyakan masih berusia di awal 20-an mengungkapkan bahwa mereka suatu saat ingin menikah, tapi sekarang masih ingin memuaskan keinginan-keinginan pribadi. Seperti bekerja, mengumpulkan banyak uang dan pergi ketempat-tempat terkenal di dunia. Karena itulah mungkin, usia pernikahan semakin lama semakin menua. Di Jepang saja rata-rata usia pernikahan kira-kira 29 tahun untuk perempuan dan 35 tahun untuk laki-laki.&lt;br /&gt;"Kalau menikah, pasti akan sulit melakukan hal-hal yang menyenangkan" kata seorang teman.&lt;br /&gt;Teman laki-laki yang berasal dari Norwegia langsung menukas, "kenapa? saya tidak keberatan kalau isteri saya kelak punya keinginan untuk bersenang-senang sendiri".&lt;br /&gt;Teman perempuan saya yang lain mencibir,"saya tidak percaya kalau ada laki-laki yang mau memberi kebebasan kepada isterinya seperti itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah diskusi mulai memanas nih...dua pola pikir yang berbeda, dari barat dan dari timur. Yang satu menganut kebebasan, satu lagi sangat paham tentang ketatnya aturan-aturan rumah tangga, yang biasa ada di dunia timur. "Bagi saya, pernikahan itu sesuatu yang mengikat, tidak bisa bebas lagi menikmati hidup, makanya saya tidak ingin menikah" Ujar teman dari Canada, yang berdarah Taiwan. Selanjutnya teman laki-laki dari eropa tadi berkata, "karena itu sebelum menikah kita harus saling mengenal dulu yang lama, bahkan kalau bisa tinggal bersama" ujarnya. Wah sudah mulai melenceng nih, seru saya dalam hati. "Mungkin pola pikir kita berbeda. Saya sendiri, tanpa melewati proses hidup bersama sebelum menikah pun, sampai saat ini pernikahan saya lancar-lancar saja. Tidak ada masalah-masalah besar," Tukas saya cepat.&lt;br /&gt;Teman dari Canada berbalik ke arah sensei , dan bertanya, "Sensei, apakah sensei setelah menikah tidak mendapat masalah dengan suami sensei ?" "Tentu saja ada,” Jawab sensei sambil tersenyum. Mungkin maklum juga dengan keingintahuan muridnya yang masih sangat muda-muda itu. “Suami saya orang yang sangat memelihara kebersihan, dan sangat sangat kibishii (ketat) dalam hal ini. Di awal-awal setelah menikah, meskipun saya sudah membersihkan rumah, tetapi suami saya selalu mengeceknya lagi dan mengkritik hasil kerja saya yang bagi dia kurang bersih.” Sensei berhenti sejenak, memperhatikan reaksi murid-murid di depannya.&lt;br /&gt;“Tetapi setelah berjalan setahun, masing-masing pihak sudah bisa saling beradaptasi" Ujar sensei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sensei tahu, hanya saya yang sudah menikah di kelas itu, sensei bertanya pada saya."Kalau kamu sendiri, sesudah menikah, bagaimana rasanya? apakah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk?" tanya sensei. "Saya rasa saya menjadi lebih baik dari sebelumnya" Ujar saya. "Misalnya, sebelum menikah, saya orang yang keras kepala, kurang peduli dengan orang lain. Tapi setelah menikah, saya bisa jadi lebih memahami orang lain. Dan sekarang lebih mempertimbangangkan keluarga saya dalam mengambil keputusan-keputusan" tambah saya.&lt;br /&gt;Perbincangan bergulir ke arah perceraian setelah menikah. Ternyata di negara teman laki-laki yang berasal dari Norwegia itu, tingkat perceraian sangat tinggi, mencapai 50% .”berarti tidak ada hubungan antara mengenal luar dalam lebih dulu sebelum menikah, dengan kelanggengan pernikahan ya....” Batin saya. Lalu di Jepang pun angka perceraian meningkat pesat belakangan ini. Begitu juga di Korea, sampai-sampai pemerintah Korea membuat kebijakan untuk membawa kasus perceraian ke pengadilan, untuk mempersulit proses perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang bila pasangan suami isteri ingin bercerai sangat mudah. Mereka tinggal mengisi kolom perceraian yang diambil di shiyakusho (kantor pemerintah) lalu bercerai begitu saja. Tentu saja mereka harus membagi harta menjadi dua bagian sesuai kesepakatan mereka.&lt;br /&gt;Akhirnya saya bilang" Sensei, menurut saya, yang sangat penting dalam suatu pernikahan adalah, masing-masing pihak harus menyadari kalau mereka sedang mengambil tanggung jawab yang berat. kalau itu disadari oleh setiap pasangan, saya yakin pernikahan itu akan baik-baik saja." Sensei mengangguk setuju dengan pendapat saya. Saya tidak tahu dengan teman-teman yang lain. Mungkin mereka masih harus menyerap, melihat dan belajar lebih banyak tentang dunia pernikahan. Dalam islam sendiri, para pemuda disarankan untuk segera menikah agar bisa tetap manjaga kesucian diri. Pernikahan adalah perjanjian yang berat yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bukan suatu hal yang main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pernikahan adalah suatu proses dan juga sarana yang bisa menjadikan saya lebih baik dari waktu ke waktu. Pernikahan juga membuat saya bisa menjalani hidup ini dengan tenang, karena memiliki tempat berbagi, tempat mencurahkan kasih sayang, dan tempat memperkaya batin saya dengan pelajaran memaafkan.&lt;br /&gt;Ya, memaafkan. Bagi diri saya sendiri yang masih sangat tidak sempurna menjadi ibu dan isteri yang baik di keluarga saya. Bagi anak-anak saya yang masih harus mengenal a ba ta tsa kehidupan. Dan bagi suami saya yang masih belajar menjadi pemimpin dalam menjalankan bahtera rumah tangga ini, agar semua penumpang selamat sampai ke tujuan. Meraih keabadian syurga di akhirat kelak. Allahumma amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2375220127308692742?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2375220127308692742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2375220127308692742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/03/menikah-sulit.html' title='Menikah, Sulit?'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SavELlM-LoI/AAAAAAAAAWo/ky4SqhmAV6I/s72-c/ring2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1977108987453624076</id><published>2009-02-15T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T03:43:28.550-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Menikah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SZj7O0zuKTI/AAAAAAAAAWY/YIi13ocBEjw/s1600-h/pernikahan.jpeg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303264793341077810" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SZj7O0zuKTI/AAAAAAAAAWY/YIi13ocBEjw/s200/pernikahan.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Aa Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, berbicara masalah nikah, seringkali harus bersentuhan dengan "penyesalan" . Ada orang yang menyesal mengapa tidak menikah sejak dulu, setelah ia merasakan manfaatnya. Namun ada juga yang menyesal mengapa menikah, setelah merasakan pahit getirnya hidup berumahtangga. Sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa menikah adalah ibadah. Ada banyak kebaikan di dalamnya. Kalau pun ada masalah, maka yakinlah bahwa itulah ladang amal dan sarana pendewasaan yang dianugerahkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana agar pernikahan mendatangkan ridha Allah. Semakin lama usia pernikahan akan semakin terasa sakinah mawaddah wa rahmah? Ada tiga rumus dalam QS Al-Ashr. Setiap bertambah hari, bertambah umur, kita itu merugi kecuali tiga golongan kelompok yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah rumahtangga yang selalu berpikir keras bagaimana keyakinan kepada Allah terus meningkat. Semua kebahagiaan dan kemuliaan itu berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kepada Allah. Tidak ada orang ikhlas kecuali yakin kepada Allah. Tidak ada sabar kecuali kenal kepada Allah. Tidak ada orang zuhud kecuali orang yang tahu kekayaan Allah. Tidak ada orang tawadhu kecuali orang yang tahu kehebatan Allah. Makin akrab dan kenal dengan Allah semua dipandang kecil. Setiap hari dalam hidup kita seharusnya dipikirkan bagaimana kita dekat dengan Allah. Kalau Allah sudah mencintai mahluk segala urusan akan beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, apa pun yang ada dirumah harus menjadi jalan mendekat kepada Allah. Beli barang apa pun harus barang yang disukai Allah. Supaya rumah kita menjadi rumah yang disukai Allah. Boleh punya barang yang bagus tanpa diwarnai dengan takabur. Bukan perkara mahal atau murah, bagus atau tidak tetapi apakah bisa dipertanggungjawabk an disisi Allah atau tidak. Bahkan dalam mendengar lagu yang disukai Allah siapa tahu kita dipanggil Allah ketika mendengar lagu. Rumah kita harus Allah oriented. Kaligrafi dengan tulisan Allah. Kita senang melihat rumah mewah dan islami. Jadikan semua harta jadi dakwah mulai mobil sampai rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita pikirkan Allah sudah mengetahui apa yang kita pikirkan. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana dekat dengan Allah, selanjutnya Allah yang akan mengurus. Kalau hubungan kita dengan Allah bagus semua akan beres. Barangsiapa yang dekat dengan Allah, akan diberi jalan keluar setiap urusannya. Dan dijamin dengan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga. Dan barang siapa hatinya yakin Allah yang punya segalanya, akan dicukupkan segala kebutuhannya. Jadi bukan dunia ini yang menjadi masalah tetapi hubungan kita dengan Allah-lah masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah rumah tangga yang paling produktif dalam kebaikan. Uang paling berkah adalah uang yang paling tinggi produktifitasnya. Kaya boleh asal produktif. Boleh mempunyai rumah banyak asal diniatkan agar berkah demi Allah itu akan beruntung. Karena itu, teruslah mencari uang. Bukan untuk memperkaya diri untuk mendistribusikannya untuk umat. Sedekah itu tidak akan mengurangi harta kita kecuali bertambah. Jadi pikiran kita bukan akan mendapat apa kita? Tapi apa yang bisa kita perbuat? Orang beruntung setiap waktu pikirannya produktif mengenai kebaikan. Selagi hidup lakukan yang terbaik, sesudah mati kita tidak akan bisa. Kalau sudah berbuat nanti Allah yang akan memberi, itulah namanya rezeki. Orang yang beruntung adalah orang yang paling produktif kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah rumahtangga yang dihiasi saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Kata-kata terbaik yang kita katakan adalah meminta saran dan nasihat. Ayah meminta nasihat anak atau istri, niscaya tidak akan kehilangan wibawa. Dan kita tidak bisa menjadi penasihat yang baik sebelum ia menjadi orang yang bisa dinasihati. Tidak akan bisa kita memberi nasihat jika kita tidak bisa menerima nasihat. Nikmatilah nasihat sebagai rezeki dan bukti kesuksesan hidup. Sayang hidup hanya sekali dan sebentar hanya untuk menipu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1977108987453624076?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1977108987453624076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1977108987453624076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/02/menikah.html' title='Menikah'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SZj7O0zuKTI/AAAAAAAAAWY/YIi13ocBEjw/s72-c/pernikahan.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-785450073006828293</id><published>2009-02-09T01:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T03:43:49.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HotNews'/><title type='text'>Dana Investasi Akhirat Seikhlasnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SY_62INR69I/AAAAAAAAAV0/l3stLWOiJvI/s1600-h/Donation_icon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300731094261427154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 174px; CURSOR: hand; HEIGHT: 174px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SY_62INR69I/AAAAAAAAAV0/l3stLWOiJvI/s200/Donation_icon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, dalam rangka meningkatkan pelayanan Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta kepada para jamaah, maka diperlukan sarana dan prasarana untuk mendukung dakwahnya. Untuk itu khusus kepada para alumni dan juga anggota aktif Majelis Sehati DT Jakarta, kami mengajak sahabat-sahabat untuk berpartisipasi dalam berdakwah menegakkan agama Allah lewat Majelis Sehati, dalam bentuk investasi akhirat seikhlasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan berdakwah ini, hanya berlaku bagi sahabat-sahabat alumni dan anggota aktif Majelis Sehati DT Jakarta yang merasa telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat selama mengikuti kajian-kajian Majelis Sehati. Dana investasi akhirat seikhlasnya ini, dapat disalurkan melalui rekening :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BCA Cabang Duta Merlin No. 3080065280 &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;atas nama Ismail Satya Atmaka&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah akan dilaporkan secara berkala melalui milis Sehati, mengenai penggunaan dana investasi akhirat seikhlasnya tersebut. Mari saudara-saudaraku, kita berjuang menegakkan agama Allah dari hal yang kecil, seperti berdakwah lewat Majelis Sehati DT Jakarta ini. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua, serta meridhoi dan merahmati perjuangan kita ini. Amin Yaa Robbal ‘Alamiin. Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mohon Perhatian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ajakan ini hanya berlaku bagi alumni dan anggota aktif Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka – 08158018156 / 50212373 / R-021 8412695&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.majelissehati.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;YM-ID : daddy_zahirah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-785450073006828293?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/785450073006828293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/785450073006828293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/02/dana-investasi-akhirat-seikhlasnya.html' title='Dana Investasi Akhirat Seikhlasnya'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SY_62INR69I/AAAAAAAAAV0/l3stLWOiJvI/s72-c/Donation_icon.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7424271918035564393</id><published>2009-01-10T02:01:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T03:48:33.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Adakah Istri Yang Tidak Cerewet ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SZAFEhpiWYI/AAAAAAAAAWA/9eEafhhO6nk/s1600-h/blah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300742336725277058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SZAFEhpiWYI/AAAAAAAAAWA/9eEafhhO6nk/s200/blah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya.&lt;br /&gt;Bahkan istri Khalifahsekaliber Umar bin Khatabpun cerewet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar binKhatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetanistrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnyamelebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapunter dengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinyayang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan,berdiam diri saat istrinya ngomel ? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal diluar sana , ia selalu tegas pada siapapun ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.&lt;br /&gt;Istrinya berperan sebagai BP4. ApakahBP4 tersebut?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Benteng Penjaga Api Neraka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya,niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elokdi sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak,membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapundemi terpuasnya satu hal; syahwat.Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-lakiuntuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat iamengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelakditerimanya. Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api,ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukanindah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi denganliuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkanraga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadipenyemangatnya dalam mencari nafkah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pemelihara Rumah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam.Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadangtak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beliini, beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agarharta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia.Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuhcinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapapula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebihtelaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak adasalahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjagaharta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Penjaga Penampilan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaianwarna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahansering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagimenyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkansendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampilmenawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluhkesah atas kecakapannya itu&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Pengasuh Anak-anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, m eka r. Sembilan bulanistri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan.Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar.Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilahistri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju kedepan, mengaku, "akulah yang membuatnya begitu." Baik buruknya sang tunasbeberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benarakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Penyedia Hidangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas diseharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinyasempat berdebat, menawar, harga melebihi angaran. Tak perlu suami memotongsayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan b awang . Tak pusing iamemikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahuhanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikitsaja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi kokiterbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dandibenci suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga dipundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memeliharahartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidanganuntuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa iamendengarkan keluh kesah buah lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dankekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah iamenasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindarpertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia takhanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagikeluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'Alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7424271918035564393?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7424271918035564393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7424271918035564393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/02/adakah-istri-yang-tidak-cerewet.html' title='Adakah Istri Yang Tidak Cerewet ?'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SZAFEhpiWYI/AAAAAAAAAWA/9eEafhhO6nk/s72-c/blah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6029810335777536493</id><published>2009-01-04T23:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T03:47:52.744-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Acara Mabit Majelis Sehati Januari 2009</title><content type='html'>Assalamu'alaikum, Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-Sahabat, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta kembali menyelenggarakan acara Mabit yang Insya Allah diselenggarakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari : Sabtu-Ahad, 24-25 Januari 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jam : Sabtu 17.00 - Ahad 06.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di : Mesjid Daarut Tauhiid Serua, Ciputat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Acara : Kajian, Tahajjud, dan Muhasabah, serta penutupan Angkatan 8 dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembukaan Angkatan 9.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tema : Keutamaan Berilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya Investasi untuk anggota daftar ulang dan umum : Rp. 30.000 ,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khusus Anggota Majelis Sehati Angkatan 8, biaya investasi : Rp. 20.000,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat dan Ketentuan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Peserta Berangkat dari Yayasan Daarut Tauhiid, Jl. Laksana I/8, dekat lapangan blok S, hari Sabtu 24 Januari 2009, pukul 15.30 WIB (Maaf, tidak menerima penitipan kendaraan pribadi).&lt;br /&gt;Membawa Al-Qur'an dan terjemahan serta alat tulis serta perlengkapan sholat.&lt;br /&gt;Membawa perlengkapan untuk menginap di mesjid DT Serua.&lt;br /&gt;Pendaftaran hanya dapat dilakukan dengan datang langsung ke Daarut Tauhiid Jakarta, Jl. Laksana I/8, dekat lapangan Blok S, pada hari kerja pukul 14.00 – 17.00 WIB.&lt;br /&gt;Khusus setiap Rabu pukul 17.00 – 20.00 WIB di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pendaftaran mulai dibuka pada Ahad, 4 Januari 2009, Pendaftaran ditutup Rabu, 21 Januari 2009 pukul 20.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterangan lebih lanjut dapat hubungi secara langsung tidak lewat SMS ke&lt;br /&gt;021-93150090, Rico Atmaka – 08158018156 / 021-50212373 dan DT Jakarta 021-7235255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;br /&gt;Daarut Tauhiid Jakarta&lt;br /&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6029810335777536493?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6029810335777536493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6029810335777536493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2009/01/acara-mabit-majelis-sehati-januari-2009.html' title='Acara Mabit Majelis Sehati Januari 2009'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7932001293501808258</id><published>2008-12-10T01:55:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T03:49:08.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>TREND HOT PANTS: VIRUS PEMBUNUH RASA MALU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SUI6TWGbi3I/AAAAAAAAAVI/KkPnNsvpOqQ/s1600-h/Hot+pants.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278845817256119154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 159px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SUI6TWGbi3I/AAAAAAAAAVI/KkPnNsvpOqQ/s400/Hot+pants.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari milis sebelah, semoga menjadi renungan akan fenomena yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika manusia sudah kehilangan harga dirinya?&lt;br /&gt;Pantaskah kalau kemudian kita mengaku sebagai manusia beradab?&lt;br /&gt;Ketika rasa malu itu hilang dan lenyap, kita tak berbeda dengan manusiabarbar yang hidup di zaman batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;TREND HOT PANTS: VIRUS PEMBUNUH RASA MALU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, kamu pasti tidak menutup mata, bila akhir-akhir ini, sering menjumpai teman-teman yang nota bene muslimah (ku sebut demikian, karena meskimereka wanita, tetapi tetap mengaku ber-Islam), mengenakan celana pendek dimall-mall, di setiap Twenty One,hingga di tempat-tempat tongkrongan yang menjajakan kuliner. Tanpa rasa malu dan jengah sedikit pun, mereka cuek bebek berseliweran di jalan-jalandan tempat keramaian. Lebih parah lagi, celana pendek melewati dengkul atau yang ngetren disebut hot pants (celana yg bikin 'panas') itu kadang dikenakan di tempat pesta pernikahan bahkan ajang reuni. Ya ampuunnn.Kalo dipikir-pikir ke mana rasa malunya itu? Sudah pudar? Atau sudah lenyap sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal tau saja, dulu masyarakat kita mencitrakan celana pendek sebagaibusananya kamu pelacur (maaf, terlalu kasar memang) yang kerap nongkrong di lokalisasi prostitusi. Kini ketika model dan gaya itu menjadi trend, para ABG (dariyang SMP, SMA, kuliah sampe yang udah tuwir)sepertinya tidak peduli dengan pencitraan itu. Mereka memang bukan pelacur,tapi meniru-niru seperti pelacur. Gawat!Terkadang terbetik oleh kita, jika model ini dipelihara terus, bukan tidakmungkin, lama-lama kaum perempuan tidak malu lagi ketika mengenakan celanadalam di tempat keramaian sekalipun (kayak di negeri ‘Obama, dkk’). Nah lho,kalau sudah begitu, tunggu apa lagi, inilah tanda-tanda kiamat bakal semakin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GetShortySo Get Shorty! (Tunjukin kakimu!). Inilah mesej para perusak moral yang menjadikan short pants atau hot pants sebagai trend fashion remaja putri sejak awal 2007. Hingga tahun 2008 pun trend “Get Shorty” (nama lain dari short pants) masih terus merajai. Konsumennya pun mulai dari anak SMA hingga anak kampus alias mahasiswi. Celana pendek sendiri banyak ragamnya, mulai dari yang selutut sampai diatas lutut. Modelnya enggak cuma one girls, ada yang baggy atau lurus dengan motif polos, stripes atau polkadot dan masih banyak yang lain. Yang pasti, perancang mode dan pebisnis kerap memunculkan inovasi-inovasi baru, dengan harapan remaja putri dan wanita dewasa, mengikutinya sebagai trend yang “wajib” dituruti. Ketika ditanya, kenapa ABG putri dan mahasiswi, menyukai short pants? “Karena short pants lebih simple dan nyamandikenakan, bisa ke mall, pantai, maen ke rumag teman, di rumah, dan kapansaja,” ungkap seorang pelajar, sebut saja Dina (bukan nama asli). Saat di konfirmasi, apa pantas shortpants dikenakan saat kondangan? Laura (juga bukan nama asli), siswi SMA di bilangan Depok berkomentar. “Menurut gue ya kurang pantes lah jika dipake saat pesta pernikahan. Belakangan, memang,mulai ada yang pake short pants saatkondangan atau pesta resmi. Tapi gila kali, nggak ada otaknya tuh cewek. Masa kondangan pake short pants.” Tandasnya ketus.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelum short pants, para ABG keranjingan celana panjang model pensil yang berwarna-warni, bentuknyamengerucut, menyempit ke bawah, ngepas dengan ukuran kaki para pemakainya. Memang trend mode celana yang satu ini sangat booming terutama di kalanganpara ABG dan mahasiswi di kota-kota besar. Apalagi di Jakarta &amp;amp; Bandung (meski parahan Jakarta). Setiap radius 100 meter pasti menjumpai celana pensilyang satu ini. Menurut perancangnya, celana ini memberikan efek untukmempertegas keindahan bentuk kaki para pemakainya. Berbarengan dengan short pants,muncul lagi trend celana yang terbuat dari bahan strech. Celana ketat ini dianggap nyaman dipakai dan bisa membentuklekuk tubuh yang “seksi”. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebagai informasi saja, konon artis legendaris Marlene Diertrich suatu kalipernah ditolak masuk pada sebuah restauran karena ia memakai celana panjang. Ingat, itu baru celana panjang, bukan mini! Seorang wanita yang tampil denganbusana pria, ketika itu rupanya dianggap kontroversial. Itu terjadi1930-1940an, ketika belum banyak wanita memakai celana panjang di tempat umum. Kini celana panjang malah jadi bagian dari khazanah busana wanita modern. Trend Sampai 2009, Jauh-jauh hari, para pengamat mode telah memprediksikan gaya short pants ini akan berlanjut hinggaakhir tahun nanti, dan tetap menjadi trend bagi kawula muda yang ingin tampilseronok. Bahkan hingga memasuk tahun 2009.Tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kepantasan, para perancang model yangkebanyakan non muslim dan didominasi oleh kaumnya Nabi Luth: gay, waria, dan lesbian ini, membuat rancangan busana yang dianggapnya lebih praktis dan modis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti diungkapkan seorang owner Colour Mode, Anggi, di sebuah Mall di Jakarta, short pants sangat digemari oleh remaja putri, bukan sekadar mengikuti trend. Dengan menggunakan bawahan jenis ini, penampilan wanita lebih feminim karena lebih menonjolkan kaki jenjang yang indah. Short pants, lanjutnya, juga bisa dikenakan untuk ke “party” atau clubbing. “Kebanyakan blus wanita di match-kandengan celana pendek atau short pants denganwarna-warna ceria. Biasanya wanita kalau sedang JJS (Jalan-jalan Sore) menggunakan celana jeans panjang atau jeansgantung. Sekarang tidak musim lagi, yang musim celana pendek di atas lutut,”tukas praktisi fashion itu menjelaskan. Ada peran andil para perancang mode yang menularkan virus kepada remajaperempuan dengan fashion-fashion “nakal” dan memperkenalkan hal-hal yangberaroma glamour. Ketika brand-brand (merk) terkenal seperti Louis Vitton,Dolce and Gabbana, Gucci, Versace, dan Bonia yang ditawarkan, dengan mudahnya perempuan Indonesia tergiur untuk memilikinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Undang Murka Tuhan, Sopasti, kecenderungan perempuan (ABG &amp;amp; mahasiswi, terutama) zaman sekarang adalah menelanmentah-mentah, bahwa sesuatu yang dianggap mode dan trend itu pasti indah, gauldan funky. Sekalipun trend itu berbenturan dengan agama dan nilai-nilai asusila alias kesopanan yang berlaku di masyarakat kita sebagai orang timur. Pokoknya dengan lugunya kita membebek, terpesona, dan memberi jempol. Pantas, jika kita selalu menjadi korban mode yang dihembus-hembuskan sebagai trend masa kini. Yang ngga ikut trend dianggap makhluk jadul alias manusia jaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah sahabatku, dalam Al-Qur’an, kita disindir, makhluk yang tak punya rasa malu tak ubahnya binatang ternak, bahkan lebih buruk dari binatang ternak. Bahasa sederhananya. Maukah kita disebut ayam, kambing, monyet, dan binatang lainnya (kaya di Ragunan / Taman Safari, gitu?). Tentu ngga maukan?? Teruusss.. siapa nanti yang mau nikah sama ayam, kambing, monyet, dll? (kecuali di iklan salah satu provider yang ‘ngaco’ di TV itu). Pastinya hanya sesamanya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah(yaitu : Syurga).” (QS. An Nuur: 26)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Rasulullah saw, rasa malu itu sebagian dari iman. Bahkan Rasulullah mewanti-wanti, agar kita waspada, kelak di akhir zaman, manusia tidak lagi peduli halal-haram. Nah, apa jadinya jika manusia sudah kehilangan harga dirinya? Pantaskah kalau kemudian kita mengaku sebagai manusia beradab? Ketika rasa malu itu hilang dan lenyap, kita tak berbeda dengan manusia barbar yang hidup di zaman batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, tahukah, bagaimana musuh-musuh Islam menghantam Islam tanpa sebuah peperangan? Tidak ada cara yang paling efektif dan efisien, selain menghilangkan perasaan malu yang dimiliki kaum muslimahnya. Lewat mode(fashion) itulah dinul Islam muslimah dipalingkan. Ingatlah pesan Rasulullah saw: “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu.” (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kata Rasulullah, ada golongan penduduk neraka yang tidak pernah aku saksikan, yakni: Wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka melenggak-lenggokkan tubuhnya dan kepalanya, bagaikan punu kunta yang miring. Mereka tidak masuk Surga, tidak pula mencium baunya, meskipun Surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat buat anapribadi dan keluarga. Mohon maaf jika terlalu lugas, memang demikian adanya.*seraya berdo’a semoga saudara, keluarga, sahabat terdekatku, berubah, dan tidak demikian...*&lt;br /&gt;Dikutipdari: Lembar Khazanah: November 2008&lt;br /&gt;Naskah asli oleh: Adhes Satria (thanks to Allah, you wrote it very well)&lt;br /&gt;Ditulis ulang &amp;amp; dibuat “more powerfull” oleh: Tri Aditya Respati, yang dhoif&lt;br /&gt;November, 26th 2008: 4:45 AM, setelahsubuh&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7932001293501808258?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7932001293501808258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7932001293501808258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/12/trend-hot-pants-virus-pembunuh-rasa.html' title='TREND HOT PANTS: VIRUS PEMBUNUH RASA MALU'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SUI6TWGbi3I/AAAAAAAAAVI/KkPnNsvpOqQ/s72-c/Hot+pants.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6268732550539563919</id><published>2008-11-20T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T03:49:32.633-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><title type='text'>Rekruitmen Tim Khidmat DT Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SSZcMhVqFQI/AAAAAAAAAT4/dhLbFJ3AOGs/s1600-h/brosur+rekrut+tim+khidmat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 291px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SSZcMhVqFQI/AAAAAAAAAT4/dhLbFJ3AOGs/s400/brosur+rekrut+tim+khidmat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271001784061138178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6268732550539563919?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6268732550539563919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6268732550539563919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/11/rekruitmen-tim-khidmat-dt-jakarta.html' title='Rekruitmen Tim Khidmat DT Jakarta'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SSZcMhVqFQI/AAAAAAAAAT4/dhLbFJ3AOGs/s72-c/brosur+rekrut+tim+khidmat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-24934775526594549</id><published>2008-11-13T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T02:29:56.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Ralat Kajian Majelis Sehati</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRz7J0CKrNI/AAAAAAAAATw/E3p6MiuYRJ8/s1600-h/meeting.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268361810121764050" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRz7J0CKrNI/AAAAAAAAATw/E3p6MiuYRJ8/s200/meeting.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sahabat-sahabat, berikut ralat kajian Majelis Sehati :&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 14 Desember 2008 jam 12.00 – 15.00 WIB&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Ihsan Hakim.&lt;br /&gt;Tema : Benarkah Jodoh Tak Kunjung Tiba Merupakan Takdir?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 28 Desember 2008 jam 12.00 – 15.00 WIB&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Miftahuddin&lt;br /&gt;Tema : Memahami Poligami Dengan Benar.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua kajian diselenggarakan di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I, dekat Gedung AKA. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Informasi, silakan hubungi langsung tidak lewat SMS ke 08158018156 / 021-50212373 dengan Rico Atmaka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wassalamu'alaikum wr.wb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rico Atmaka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-24934775526594549?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/24934775526594549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/24934775526594549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/11/kajian-majelis-sehati-dt-jakarta.html' title='Ralat Kajian Majelis Sehati'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRz7J0CKrNI/AAAAAAAAATw/E3p6MiuYRJ8/s72-c/meeting.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8068397846478434159</id><published>2008-11-05T21:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T21:52:03.321-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Hijablah Diri-Diri Kalian!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRKF3Yn3UHI/AAAAAAAAATo/-a6wiLFxcCA/s1600-h/muslimah-pic.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265418100898484338" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 189px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRKF3Yn3UHI/AAAAAAAAATo/-a6wiLFxcCA/s200/muslimah-pic.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh Abdul Erwin Baso&lt;br /&gt;(Menjumpai kakak dan adik perempuanku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirahmaanirrahiim..&lt;br /&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur:31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My dear sisters,…Telah sampai padaku ilmu tentang empat orang wanita yang harus aku, sebagai lelaki, pertanggung jawabkan di “yaumil akhir” nanti, mereka adalah…Ibu, saudara perempuan, isteri dan anak-anak perempuanku.&lt;br /&gt;My dear sisters,…Banyak hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian, hal yang mungkin juga sudah kalian ketahui, entah dari buku yang kalian baca, pengajian yang kalian ikuti dan dengarkan, atau yang lebih mutakhir..email dan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kali ini aku ingin mengulanginya lagi, harap jangan kalian gusar, ini hanya sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawabku, sebagaimana Allah telah tetapkan untukku.Seandainya aku abaikan, ketakutanku hanya satu, kemurkaan-Nya.Oleh karena itu, tolonglah aku dari murka-Nya, dengan membaca dan meresapkan apa yang akan aku sampaikan ini, agar merasuk kedalam kalbu, menetap didalam hati, dan berbuah amaliyah yang abadi.&lt;br /&gt;My dear sisters,…Hidup kita dibatasi waktu, usia kita bertambah sedangkan jatah hidup kita berkurangsadarkah bahwa kita pastinya akan kembali menjumpai-Nya, Pencipta Yang Agung dan Maha Segala? sudahkah kita siapkan segala sesuatunya?Bukan harta benda, bukan pangkat kedudukan, bukan pula gelar kebangsawanan…Tidak..bukan itu semua…tapi Taqwa!!Yaa…Taqwa…hanya ketaqwaan itu yang akan menyelamatkan kita, kini dan nanti, dunia akhirat.&lt;br /&gt;Aku sangat paham bahwa kalianpun sudah mengetahui hal ini, tapi sudahkan kalian memulai mengayun langkah berjalan menuju Taqwa?sudahkan pengetahuan itu membawa kepada kesadaran bahwa hidup kita bisa berakhir kapan saja…bahkan mungkin detik ini….dan jika saat itu datang, mungkinkah diraih “khusnul khotimah” jika tidak kita persiapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My dear sisters,…Aku sadar dan mengerti jika kalian menganggap bahwa aku sendiri belumlah pantas menyandang gelar taqwa dan untuk itu belum pantas menasihati kalian…dan itu benar, akupun teramat sadar akan hal itu…aku belum separuh jalan menuju taqwa, bahkan seperempatnya pun belum…jauh..masih jauh dari taqwa sebagaimana tuntunan Nabi kitahanya saja Rasulullah sendiri telah bersabda, “Ballighu anni walau ayyah" (Sampaikanlah apa yang kalian dapat dariku walau hanya satu ayat)...sedangkan Allah berfirman " . . . .Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah . . . . " [Al Hasyr:7]Kini aku sampaikan kepada kalian, walau “hanya” soal Taqwa, walau hanya satu ayat...renungilah...bawalah dalam tidur malam kalian yang panjang...tadaburilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, setiap jam, setiap detik dalam hidupkuTak sekejappun aku lupa akan kalian, sebagai bagian dari hisabku dihadapanNya kelak…Ketahuilah, lebih mudah bagiku menyampaikan kebenaran kalam-kalam Nya dan sunnah-sunnah rasulNya kepada Ibu, Istri dan anak-anakku..Itu karena Ibu dan anak-anakku berada pada masa yang berbeda dengan kita…Pada ibu, hormat dan kasihku sudah sampai padanya sebelum aku berbicara, karena keluasan hati dan pengalamannya…Bagi anak-anakku, aku adalah panutan yang harus di gugu dan ditiru..dengan seijin Allah, aku berusaha menjadi sebagaimana aku mengharapkan mereka menjadi sesuai harapan kami, orangtua merekaSedangkan istriku,…InsyaAllah dia sangat paham bahwa mematuhi saya, selama tidak menyekutukanNya, adalah bentuk pengabdian yang akan membawa dia ke Jannah Nya..Akan halnya kalian, adik dan kakakku….usia kita tidaklah terpaut jauh...jaman kita sama…pendidikan kita setara…pergaulanlah yang membedakan kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, adikku…kakakku…pahamilah…aku berusaha untuk tidak menggurui kalianAku tidak melebihi dari kalian sebagai hambaNyaAnggaplah aku teman yang sekedar mengingatkan kalian sekaligus mengingatkan dirinya sendiri..Bahwa hanya Taqwa yang memungkinkan kita berada bersama rasul-rasul dan orang-orang saleh..Dan pakaian taqwa yang langsung membedakan perempuan-perempuan kekasihNya dengan yang bukan adalah Hijab!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tolonglah aku untuk menolong jiwa kalian,…Hijablah diri-diri kalian…sesungguhnya itu lebih baik dari dunia dan seisinya…Tidak, sekali-kali aku tidak memerintah kalian,..tidak…bukan aku, tapi Dia, Allah Tuhan segala Illah!Dia yang memerintahkan, RasulNya yang menyampaikan, dan aku sekedar penyambung lidah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My dear sisters,…Telah aku sampaikan kalimatNya,…Kini terserah pada kalian, apakah bersedia memenuhi dan meninggikan seruanNyaAtau menjalani kehidupan “sewajarnya” menurut anggapan kalian dan sebagian besar umatHijab adalah wajib bagi kalian perempuan sebagaimana wajibnya Sholat…Hijab bukan sunnah, bukan pula adat istiadat,…bukan.. Janganlah kebiasaan dan kewajaran dunia melampaui apa-apa yang telah ditetapkanNya. Jalani hidup mengikuti aturan-aturanNya dan sunnah rasulNyaMaka keselamatan dunia akhirat ganjarannya&lt;br /&gt;Dia, Allah, pemilik semesta dan seisinya..sudah sepantasnyalah kita berhukum dengan hukum-hukumNya..Maka kebenaran hukum manakah yang kalian pilih?&lt;br /&gt;Dia, Allah, pemilik sah diri dan jiwa manusia…kepadaNyalah sebenar-benar kita akan kembali..Maka kemana kalian akan sembunyi jika maut datang meminang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-weblog.blogspot.com/2008/11/hijablah-diri-diri-kalian.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8068397846478434159?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8068397846478434159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8068397846478434159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/11/hijablah-diri-diri-kalian.html' title='Hijablah Diri-Diri Kalian!'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRKF3Yn3UHI/AAAAAAAAATo/-a6wiLFxcCA/s72-c/muslimah-pic.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2784890785102552904</id><published>2008-11-04T22:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T02:24:30.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walimah'/><title type='text'>Bukan Pernikahan Biasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRF0TceCnXI/AAAAAAAAATY/YPJmpoq--kk/s1600-h/pernikahan.jpeg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265117316781350258" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 164px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRF0TceCnXI/AAAAAAAAATY/YPJmpoq--kk/s200/pernikahan.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh Cahaya Khairani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keberhasilan dakwah seorang aktifis salah satunya dapat dilihat dari bagaimana ia menikah”&lt;br /&gt;Tidak sedikit mereka yang disebut atau menyebut dirinya sebagai aktifis dakwah, lantang menyerukan syariat islam, gigih menjaga adab pergaulan dan ketat dalam menutup aurat kemudian menjadi luntur seketika saat mereka melakukan pernikahan. Acara pernikahan menjadi momen yang membolehkan hal-hal yang semula dipegang teguh oleh para aktifis dakwah, seperti tidak ikhtilat dan tidak tabarruj (bagi akhawat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya menghadiri undangan walimah para aktifis dakwah, sangat sedikit sekali dari mereka yang tetap menjaga atau memegang teguh apa yang mereka dakwahkan. Tiba-tiba di atas pelaminan mereka menjadi sosok yang sangat berbeda, bukan sosok aktifis dakwah yang sehari-hari saya kenal. Sosok aktifis yang tidak mengenal tabarruj, pada hari pernikahan justru berdandan dengan sangat berlebihan, muka dibedaki sebanyak 5 lapisan, pipi, bibir dan kelopak mata diberi warna-warna mencolok, alis dicukur dan tidak ketinggalan bulu mata palsu. Tidak hanya tabarruj, jilbab yang semula selalu lebar dengan pakaian yang menutup rapat seluruh aurat tiba-tiba saat pernikahan berubah menjadi jilbab minimalis dengan pakaian pengantin (umumnya kebaya) ketat menonjolkan aurat yang sebelumnya tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada seorang ukhti yang saya kenal sebagai pentolan aktifis dakwah kampus, memegang segudang amanah dan mempunyai banyak binaan membiarkan wajah dan tubuhnya didandani oleh perias Waria yang sejatinya adalah laki-laki. Lebih parah lagi, seorang teman saya bercerita ada seorang ukhti yang membuka jilbabnya saat ia menikah. Seorang ustadz juga pernah bercerita ketika beliau menghadiri walimah pasangan aktifis, pengantin perempuan menggunakan jilbab berwarna hitam yang dimasukkan ke bajunya sehingga yang tampak hanya bentuk kepalanya, kemudian di atas jilbab hitam itu dililitkan ronce melati sehingga tampak seperti tidak menggunakan jilbab.&lt;br /&gt;Dalam mengatur tamu pun sebagian para pengantin aktifis ini tidak memisahkan antara tamu lelaki dengan tamu perempuan seperti yang mereka lakukan ketika mengadakan acara-acara pengajian, rapat, seminar ataupun demonstrasi. Hari pernikahan seolah menjadi dispensasi untuk membolehkan apa yang tidak boleh, toh sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh amat sangat disayangkan. Padahal bila kita menyadari, momen pernikahan adalah juga merupakan syiar islam yang seharusnya ditegakkan oleh mereka para aktifis dakwah. Acara pernikahan yang dilaksanakan secara syar’i sesungguhnya dapat menjadi teladan bagi para tamu undangan yang hadir pada saat itu. Pernikahan seorang aktifis dakwah seharusnya bukan pernikahan biasa. Saya sangat menyesalkan bila proses menuju pernikahan yang telah dilakukan dengan begitu islami dari ta’aruf kemudian khitbah, pada akhirnya hanya menjadi sebuah acara pernikahan biasa layaknya pernikahan masyarakat pada umumnya, padahal hanya kurang satu langkah lagi menuju sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bukan para aktifis dakwah yang mengenalkan tata cara pernikahan secara islami melalui acara pernikahan mereka kepada masyarakat, lalu siapa lagi…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang sering terjadi dikalangan aktifis adalah terlalu sibuknya mereka dengan begitu banyak agenda dakwah sehingga tidak punya waktu untuk melakukan pendekatan pada keluarga akan hal ini, bahkan tidak sedikit yang melakukan pemberitahuan secara mendadak pada orang tua bila mereka ingin menikah tanpa memberikan pembelajaran sebelumnya mengenai bagaimana tata cara pernikahan dalam islam sejak ta’aruf, khitbah, hingga acara pernikahan itu sendiri. Sehingga dapat dipastikan keluarga akan menolak mentah-mentah bila tata cara pernikahan berbeda dengan apa yang telah umum di masyarakat, akibatnya mereka akan memaksa sang anak melakukan seperti apa yang mereka kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu hendaknya para aktifis ketika memutuskan menikah tidak hanya mempersiapkan diri mereka secara lahiriah dan batiniah akan tetapi juga mempersiapkan keluarga mereka terutama kedua orang tua.jauh-jauh hari sebelumnya.Bukankah berdakwah pada keluarga juga merupakan kewajiban ? Walaupun banyak juga diantara aktifis yang telah berjuang keras melakukan berbagai pendekatan, berdakwah pada keluarga dengan sekuat tenaga namun belum (bukan tidak) berhasil dalam dakwahnya, kemudian mau tidak mau harus mematuhi keinginan orang tua dalam hal pernikahan, yang demikian ini lebih baik dalam pandangan Allah daripada mereka yang hanya pasrah dan tanpa penyesalan menikmati tiap detik acara pernikahan yang sesungguhnya mereka ketahui adanya ketidakbenaran di dalamnya. (chy-kh 10/28/2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2784890785102552904?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2784890785102552904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2784890785102552904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/11/bukan-pernikahan-biasa.html' title='Bukan Pernikahan Biasa'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SRF0TceCnXI/AAAAAAAAATY/YPJmpoq--kk/s72-c/pernikahan.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6872975160757707788</id><published>2008-10-29T03:28:00.000-07:00</published><updated>2008-11-05T21:52:20.331-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dauroh Sehati'/><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SQg---liDaI/AAAAAAAAATI/1JqGRquTmW0/s1600-h/thanks-1.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262525416255655330" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 140px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SQg---liDaI/AAAAAAAAATI/1JqGRquTmW0/s200/thanks-1.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sahabat-sahabat, saya selaku koordinator Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta mengucapkan banyak terima kasih, kepada para peserta Dauroh Silaturahim Sehati, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sabtu-Ahad, 25-26 Oktober 2008, di Cilember, Puncak, atas kesediaannya mengikuti acara tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mohon maaf atas segala kekurangan selama acara tersebut berlangsung. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mohon saran dan kritik, agar acara Dauroh Sehati dapat diselenggarakan dengan lebih baik lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wassalamu'alaikum, wr.wb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rico Atmaka - 08158018156 / 98603024&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;YM-ID : daddy_zahirah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;webblog : www.majelissehati.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6872975160757707788?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6872975160757707788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6872975160757707788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/10/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SQg---liDaI/AAAAAAAAATI/1JqGRquTmW0/s72-c/thanks-1.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-170864559634620762</id><published>2008-10-23T03:06:00.000-07:00</published><updated>2008-11-05T21:52:29.260-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Berubah Setelah Jadi Ibu, Why Not ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SQBN70UeWHI/AAAAAAAAATA/kSNC0ZFXrAI/s1600-h/ibu-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 208px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SQBN70UeWHI/AAAAAAAAATA/kSNC0ZFXrAI/s320/ibu-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260290054820878450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;Ratih Nuraini Lathifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;           &lt;p&gt;Bersiaplah para gadis untuk menjadi ibu, berarti anda akan masuk dalam dunia yang penuh dengan warna. Begitu kita menapakkan kaki masuk ke dalam dunia ibu maka warna-warninya akan mulai terasa. Akan ada sejumlah perubahan menanti, yang paling utama perubahan ritme hidup dari ritme seorang diri kemudian harus berbagi waktu dengan suami dan anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti halnya anda, sayapun sebelumnya tidak membayangkan akan adanya perubahan besar dalam hidup saya ketika melangkahkan kaki di dunia ibu. Yang saya tangkap beberapa dari perubahan itu justru bernilai positif dan banyak memberikan manfaat bagi hidup saya. Sebagai contoh, sebelum menikah dan punya anak, saya tergolong orang yang pragmatis, lebih menyukai makanan yang dibeli dari warung ketimbang masak sendiri. Di samping karena pagi hingga sore saya bekerja dan mendapatkan makanan di kantor, praktis saya tidak pernah menyalakan kompor di kos-kosan hatta hari sabtu-minggu saya libur bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi setelah menikah, terlebih punya anak, mau tidak mau saya harus menyediakan makanan untuk suami dan anak. Lucunya, saya bukan orang yang gampang merelakan anaknya makan jajanan di luar. Saya terlalu khawatir bila anak saya lebih menyukai masakan di warung ketimbang masakan rumah seperti halnya saya dulu. Tapi tentu saja ini semua beralasan, saya khawatir akan efek bumbu-bumbu penyedap yang hampir selalu kita temui di setiap masakan warung. Terlebih, anak saya baru berumur 16 bulan, yang jika dibiasakan mengkonsumsi makanan berbumbu penyedap sejak dini, maka efeknya akan menumpuk di kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya termasuk orang yang merasakan sendiri dampak bumbu penyedap dan pengawet, saat ini saya mengidap beberapa penyakit yang salah satu pantangannya adalah bumbu penyedap dan pengawet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lain lagi dengan style saya ketika bepergian. Dulu sebelum menikah dan punya anak, kemanapun saya pergi dan untuk berapa lamanya saya usahakan hanya membawa satu tas pakaian. Tapi kini, setelah punya anak tentu mustahil bila yang dibawa hanya satu tas saja. Saya harus membawakan pakaian ganti suami dan anak, ditambah lagi perbekalan makan dan perlengkapan susu botol lengkap dengan termos mininya plus mainan sebagai persiapan supaya anak tidak rewel di jalan. Awalnya kebiasaan baru ini merepotkan, karena saya telah terbiasa dengan bawaan yang sedikit, tapi lama-kelamaan justru rasanya ada yang kurang bila bawaan tidak seperti biasanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memilih untuk menjadi seorang ibu juga berarti menyiapkan jam kerjanya selama 24 jam sehari. Perubahan ritme dan pola hidup ini berkaitan dengan tugas-tugas kerumahtanggaan dan tugas sebagai ibu yang datang silih berganti. Itu juga mempengaruhi acara istirahat di malam hari, sebelum menjadi ibu tentu tak ada yang menyebabkan jeda istirahat di malam hari. Bangun sebelum subuh sudah menjadi kebiasaan saya sejak sebelum menikah, tapi siapa yang sangka kalau kemudian setelah menikah, si kecil membangunkan kita di tengah malam hanya karena minta susu ataupun popoknya sudah waktunya diganti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi keluarga kami, sebenarnya ada shift jaga malam antara saya dan suami. Alhamdulillah suami saya termasuk orang yang luwes dalam menghadapi situasi apapun bersama si kecil, sehingga untuk urusan di malam hari tak ada kendala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu hal lagi yang berubah dari diri saya, barangkali saya dituntut untuk lebih sabar dan telaten dalam mengerjakan sesuatu. Dulu, ketika saya bekerja kantoran senantiasa ingin sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugas saya, sehingga saya dapat mengerjakan tugas-tugas lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kini, untuk menyuapi makan si kecil saja saya butuh waktu kurang lebih 1-2 jam! Itupun selalu dilalui dengan acara jalan-jalan keluar rumah. Awalnya terasa membosankan menghadapi si kecil yang kadang susah makan, tapi alhamdulillah seiring dengan waktu saya mulai memahami trik-trik menarik minat si kecil untuk makan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali itulah sekelumit perubahan yang mulai nampak dalam hidup saya, yang jika dilihat dari usia lamanya menjadi ibu masih dalam hitungan bulan. Tentu juga belum serumit ibu-ibu yang memiliki anak lebih dari satu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika ingin survive dalam menghadapi hidup ini, kita memang dituntut untuk dinamis, setiap saat siap untuk berubah. Tentunya perubahan itu menuju sikap yang lebih positif. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia termasuk orang yang bangkrut, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang merugi, barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Dedicate to: my lovely husband and my son You are my inspiration, thanks to all&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-170864559634620762?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/170864559634620762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/170864559634620762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/10/berubah-setelah-jadi-ibu-why-not.html' title='Berubah Setelah Jadi Ibu, Why Not ??'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SQBN70UeWHI/AAAAAAAAATA/kSNC0ZFXrAI/s72-c/ibu-2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8722645157663048274</id><published>2008-10-17T03:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T04:29:55.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DownLoad'/><title type='text'>DownLoad Ipin and Upin</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SPhi_Q_7qnI/AAAAAAAAASw/l5E4Mq5ENVw/s1600-h/upinipin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258061403989453426" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SPhi_Q_7qnI/AAAAAAAAASw/l5E4Mq5ENVw/s320/upinipin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Upin dan Ipin adalah film animasi yang dibuat oleh Les Copaque, sebuah industri media di Selangor, malaysia. Upin dan Ipin punya episode terbaru. Film animasi keluarga ini menceritakan tentang kehidupan 2 orang anak malaysia dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam film animasi ini dimunculkan etnik-etnik yang ada di Malaysia. Ada Etnik Melayu, China maupun India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Animasi ini dirilis tahun lalu dan diputar secara berseri di TV9 Malaysia. Episode terbaru kali ini juga diputar secara berseri di TV 9 pada bulan Ramadhan 1429H.Film ini sangat mendidik bagi anak-anak ditengah bersaingnya animasi-animasi yang sarat dengan nilai kekerasan. Animasi yang beredar sekarang pun tidak hanya dipersembahkan untuk anak-anak tetapi juga untuk kalangan remaja maupun dewasa.Ditengah kerinduan animasi Indonesia setelah hilangnya serial Si Unyil yang pernah ditayangkan di TVRI dan mendapat sambutan yang sangat bagus dan setelah diberhentikannya tokoh boneka Si Komo karena bikin macet jalan, kini kita dihadirkan suatu tayangan anak yang cukup menarik dari negeri Jiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bahasanya menggunakan bahasa Melayu, namun tidak sulit untuk memahami jalan ceritanya. Banyak penggemar Upin dan Ipin yang menunggu kelanjutan serial ini. Halaman Upin dan Ipin di Youtube sudah merilis beberapa seri Upin dan Ipin. Dan kembali, saya acungkan jempol untuk animator Upin dan Ipin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258061412227072226" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SPhi_vr7wOI/AAAAAAAAAS4/RcF9-u8M0ZY/s320/upindanipin_tadika.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Download Upin dan Ipin Episode Terbaru! Silahkan download Upin dan Ipin setahun kemudian di link bawah ini. (Updated!) Horee… Semua Episode Setahun Kemudian sudah selesai ditayangkan. Sekarang tersedia link untuk mendownload full episode Setahun Kemudian.! Download dari sini secara percuma, alias gratis, alias free…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak suka format FLV di Youtube, atau enggan karena kualitas gambar yang beresolusi rendah, bisa download Upin dan Ipin Episode kedua ini dibawah ini (format video : XVid). Rapid versi Free tidak bisa resume dan hanya satu slot server. Bizhat ada 7 Slot Server (lebih cepat) dan bisa Resume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode 1-6 : Untuk yang belum nonton, silahkan lihat di halaman &lt;a title="Youtube Upin dan Ipin" href="http://www.youtube.com/user/upinipinlcp"&gt;Youtube Upin dan Ipin&lt;/a&gt;. Atau pengen langsung download seluruh episode seri yang pertama? &lt;a title="Ipin dan Upin" href="http://www.usaupload.net/d/uxiz35aq25s"&gt;Klik disini&lt;/a&gt;… Ukuran filenya 112.82 MB dan bisa resume download di Download manager…yang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode 7 : Tadika ==&gt; &lt;a title="Episode: Tadika" href="http://rapidshare.com/files/143007944/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep7-Tadika__HQ.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Tadika" href="http://uploads.bizhat.com/file/322308" target="_blank"&gt;Bizhat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 8 : Anak Bulan ==&gt; &lt;a title="Episode Anak Bulan" href="http://rapidshare.com/files/143095923/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep8-Anak_Bulan_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Anak Bulan" href="http://uploads.bizhat.com/file/323055" target="_blank"&gt;Bizhat&lt;/a&gt; (anak bulan dalam Bahasa Indonesia=Hilal?)Episode 9 : Adat ==&gt; &lt;a title="Episode Adat" href="http://rapidshare.com/files/143406265/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep9-Adat_.rar" target="_blank"&gt;Rapid &lt;/a&gt;atau &lt;a title="Adat" href="http://uploads.bizhat.com/file/324118" target="_blank"&gt;Bizhat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 10 : Tamak ==&gt; &lt;a title="Episode Tamak" href="http://rapidshare.com/files/144650955/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep10-Tamak_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Tamak" href="http://uploads.bizhat.com/file/328902" target="_blank"&gt;Bizhat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 11 : Lailatul Qadr ==&gt; &lt;a title="Episode Lailatul Qadar" href="http://rapidshare.com/files/144930128/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep11-Lailatul_Qadr_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Lailatul Qadr" href="http://uploads.bizhat.com/file/330475" target="_blank"&gt;Bizhat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 12 : Kisah Dan Tauladan ==&gt; &lt;a title="Episode: Kisah dan tauladan" href="http://rapidshare.com/files/145253704/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep12-Kisah___Tauladan_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Kisah dan Tauladan" href="http://uploads.bizhat.com/file/330476" target="_blank"&gt;Bizhat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 13 : Sayang Kak Ros ==&gt; &lt;a title="Episode: Sayang Kak Ros" href="http://rapidshare.com/files/149940957/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep13-Sayang_Kak_Ros_.avi" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk Episode 14-18 tersedia dalam format FLV. Silahkan download. Kualitasnya gak jauh berbeda dengan yang di Rapid. Ukuran file lebih kecil dan Anda bisa merubah file menjadi file video lain dengan menggunakan program video converter yang banyak tersedia di Internet! Jika ada format lain yang sudah di upload, akan saya infokan disini!&lt;br /&gt;Episode 14 : Ketupat ==&gt; &lt;a title="Episode Ketupat" href="http://www.youtube.com/watch?v=M8vQCXjYWg8" target="_blank"&gt;YouTube&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Episode Ketupat" href="http://www.youtube.com/watch?v=M8vQCXjYWg8" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Episode Ketupat" href="http://rapidshare.com/files/151758765/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep14-Ketupat_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 15 : Zakat Fitrah ==&gt; &lt;a title="Episode Zakat Fitrah" href="http://www.youtube.com/watch?v=98A1VNQfWSk" target="_blank"&gt;YouTube&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Episode Zakat Fitrah" href="http://www.youtube.com/watch?v=98A1VNQfWSk" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Episode Zakat Fitrah" href="http://rapidshare.com/files/151769492/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep15-Zakat_Fitrah_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 16 : Malam Syahdu ==&gt; &lt;a title="Episode Malam Syahdu" href="http://www.youtube.com/watch?v=6BeD69j0GEs" target="_blank"&gt;YouTube&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Episode Malam Syahdu" href="http://www.youtube.com/watch?v=6BeD69j0GEs" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Episode Malam Syahdu" href="http://rapidshare.com/files/151779799/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep16-Malam_Syahdu_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 17 : Pagi Raya ==&gt; &lt;a title="Episode Pagi Raya" href="http://www.youtube.com/watch?v=YDve-BW7nM4" target="_blank"&gt;YouTube&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Episode Pagi Raya" href="http://www.youtube.com/watch?v=YDve-BW7nM4" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="Episode Pagi Raya" href="http://rapidshare.com/files/151789802/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep17-Pagi_Raya_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Episode 18 : Berkat ==&gt; &lt;a title="Episode Berkat" href="http://www.youtube.com/watch?v=Y9r4gzb19eo" target="_blank"&gt;YouTube&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Episode Berkat" href="http://rapidshare.com/files/151801346/Upin___Ipin_-_Setahun_Kemudian__Ep18-Berkat_.rar" target="_blank"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang suka film animasi ini, tidak ada salahnya juga membeli merchandisenya di &lt;a title="Merchandise Upin dan Ipin" href="http://worldofgeng.com/" target="_blank"&gt;http://worldofgeng.com/&lt;/a&gt;. Tapi sayangnya, harga dalam Ringgit Malaysia. Ngomong-ngnomong, 1 RM itu berapa dollar? Kalau ada yang sudah beli, kasih tahu kualitasnya ya..!(Update tiap ada episode baru, Insya Allah setiap minggu)&lt;br /&gt;Alhamdulillah Sudah semua Episode di Upload.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://sekitarkita.info/ada-apa-upin-dan-ipin-setahun-kemudian.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat2 Sehati yang bermasalah dengan download internet, bisa menghub. Bang Mods.&lt;br /&gt;Smoga bermanfaat dan jadi jalan amal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8722645157663048274?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8722645157663048274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8722645157663048274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/10/download-ipin-and-upin.html' title='DownLoad Ipin and Upin'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SPhi_Q_7qnI/AAAAAAAAASw/l5E4Mq5ENVw/s72-c/upinipin.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6533064195183317759</id><published>2008-10-10T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T23:49:19.861-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Ketika Hidayah Itu Datang</title><content type='html'>Kemarin malam, adik saya sms dan bilang kalau ada temannya perempuan yang ingin memakai jilbab. Adik saya bertanya apa yang perlu disiapkan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Dengan santai saya balas smsnya begini, yang pertama ya tentu harus ada jilbabnya, terus pakai bajunya gak boleh ketat dan lengan panjang dan jilbab menutup dada, gak boleh pakai celana ketat karena percuma saja kepala di tutup tapi bokong (maaf) terlihat. Gak boleh berduaan dengan seseorang yang bukan muhrimnya. he..he..&lt;br /&gt;Adik saya balas sms lagi, Haa? Segitunyakah? Gak bisa ditawar lagi?&lt;br /&gt;Itu dah harga mati, gak bisa ditawar lagi makanya harus benar-benar ikhlas dan tulus, kalau cuma sekedar identitas sebagai muslimah lebih baik nggak usah daripada ntar nyesal dan bongkar pasang, balas saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nggak kepanasan kalau pake jilbab kaya gitu? Tanyanya lagi.&lt;br /&gt;He..he.. ternyata dia ngerti kalau jilbab yang saya rekomendasikan adalah jilbab atau kerudung ukuran minimal L seperti yang selalu saya kenakan sehari-hari.&lt;br /&gt;Insyaallah nggak. Lagian sekarangkan banyak jenis jilbab atau kerudung yang bahan atau kainnya kaos yang nggak bikin panas tapi memang sih kalau nggak dicoba dulu nggak akan tau gimana enaknya pake jilbab. Sekali lagi yang penting adalah ikhlas, saya membalas smsnya sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu tidak ada balasan lagi dari adik saya.&lt;br /&gt;Jadi ingat dulu waktu pertama kali saya memutuskan memakai jilbab. Gara-gara teman kerja saya dari aceh yang ngomporin supaya saya dan Mbak Endang (kasir di kantor saya dulu) untuk pakai jilbab. Waktu itu dia pernah nanya kenapa saya dan mbak Endang gak kerudungan. Kami berdua kompak bilang kalau kami belum siap dan belum dapat hidayah hikss.. Beneran nih saat itu belum terpikir oleh saya untuk kerudungan. Terus teman saya tadi dengan santainya nanya kapan siapnya? Kalau besok dah gak dikasih umur lagi apa mau meninggal dalam keadaan "telanjang" tanpa jilbab? Perempuan wajib lho menutup aurat, katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa berkata-kata lagi. Ya Allah, saat itu saya merasa benar-benar seperti merasakan pukulan dari segala penjuru. Tiba-tiba ada ketakutan yang muncul dikepala saya. Ketakutan akan hari kematian yang saya tidak tau kapan datangnya. Bagaimana kalau umur saya ternyata tidak sampai besok hari? Apa yang harus saya lakukan?&lt;br /&gt;Kaki ini terasa tak kuat menopang tubuh saya. Langsung saya tinggalkan teman tadi sambil diiringi oleh tatapan herannya. Sampai jam kerja selesai kalimat dari teman saya tadi masih terngiang-ngiang ditelinga bahkan di rumah pun kalimatnya tadi tidak bisa saya lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya Mbak Endang menelpon saya dan nanyain apa saya memakai jilbab atau nggak. Dengan mantap saya jawab iya. Ternyata Mbak Endang juga memutuskan untuk mengenakan jilbab.&lt;br /&gt;Sampai di kantor boss saya terkejut melihat saya mengenakan kerudung. Tapi dengan kenekatan saya yang berada di level tiga ratus enam puluh  derajat segala ucapan dan komen saya abaikan. Begitu juga besok, besok dan besoknya lagi. Setelah tiga hari sudah tidak ada lagi komentar-komentar. Haaa… saya sudah mulai terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bisa mengendalikan situasi maksudnya setelah saya terampil menjepit jilbab saya mulai mencoba cara-cara baru dalam penampilan jilbab. Saya bahkan sempat memakai jilbab seperti yang dilakukan oleh Inneke Koesherawati sampai-sampai adik saya bilang kalau saya seperti orang mau bunuh diri karena mengingkat kerudung di leher. Beberapa bulan kemudian saya mulai mengganti lagi model kerudung saya alasannya adalah karena agak ribet dan makan waktu lama di kamar mandi. Kali ini saya pilih yang simple saja.saya memakai kerudung ukuran s jadi nggak perlu diikat dan gak kebesaran. Pelan-pelan saya mengganti lagi ukuran kerudung menjadi lebih besar dan menutup dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh, semuanya berawal dari ucapan teman saya yang secara tidak sengaja telah membuat saya terpental dan merasa ketakutan luar biasa sehingga saya mengambil keputusan besar. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada sedikitpun penyesalan akibat dari keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersujud padamu Allah karena telah memberikan hidayahmu padaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6533064195183317759?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6533064195183317759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6533064195183317759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/10/ketika-hidayah-itu-datang.html' title='Ketika Hidayah Itu Datang'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-3766510204301434455</id><published>2008-10-06T01:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T01:22:48.611-07:00</updated><title type='text'>Mohon Maaf Lahir dan Bathin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SOnJiVH08UI/AAAAAAAAARg/5CtXjYg5ON4/s1600-h/lebaran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253952031927103810" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="291" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SOnJiVH08UI/AAAAAAAAARg/5CtXjYg5ON4/s320/lebaran.jpg" width="207" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Taqabbalallahu Minna Wa Minkum&lt;br /&gt;Shiyamana Wa Shiyamakum&lt;br /&gt;Taqabbalallahu Minna Wa Minkum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;MINAL AIDzIN WAL FAIdZIn&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1426 H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Smoga Alloh menerima sgala amal ibadah, mengampuni sgala dosa, mengabulkan sgala doa, membebaskan dari api neraka dan menjadikan kita manusia yg bertaqwa.&lt;br /&gt;Amieen...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-3766510204301434455?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3766510204301434455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3766510204301434455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/10/mohon-maaf-lahir-dan-bathin.html' title='Mohon Maaf Lahir dan Bathin'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SOnJiVH08UI/AAAAAAAAARg/5CtXjYg5ON4/s72-c/lebaran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7496268605703054186</id><published>2008-09-10T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T03:00:43.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dauroh Sehati'/><title type='text'>Dauroh Silaturahim Sehati 2008</title><content type='html'>Assalamu'alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta mengundang seluruh anggota, mantan anggota dan jamaah Majelis Sehati untuk mengikuti acara Dauroh Silaturahim Sehati 2008 di :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat : Perkemahan Curug Cilember, Puncak&lt;br /&gt;Hari / Tanggal : Sabtu-Ahad, 25-26 Oktober 2008&lt;br /&gt;Acara Utama Halal Bi Halal Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;-         Kajian&lt;br /&gt;-         Tahajjud dan Muhasabah Alam Terbuka&lt;br /&gt;-         Fun Games dan Hiking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Investasi : Rp. 175.000,- (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah), sudah termasuk transportasi, tiket masuk, sewa perlengkapan kemah (tenda, lampu, alas tidur dan sleeping bag), serta konsumsi (makan tiga kali dengan sistem kebersamaan).&lt;br /&gt;Tempat terbatas hanya untuk 100 orang.&lt;br /&gt;Syarat dan ketentuan :&lt;br /&gt;1. Siapapun boleh mengikuti acara ini dengan usia minimal 18 tahun. Akhwat wajib berjilbab dan ikhwan dilarang merokok selama mengikuti acara dauroh.&lt;br /&gt;2. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS setelah melakukan transfer biaya investasi ke rekening:&lt;br /&gt;BCA 3080065280 atas nama Ismail Satya Atmaka&lt;br /&gt;Ketik : DR&lt;spasi&gt;nama lengkap&lt;spasi&gt;usia&lt;spasi&gt;ikhwan/akhwat&lt;spasi&gt;no hp/tlp&lt;br /&gt;Contoh : DR Rico Atmaka 35 I 08158018156&lt;br /&gt;Kirim ke 08158018156 / 98603024&lt;br /&gt;3. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui telepon ke 08158018156 / 98603024 dengan Rico Atmaka atau ke 08159998064 / 93150090 dengan Riri Ismail, setelah transfer biaya investasi.&lt;br /&gt;4. Karena tempat terbatas, peserta yang mendaftar dan melunasi biaya investasi lebih dulu, akan langsung terdaftar sebagai peserta.&lt;br /&gt;5. Pendaftaran ditutup pada Kamis, 16 Oktober 2008 atau jika peserta sudah mencapai 100 orang.&lt;br /&gt;6. Pembatalan hanya dapat dilakukan sebelum tanggal 16 Oktober 2008 hingga pukul 12.00 WIB. Lewat dari tanggal dan jam tersebut biaya investasi tidak dapat dikembalikan.&lt;br /&gt;7. Informasi lebih lanjut, hubungi langsung tidak lewat SMS dengan Rico – 08158018156 / 98603024 atau Riri – 08159998064 / 92837428 atau Majelis Sehati – 93150090.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlengkapan yang harus dibawa :&lt;br /&gt;a. Kaos dominasi warna putih lengan panjang dan celana/bawahan hitam.&lt;br /&gt;b. Pakaian, baju hangat dan perlengkapan mandi.&lt;br /&gt;c. Makanan / minuman instant tambahan.&lt;br /&gt;d. Obat-obatan pribadi.&lt;br /&gt;e. Dokumentasi pribadi.&lt;br /&gt;f. Sandal jepit dan sandal/sepatu gunung.&lt;br /&gt;g. Payung lipat dan senter/flashlight.&lt;br /&gt;h. Al-Qur'an Terjemahan dan alat tulis.&lt;br /&gt;i. Hadiah senilai maksimal Rp.10.000,- (bukan makanan) dibungkus kertas koran untuk acara tukar kado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta berangkat dari Daarut Tauhiid Jakarta, JL. Cipaku I / 43 pada Sabtu, 25 Oktober 2008, pukul 07.30 WIB. Mohon maaf, DT Jakarta dan Tim Majelis Sehati tidak menerima penitipan kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum,wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka 08158018156 / 021-98603024 / R-021-93698493 / R-021-8412695&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta&lt;br /&gt;YM-ID : daddy_zahirah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7496268605703054186?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7496268605703054186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7496268605703054186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/09/dauroh-silaturahim-sehati-2008.html' title='Dauroh Silaturahim Sehati 2008'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4550787344499641689</id><published>2008-09-08T01:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T02:09:34.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Agenda Kegiatan Pesantren DT Bandung September 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SMTrorsA_dI/AAAAAAAAARQ/jICvirlJxUk/s1600-h/Agenda+Kegiatan+DT+Bandung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243574950320733650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SMTrorsA_dI/AAAAAAAAARQ/jICvirlJxUk/s400/Agenda+Kegiatan+DT+Bandung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SMToCEmySuI/AAAAAAAAAQ4/CiLjMRRVRH0/s1600-h/Agenda+Kegiatan+DT+Bandung.jpg"&gt;&lt;/a&gt;-&gt; lebih jelas klik picture &lt;- &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4550787344499641689?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4550787344499641689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4550787344499641689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/09/agenda-kegiatan-pesantren-dt-bandung.html' title='Agenda Kegiatan Pesantren DT Bandung September 2008'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SMTrorsA_dI/AAAAAAAAARQ/jICvirlJxUk/s72-c/Agenda+Kegiatan+DT+Bandung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-884149531416176633</id><published>2008-09-04T00:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T01:04:20.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Jilbabku Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL-U1rGn8UI/AAAAAAAAAQw/0EYe2q98x28/s1600-h/SA-hijab-30_prod.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242072141107032386" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL-U1rGn8UI/AAAAAAAAAQw/0EYe2q98x28/s200/SA-hijab-30_prod.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Faridah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kupandangi penampilanku yang baru, perasaan senang, bangga, sesal muncul satu persatu dilubuk hati ini. Entahlah…semua tampak lebih sempurna. Memang, jilbab bukanlah hal baru dalam hidupku, tapi kenyataan hari ini telah membuka mataku bahwa inilah sebenarnya busana muslimah sejati. Jilbab yang lebar menutup dada, baju longgar hingga paduan rok yang longgar pula mampu menjadikan seorang mahluk yang bernama perempuan lebih bermartabat dan menawan tanpa harus pamer kemolekan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi aku kagum dengan diriku, “kenapa ngga’ dari dulu-dulu ya kamu kayak gini?” pertanyaan itu kulontarkan pada bayanganku dicermin. Dengan tekat yang bulat dan niat yang kuat seolah aku ingin mengatakan pada semua, bahwa mulai hari ini aku ingin menjadi muslimah yang senantiasa menjaga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini teman-teman mengadakan acara makan bersama, akupun hadir dalam acara itu, karena aku adalah bagian dari gank mereka. Meski di antara kami hanya aku dan seorang temenku yang menggunakan jilbab. Namun jilbab itu tak ubahnya hanya kain penutup kepala bukan penutup aurat. Layaknya remaja muslim kebanyakan yang suka mengikuti tren jilbab terbaru.&lt;br /&gt;Kenangan semasa disekolah menengah memang sulit untuk dilupakan. Begitu indah. Tapi bagiku itu tidak berlangsung lama karna jika aku terkenang masa itu hanya membuat aku merasa tersudut sebagai muslimah remaja yang bersekolah di madrasah, namun tak mengerti apa makna dari jilbab itu sendiri. Malu rasanya mengenang masa-masa itu, di mana aku dan teman-teman pria bebas bermain bersama tanpa ada batas. Padahal kami sudah baligh dan sudah sepatutnya menjaga diri dari melakukan hal-hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, setelah aku lulus madrasah. Serta merta kedua orang tuaku berniat memasukkan aku kepesantren. Tidak lain hanyalah mereka ingin agar aku tidak bergaul bebas dan dapat menambah pengetahuanku tentang agama Islam. Agama yang sudah kuanut dari kecil. Tapi lagi-lagi aku masih suka bergaul dengan teman-teman pria di banding bergaul dengan teman-teman wanita disaat-saat liburan pesantren. Lagi-lagi aku masih suka memasang jilbab dengan melilitkannya di leherku. Namun meskipun begitu aku telah istiqomah dalam memakai jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Allah telah memberikanku teman hidup (suami) yang selalu mengingatkan aku untuk memakai jilbab yang benar-benar menutup aurat. Sejak itulah aku mulai sadar akan fungsi jilbab yang sebenarnya, yakni penutup aurat bukan sekedar penutup kepala. Kini aku sering membuka kembali buku-buku atau apapun yang berkaitan dengan indahnya menjalani kehidupan yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat inilah aku dapat merasakan ternyata menggunakan pakaian yang sesuai syariat itu sangat nyaman dan menyenangkan, bahkan sangat risih ketika melihat gadis-gadis remaja yang memakai jilbab tapi pakaian mereka ketat dan mengundang syahwat. Wahai teman-teman muslimah mari kita senantiasa menjadikan jilbab sebagai penutup diri sekaligus penutup hati untuk menuju keridloan Illahi Robbi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-884149531416176633?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/884149531416176633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/884149531416176633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/09/jilbabku-hari-ini.html' title='Jilbabku Hari Ini'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL-U1rGn8UI/AAAAAAAAAQw/0EYe2q98x28/s72-c/SA-hijab-30_prod.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2661058712278261667</id><published>2008-09-02T21:13:00.001-07:00</published><updated>2008-09-02T21:56:59.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Seminar Esensi Haji</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL4ZFINlWYI/AAAAAAAAAQo/nuM2n0J91VE/s1600-h/Flier+Seminar+Esensi+Haji.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241654592200333698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL4ZFINlWYI/AAAAAAAAAQo/nuM2n0J91VE/s400/Flier+Seminar+Esensi+Haji.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL4PNaMXctI/AAAAAAAAAQc/vyumyvIUSws/s1600-h/Flier+Seminar+Esensi+Haji.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2661058712278261667?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2661058712278261667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2661058712278261667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/09/seminar-esensi-haji.html' title='Seminar Esensi Haji'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SL4ZFINlWYI/AAAAAAAAAQo/nuM2n0J91VE/s72-c/Flier+Seminar+Esensi+Haji.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-655129637456419762</id><published>2008-08-26T03:23:00.001-07:00</published><updated>2008-09-02T21:44:16.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Jelang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div&gt;Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat Anggota Majelis Sehati Daarut Tauhiid &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1219745389_0" style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, saya selaku koordinator majelis, atas nama tim Majelis Sehati, mengucapkan &lt;em&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;mohon maaf lahir dan batin&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mari kita sambut bulan Ramadhan kali ini dengan kebeningan dan ketulusan hati. Semoga Allah meridhoi kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka - &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1219745389_1"&gt;08158018156&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1219745389_2"&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-655129637456419762?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/655129637456419762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/655129637456419762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/08/jelang-ramadhan.html' title='Jelang Ramadhan'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-656967845742491212</id><published>2008-08-24T20:15:00.001-07:00</published><updated>2008-09-02T21:44:16.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>8 Tips Sambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;h4 style="MARGIN: 12pt 0in 3pt"&gt;&lt;span class="postedby"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Oleh: &lt;/font&gt;&lt;a title="Profile of Ulis Tofa, Lc" href="http://www.dakwatuna.com/author/ulis"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Ulis Tofa, Lc&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt; &lt;span class="postedby"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com - &lt;/strong&gt;Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan, akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami dengan baik.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdo&amp;rsquo;a selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo&amp;rsquo;a selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.&lt;?xml:namespace prefix ="" o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Berikut kami hadirkan&amp;nbsp;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, &amp;rdquo;&lt;em&gt;Allahuma bariklana fii rajab wa sya&amp;rsquo;ban, wa balighna ramadan&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya&amp;rsquo;ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.&amp;rdquo;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;(HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab &lt;em&gt;Adzkar&lt;/em&gt;-nya berkata: &lt;em&gt;&amp;rdquo;Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.&amp;rdquo;&lt;/em&gt; Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: &lt;em&gt;&amp;ldquo;Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.&amp;rdquo;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;(HR. Ahmad).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. &lt;em&gt;&amp;ldquo;Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.&amp;rdquo;&lt;/em&gt; Muhamad:21.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. &lt;em&gt;&amp;ldquo;Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.&amp;rdquo; &lt;/em&gt;Al-Anbiyaa&amp;rsquo; ayat 7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses &lt;em&gt;tadzkiyatun-nafs &lt;/em&gt;&amp;ndash;pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya &lt;em&gt;taubatan nashuha&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;&amp;ldquo;Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.&amp;rdquo;&lt;/em&gt; An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, &lt;em&gt;&amp;ldquo;Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya.&lt;em&gt; Amin ya Rabbana. &lt;/em&gt;Allahu a&amp;rsquo;lam (io)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-656967845742491212?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/656967845742491212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/656967845742491212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/08/8-tips-sambut-ramadhan.html' title='8 Tips Sambut Ramadhan'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1455594654313814755</id><published>2008-08-13T12:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T02:45:08.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HotNews'/><title type='text'>Pendaftaran Wisata Ta'aruf Sehati Ramadhan ditutup 14 Agustus 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKKqaHh4weI/AAAAAAAAAMs/KCi7gvH70y8/s1600-h/Slide2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKKqaHh4weI/AAAAAAAAAMs/KCi7gvH70y8/s400/Slide2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233933082632438242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Assalamu’alaikum, Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Bersilaturahim, Berwisata, Berilmu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sahabat-sahabat, Majelis Sehati Daarut Tauhiid &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_0" style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;,  menyelenggarakan Wisata Ta’aruf Sehati Ramadhan 1429 H ke Daarut Tauhiid &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_1" style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Insya Allah  diselenggarakan pada:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Sabtu-Ahad, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_2" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;6-7 September  2008&lt;/span&gt;, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biaya  investasi : Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;per  orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Pendaftaran dibuka setiap hari kerja pukul 14.00 – 17.00 WIB mulai  Ahad, 15 Juli 2008 dan ditutup pada Sabtu, 14 Agustus 2008. Kecuali setiap  Kamis, dibuka hingga pukul 20.00 WIB.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Acara ini terbuka untuk umum.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan  syarat-syarat sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peserta usia minimal 18 tahun dan terbuka untuk siapa saja dengan niat  utama berilmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peserta berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendaftaran dapat datang langsung ke Daarut Tauhiid Jakarta, Jl. Cipaku  I/43, dekat pasar Santa, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_3" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Kebayoran  Baru&lt;/span&gt;, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_4" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;Jakarta  Selatan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendaftaran juga dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_5"&gt;08158018156&lt;/span&gt; / &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_6"&gt;08159998064&lt;/span&gt;, ketik :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0.5in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;WISTA &lt;spasi&gt; Nama Lengkap &lt;spasi&gt; no  tlp/hp&lt;spasi&gt;Jenis kelamin L/P &lt;spasi&gt; Usia&lt;/spasi&gt;&lt;/spasi&gt;&lt;/spasi&gt;&lt;/spasi&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0.5in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Contoh : WISTA Asri Nurindah P 33&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;         Pendaftaran juga dapat melalui e-mail ke  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="mailto:rico_atmaka@yahoo.com" target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:rico_atmaka@yahoo.com"&gt;&lt;span lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;rico_atmaka@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; atau ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="mailto:sehati.dtjakarta@yahoo.com" target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:sehati.dtjakarta@yahoo.com"&gt;&lt;span lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;sehati.dtjakarta@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;,  dengan mencantumkan nama lengkap,  usia, jenis kelamin, alamat dan no HP/Telpon dengan subyek : DAFTAR  WISTA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0.5in;" lang="fr-FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Khusus pendaftar lewat SMS dan E-mail akan dihubungi  untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; cara pembayaran biaya investasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="5"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Informasi lebih lanjut hubungi secara langsung (tidak lewat SMS) ke Rico  Atmaka 08158018156 / 021-98603024 atau Majelis Sehati DT Jakarta – 021-93150090  atau 021-7235255.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Acara  :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berangkat dari DT Jakarta pukul 07.00 pada Sabtu, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_7" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;6  September 2008&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kajian  bersama Tim Ust. DT Jakarta dan Bandung, tahajjud, muhasabah, ta'aruf dan  silaturahim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pulang  ke DT Jakarta pada Ahad, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_8" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;7 September 2008&lt;/span&gt;  pukul 14.00 WIB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u&gt;Syarat Pembatalan Keberangkatan Wisata Ta’aruf Majelis Sehati  Sabtu-Ahad,&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u&gt; 6-7 September 2008&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembatalan keberangkatan sebelum tanggal 10 Agustus 2008 hingga pukul  12.00 WIB, biaya Wisata Ta’aruf dikembalikan sepenuhnya, 100%.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembatalan keberangkatan antara tanggal 11 – 24 Agustus 2008, biaya  investasi Wisata Ta'aruf dikembalikan Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu  rupiah). Biaya akan dikembalikan lewat transfer atau diambil langsung pada Ahad,  24 Agustus 2008 hingga pukul 12.00 WIB. Pengambilan biaya yang batal berangkat  harus pada tanggal dan jam yang telah ditentukan. Jika lewat, akan dikenakan  pembatalan butir 3. Pembatalan keberangkatan dapat dilakukan lewat telpon  langsung (tidak lewat SMS) ke 08158018156 dengan Rico  Atmaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembatalan keberangkatan dari tanggal 25 Agustus 2008 hingga saat  keberangkatan pada Sabtu, 6 September 2008, biaya Wisata Ta’aruf dikembalikan  0%. Pembatalan keberangkatan dapat dilakukan lewat telpon langsung (tidak lewat  SMS) ke 08158018156 dengan Rico Atmaka. Peserta yang batal berangkat boleh  digantikan orang lain dengan jenis kelamin sama. Seluruh peserta wajib hadir  pada pengarahan Wisata Ta'aruf Sehati, Ahad 31 Agustus 2008 pukul 10.00 WIB -  selesai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wassalamu’alaikum,wr.wb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rico  Atmaka – 08158018156 / 021-98603024 / R-&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_9"&gt;02193698493&lt;/span&gt; atau 021-8412695&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daarut  Tauhiid Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;HotLine Majelis Sehati – 93150090&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218618261_10"&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1455594654313814755?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1455594654313814755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1455594654313814755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/07/wisata-taaruf-majelis-sehati.html' title='Pendaftaran Wisata Ta&apos;aruf Sehati Ramadhan ditutup 14 Agustus 2008'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKKqaHh4weI/AAAAAAAAAMs/KCi7gvH70y8/s72-c/Slide2.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-3109766561863294130</id><published>2008-08-12T02:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T02:41:46.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Info Muslimah Center DT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Untuk lebih jelas, please klik this picture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKKrh8j0ZKI/AAAAAAAAAM0/CcfcLrJyUXg/s1600-h/Slide1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKKrh8j0ZKI/AAAAAAAAAM0/CcfcLrJyUXg/s400/Slide1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233934316638332066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-3109766561863294130?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3109766561863294130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3109766561863294130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/08/info-muslimah-center-dt.html' title='Info Muslimah Center DT'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKKrh8j0ZKI/AAAAAAAAAM0/CcfcLrJyUXg/s72-c/Slide1.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-209234386510742140</id><published>2008-08-11T03:21:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T04:03:09.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><title type='text'>Jadwal Masjid DT Jakarta bulan Agust2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;- klik this picture for lebih jelas  -&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKAS9Nxp_YI/AAAAAAAAAMQ/ImyFkddoNW4/s1600-h/Jadwal+DT+Agust08.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKAS9Nxp_YI/AAAAAAAAAMQ/ImyFkddoNW4/s400/Jadwal+DT+Agust08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233203609883770242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-209234386510742140?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/209234386510742140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/209234386510742140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/08/jadwal-masjid-dt-jakarta-bulan.html' title='Jadwal Masjid DT Jakarta bulan Agust2008'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SKAS9Nxp_YI/AAAAAAAAAMQ/ImyFkddoNW4/s72-c/Jadwal+DT+Agust08.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7001409630061987533</id><published>2008-08-08T04:16:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T05:15:53.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Mampukah Kita Membalas Cintanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SJwsxFgRHdI/AAAAAAAAAMI/0hpbzHxkQTw/s1600-h/ibu_nganter_ke_sekolah2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 269px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SJwsxFgRHdI/AAAAAAAAAMI/0hpbzHxkQTw/s320/ibu_nganter_ke_sekolah2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232106088900402642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Muhammad Fatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;p&gt;Suatu ketika ada seorang anak yang sangat benci kepada ibunya. Begitu besar kebencian yang dirasakannya terhadap ibunya. Bukan karena ibunya orang yang jahat dan tidak perhatian kepadanya. Tapi semata karena Mata sang ibu cacat sebelah. Ketika sekolah dasar sang anak sering di ejek teman-temannya dengan sebutan anak si buta.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika si Ibu memanggil dan tersenyum kepadanya ketika dia sedang berkumpul dengan temannya. Bukan sebuah senyum yang di dapatkan ibu dari sang anak tapi sebuah sumpah serapah yang dilontarkan si anak. Sang anak berkata di depan ibunya bahwa dia benci punya ibu buta, dia ingin ibunya mati saja. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun dan bulan berganti sang anak telah memiliki keluarga sendiri, selama itu dia tidak lagi pernah bertemu ibunya, karena sejak SMA dia sudah tidak mau tinggal dengan ibunya. Suatu kali sang ibu berkunjung ke rumah anaknya yang ia tahu dari para tetangganya. Ketika sang ibu berada di depan pintu sang anak bukan mempersilahkan masuk tapi malah mengusir dengan cacian dan makian. Sang ibu hanya terdiam dan meninggalkan lokasi dengan wajah sedih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu ketika sang ibu jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Para tetangga mengabarkan pada sang anak. Sang anak tidak merasa sedih sama sekali dengan kepergian ibunya, sampai seorang tetangga memberikan sepucuk surat dari sang ibu kepada anaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam suratnya ibunya hanya mengatakan maaf jika selama ini membuatnya malu. Ibunya juga menceritakan mengapa matanya cacat sebelah. Ketika usia 3 tahun sang anak terjatuh ketika bermain sehingga menyebabkan kebutaan sebelah pada matanya. Karena tidak ingin sang anak buta sebelah maka sang Ibu memberikan matanya untuk anak tercintanya. Dia tidak perduli harus kehilangan sebelah matanya asalkan sang buah hati dapat menjalani kehidupan ini dengan normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di akhir surat sang ibu mengatakan bahwa dia begitu mencintai sang anak dan ingin sekali memeluk erat sang anak sebagaimana dulu ia memeluk erat sang anak yang tergolek lemah ketika terjatuh. Tercekat kerongkongan sang anak ketika membaca, tak kuasa butiran air mengalir dari sudut-sudut matanya, dadanya sesak dipenuhi perasaan haru dan bersalah teramat dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudaraku, tidakkah kita sadar bahwa salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan adalah ketika kita diberikan orang tua. Mungkin banyak di antara kita yang terkadang malu memiliki orang tua yang penampilan fisiknya tidak lagi menarik. Kita begitu malu ketika harus menggandeng tangan ibu kita saat berada di antara teman-teman kita, kita begitu kesal jika ibu atau ayah kita tidak menuruti keinginan kita. Kita terasa berat untuk mengulang kata yang kadang tidak terdengar jelas oleh orang tua kita karena pendengaran mereka telah berkurang. Kita begitu malu ketika harus menerima kenyataan bahwa orang tua kita bukanlah orang yang sempurna, melainkan hanya seorang yang ringkih tubuhnya, lusuh penampilannya dan tidak memiliki sesuatu yang di banggakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi tidakkah kita ingat saudaraku bahwa mereka tak pernah malu menjadi petugas kebersihan yang selalu beregelut dengan sampah hanya karena ingin melihat kita bersekolah sebagaimana anak-anak lainnya. Mereka tidak pernah malu menjadi pedagang kaki lima yang kadang harus berlari tersengal-sengal karena dikejar keamanan kota demi untuk membelikan kita jajanan sebagaimana anak-anak lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan kesehatannya dan terus bekerja membanting tulang demi menafkahi kehidupan kita. Mereka tidak pernah bosan mengulang-ulang kata agar kita pandai bicara. Mereka dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kita, walaupun kita kerap menanyakan hal yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukankah ringkih tubuh mereka karena begitu kerasnya mereka berjuang agar kita dapat hidup lebih baik dari mereka. Bukankah lusuh penampilan mereka karena mereka terlalu sibuk memikirkan iuran sekolah dan kebutuhan hidup kita lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin orang tua kita adalah orang tua yang tidak sempurna, orang tua yang memiliki berbagai macam kekurangan. Mungkin bahasa mereka dalam mengungkapkan cintanyapun tidak sepenuhnya kita pahami. Tapi yakinlah bahwa di antara doa-doa panjangnya, sebagian besar adalah doa untuk kebaikan kita. Disetiap peluh keringatnya semata-mata hanya untuk melihat kita bahagia. Di antara amarah dan larangannya adalah bentuk perwujudan cintanya pada kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku mumpung waktu itu belum tiba, waktu di mana kita hanya bisa menangis penuh sesal di makamnya karena selama hidupnya kita hanya menyusahkannya dan tidak pernah membuatnya bahagia. Waktu di mana kita tidak bisa memeluk erat tubuh ringkihnya yang penuh kehangatan cinta. Waktu ketika semuanya telah terlambat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Datanglah saudaraku, datanglah kepadanya saat ini seraya mencium dengan takzim punggung tangannya, datanglah dengan senyum merekah dan tutur kata yang lemah lembut. Datanglah dengan lirih berbisik bahwa kita begitu mencintainya. Karena bukan dunia dan isinya yang membuat mereka bahagia, tapi bakti kitalah yang membuat senyum bahagia mereka merekah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt; Allahummagfirli waliwali dayya warhamhuma kama rabbayani shagirah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7001409630061987533?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7001409630061987533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7001409630061987533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/08/mampukah-kita-membalas-cintanya.html' title='Mampukah Kita Membalas Cintanya'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SJwsxFgRHdI/AAAAAAAAAMI/0hpbzHxkQTw/s72-c/ibu_nganter_ke_sekolah2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6446070673120627949</id><published>2008-07-30T19:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T22:11:48.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikhwan'/><title type='text'>Surat Sederhana untuk Suamiku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SJFHxsrrY_I/AAAAAAAAAL4/ieR1Ar6hcto/s1600-h/suamiistri2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SJFHxsrrY_I/AAAAAAAAAL4/ieR1Ar6hcto/s320/suamiistri2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229039561487377394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Nely Dyahwathi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;Suamiku, satu bulan sudah berlalu. Masih teringat jelas di dalam memori otakku detik-detik bahagia itu. Detik di mana malaikatpun ikut mendoakan kita. Detik di mana gerbang kebahagiaan akan kita lewati dengan ikatan perjanjian yang kuat. Mahligai akan kita bangun dengan kekuatan cinta. Mahligai yang meski sederhana, namun kokoh dan meneduhkan. Engkau sebagai raja yang arif dan perkasa melindungi dari setiap serangan. Dan aku adalah ratu yang lembut, senantiasa memberi cinta dan kedamaian serta menjaga singgasana kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, satu bulan kita lalui penuh kebahagiaan. Namun sayang, kita tidak boleh berbangga diri. Jalan di depan kita masih panjang. Satu bulan hanya masa perkenalan, seperti halnya bunga krisan yang beradaptasi di lingkungan barunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan hanya masa yang singkat, karena sepanjang usia kita pun takkan bisa benar-benar mengenal dua pribadi yang berbeda. Satu bulan hanya titik awal kita memulai perjalanan ini. Ingatlah suamiku, perjalanan kita nantinya tidak selalu semulus yang kita rencanakan. Akan banyak kejutan dari-Nya yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, menangis, bahkan terluka. Namun, jangan sampai gentar suamiku sayang. Tetaplah tegar dan kuat menghadapinya. Karena kita kan selalu bersama, berusaha bersabar dan mengambil hikmah di setiap kejutan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah engkau sayangku. Nasehat bijak dari orang tua kita? Beliau tak lebih tinggi pendidikannya dari kita. Namun, mereka telah melalui perjalanan yang panjang. Telah banyak bunga dan duri yang mereka temui. Dan pastinya, mereka lebih banyak mengambil hikmahnya. Maka suamiku, mari kita renungkan nasehat tersebut. Sama-sama kita perbanyak bekal dalam perjalanan panjang kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aku ingin selalu menjadi bidadari untukmu. Tidak hanya di dunia sekarang, tapi juga sampai ke surga Allah kelak. Maka, tak akan mudah seperti yang ku bayangkan untuk mencapainya. Dinda juga perlu bantuan dan dukunganmu, wahai suamiku. Ingatkanlah dengan tegas setiap kesalahanku namun dengan kelembutanmu. Karena isterimu ini hanyalah tulang rusuk mu yang bengkok. Jangan kau paksakan meluruskannya, karena ia akan patah. Tapi jangan juga kau biarkan karena ia akan selamanya bengkok. Bimbinglah isterimu ini untuk meraih ridho dari mu dan terutama ridho dari Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah suamiku, aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Begitu juga dengan dirimu. Aku hanya wanita yang bisa rapuh. Begitu juga engkau hanya lelaki biasa yang bisa menjadi khilaf. Kita hanya pribadi yang mempunyai ego masing-masing. Kita bisa mengajukan semua logika untuk merancang masa depan surga kita. Namun, kita tidak berdaya dengan kuasa-Nya. Hanya kekuatan doa lah yang bisa membantu kita. Hanya kesederhanaan pemikiran kita tentang sabar dan syukur yang bisa menyelamatkan kita.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah takut sayang, jika suatu saat badai datang menerjang kapal kita. Aku kan selalu mendampingimu melawan badai itu. Luruskan arah dan kembangkan layar, aku kan membantumu dengan kompas penunjuk arah yang benar. Tetaplah tabah menghadapinya karena badai itu kan mendewasakan kita hingga nantinya kita sampai ke pulau impian itu. Karena Allah tidak akan menguji kita di luar kesanggupan kita. Yakinlah akan ada terang setelah gelap malam. Kuatkanlah desain kapal kita agar anak-anak kita nantinya tetap aman di dalamnya meski kita menghadapi goncangan. Persiapkanlah untuk mereka pendidikan akhlak yang terbaik sehingga mereka bisa meguhkan perjuangan kita dan menguatkan dengan doa. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak lagi kata-kata yang bisa kutuangkan dalam surat ini, suamiku. Karena kata takkan cukup menceritakan tiap hal yang akan kita temui. Hanya sebait puisi kesayanganmu yang bisa kuselipkan di akhir surat ini.&lt;br /&gt;”Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Sapardi Djoko Damono)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sekian surat dari ku untukmu suamiku. Kutitipkan doa di dalam surat ini, dan akan kkirim dengan penuh cinta kasih sayang hanya untukmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari wanita tak sempurna yang sedang belajar menjadi perhiasan dunia untukmu, sebagai isteri sholeha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Bumi Allah, tepat satu bulan pernikahan kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6446070673120627949?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6446070673120627949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6446070673120627949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/07/surat-sederhana-untuk-suamiku.html' title='Surat Sederhana untuk Suamiku'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SJFHxsrrY_I/AAAAAAAAAL4/ieR1Ar6hcto/s72-c/suamiistri2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8516815616471396581</id><published>2008-07-22T04:18:00.001-07:00</published><updated>2008-08-13T02:43:34.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salam Ukhuwah'/><title type='text'>Ucapan Selamat dan Terima Kasih</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, saya mewakili Tim Majelis Sehati  Daarut Tauhiid Jakarta, mengucapkan selamat atas bergabungnya sahabat-sahabat  dengan Majelis Sehati, baik sebagai Anggota Baru Angkatan 8 maupun yang  mendaftar ulang. Terima kasih atas kesediaan sahabat-sahabat untuk bergabung  dalam majelis ilmu, Majelis Sehati DT Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat-sahabat yang  belum sempat melakukan pendaftaran, Insya Allah, Majelis Sehati akan membuka  kembali pendaftaran untuk Angkatan 9 pada Ahad, 4 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus  berjuang menegakkan agama Allah saudara-saudaraku, dan teruslah berilmu hingga  ajal menjemput. Semoga Allah merahmati kita dan mengampuni segala dosa kita.  Amin Ya Robbal 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah khoiron  katsiiroo&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum,wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico Atmaka - 08158018156&lt;br /&gt;YM ID  : daddy_zahirah&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;br /&gt;Daarut Tauhiid  Jakarta&lt;br /&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8516815616471396581?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8516815616471396581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8516815616471396581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/07/ucapan-selamat-dan-terima-kasih.html' title='Ucapan Selamat dan Terima Kasih'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-3357927038057831808</id><published>2008-07-16T00:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SH2liPGqNSI/AAAAAAAAALQ/qYyqyu8W-QM/s1600-h/mother.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SH2liPGqNSI/AAAAAAAAALQ/qYyqyu8W-QM/s200/mother.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223513150408242466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Bayu Gawtama&lt;div id="body"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; &lt;p&gt;Seorang sahabat mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari  perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya yang  sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. “sayang juga sebenarnya, dan ini  merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya merasa sudah berada di puncak  karir, ” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu ke mana setelah resign? “yang ada di pikiran saya saat ini hanya satu,  menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan anak-anak di  rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering terlalu lelah untuk  memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan sebagai bagian dari masyarakat,  saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu untuk bersosialisasi dengan  tetangga dan warga sekitar”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, ibu nampaknya masih ragu? “bukan ragu. Saya hanya perlu menata mental  sebelum benar-benar mengambil langkah ini”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat atau  rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka bertanya,  “sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat itu.  Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum wanita karir  di Jerman lantang menjawab, “profesi saya ibu rumah tangga, jika di antara para  hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga bukan profesi, saya bisa  menjelaskan secara panjang lebar betapa mulianya profesi saya ini dan tidak  cukup waktu satu hari untuk menjelaskannya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Luar biasa. Sekali lagi luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol  melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya tuturkan kisah  ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan diri untuk benar-benar  menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah menyesali pilihannya itu. Kelak  ia akan menyadari bahwa langkahnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia  tetapkan seumur hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar tak  pernah ingin menjadi ibu? Percayalah, pada fitrahnya wanita akan lebih senang  memilih berada di rumah mendampingi perkembangan putra-putrinya dari waktu ke  waktu. Menjadi yang pertama melihat si kecil berdiri dan menjejakkan langkah  pertamanya. Ia tak ingin anaknya lebih dulu bisa berucap “mbak” atau “bibi”  ketimbang ucapan “mama”. Tak satupun ibu yang tak terenyuh ketika putra yang  dilahirkan dari rahimnya lebih memilih pelukan baby sitter saat menangis mencari  kehangatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena ia  yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan. Sebagian darahnya  mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan perih yang tak tertahankan  ketika melahirkan anaknya, saat itulah kembang cinta tengah merekah dan binar  mata ibu menyiratkan kata, “ini ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu”.  Cintapun terus mengalir bersama air kehidupan dari dada sang ibu, serta belai  lembut dan kecupan kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci  pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam yang siap  siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai guru, kadang kala jadi  pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan tanpa bayaran sepeserpun alias  gratis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat, bukan malu atau bingung saat harus berhadapan dengan rekan  bisnis. Katakan dengan bangga baru sebagai ibu rumah tangga. Sebab sesungguhnya,  mereka pun sangat ingin mengikuti jejak sahabat, hanya saja mereka belum  mengambil keputusan seperti sahabat. Tersenyumlah karena anak-anak pun bangga  dengan langkah terbaik ibunya. –Gaw, 2008-&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-3357927038057831808?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3357927038057831808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3357927038057831808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/07/menjadi-ibu-rumah-tangga-berani.html' title='Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani ?'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SH2liPGqNSI/AAAAAAAAALQ/qYyqyu8W-QM/s72-c/mother.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7406393060391502331</id><published>2008-07-08T06:16:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.200-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Jihad Ibu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SHNpuSJSTqI/AAAAAAAAAJ4/Aii73AlpaFo/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SHNpuSJSTqI/AAAAAAAAAJ4/Aii73AlpaFo/s200/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220632636918222498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah SAW bersabda, ''Setiap jerih payah istri di  rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di medan jihad.'' (HR Bukhari  dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pada dasarnya, Islam telah memberikan  keistimewaan kepada para  istri untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan surga-Nya kelak, para  istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas. Tetesan keringat  mereka di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan  perang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menjadi ibu &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1215520967_0" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;rumah tangga&lt;/span&gt;  kedengarannya memang sepele dan  remeh, hanya berkecimpung dengan urusan rumah  dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali kebaikan dan hikmah yang dapat  diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi terbesar dalam pembentukan pribadi  sebuah generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di  buaian para ibu. Di tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia  dini, dan berkat keuletan dan ketulusan ibu jualah bermunculan  generasi-generasi berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa dan  agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan  akan dipertanggungjawabk an di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah  SAW, ''Seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab  atas kepemimpinannya. '' (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya,  kebanyakan wanita modern saat ini tidak menyukai aktivitas rumah tangga.  Mereka lebih bangga bekerja di luar rumah karena beranggapan tinggal di rumah  identik dengan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan ekonomi. Maka, jadilah  peran ibu di rumah dianggap rendah, dan tidak sedikit ibu rumah tangga yang  malu-malu ketika ditanya apa pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun seorang wanita tidak  bekerja setelah lulus sarjana, ilmunya tidak akan sia-sia, sebab ia akan  menjadi ibu sekaligus pendidik bagi anak-anaknya. Kebiasaan berpikir ilmiah  yang ia dapatkan dari proses belajar di bangku kuliah itulah yang akan  membedakannya dalam &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1215520967_1" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;mendidik anak&lt;/span&gt;.  Seorang ibu memang harus cerdas dan berkualitas, sebab kewajiban mengurus  anak tidak sebatas memberi makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia harus mampu merawat dan mendidik  anak-anaknya dengan benar, penuh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1215520967_2" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;kasih &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1215520967_2" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;sayang&lt;/span&gt;,  kesabaran, menempanya dengan nilai dan norma agama agar sang anak mampu  menghindar dari pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang merusak akal  dan akhlaknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu yang cerdas.  (Siti Yuliati )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: republika&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7406393060391502331?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7406393060391502331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7406393060391502331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/07/jihad-ibu.html' title='Jihad Ibu'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SHNpuSJSTqI/AAAAAAAAAJ4/Aii73AlpaFo/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-643419766113146193</id><published>2008-06-25T01:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:10:39.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Kajian Majelis Sehati &amp; Acara Pemotretan Pasangan Sehati</title><content type='html'>Assalamu'alaikum, Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="cursor: pointer;" title="View all messages with this subject"&gt; Kajian Majelis Sehati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat pencari ilmu yang dirahmati Allah, silakan hadir pada kajian Majelis Sehati yang diselenggarakan pada :&lt;br /&gt;Ahad, 6 Juli 2008, pukul 12.00 - 15.00 WIB&lt;br /&gt;di Mesjid Daarut Tauhiid Jakarta, Jl. Cipaku I/43, dekat pasar Santa,&lt;br /&gt;Kebayoran Baru, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1214380672_0"&gt;Jakarta Selatan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tema : Mengungkap Keajaiban Al-Qur'an bersama Ust. Agus Suryaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berilmu dan tidak dipungut biaya apapun. Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong style="cursor: pointer;" title="View all messages with this subject"&gt; Acara Pemotretan Pasangan Sehati&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta mengundang seluruh pasangan suami istri Sehati untuk hadir pada acara foto per pasangan yang Insya Allah diselenggarakan pada :&lt;/p&gt;                 &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hari&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;: Ahad, 6 Juli 2008&lt;br /&gt;Pukul&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: 09.00-11.30 WIB&lt;br /&gt;Tempat&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: Daarut Tauhiid Jakarta Cipaku&lt;br /&gt;Biaya&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1214380581_0"&gt;Infaq&lt;/span&gt; Seikhlasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Acara Tambahan Temu Kangen Pasangan Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Syarat-syarat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasangan suami istri atau salah      satunya merupakan mantan anggota Majelis Sehati DT Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Melakukan konfirmasi kehadiran lewat      SMS ke &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214380581_1"&gt;08158018156&lt;/span&gt; / &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214380581_2"&gt;08159998064&lt;/span&gt; dengan mengetik :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;HADIR&lt;spasi&gt;Nama &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1214380581_3"&gt;Panggilan&lt;/span&gt; Suami+Nama Panggilan Istri&lt;/spasi&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Contoh : HADIR Ari+Sri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Konfirmasi kehadiran paling lambat diterima pada Rabu 2 Juli 2008 hingga pukul 15.00.WIB.&lt;br /&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Boleh membawa anak-anak untuk berfoto bersama.&lt;br /&gt;5.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mohon dapat hadir tepat waktu, karena pemotretan akan dihentikan tepat pukul 11.30.&lt;br /&gt;6.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bagi pasangan yang memiliki waktu luang, akan diadakan foto bersama seluruh pasangan pada pukul 12.30.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mohon bantuan pemberitahuan ini dapat disebarluaskan kepada pasangan Sehati lainnya. Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum  Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rico Atmaka – 08158018156 / &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214380581_4"&gt;02198603024&lt;/span&gt; / &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214380581_5"&gt;02193698493&lt;/span&gt; / &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1214380581_6"&gt;02193150090&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-643419766113146193?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/643419766113146193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/643419766113146193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/06/kajian-majelis-sehati-acara-pemotretan.html' title='Kajian Majelis Sehati &amp; Acara Pemotretan Pasangan Sehati'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7095268431386987200</id><published>2008-06-11T01:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.200-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>10 wasiat Rasulullah kepada putrinya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SE-TrRnkCmI/AAAAAAAAAJI/IbwOY_rpqtk/s1600-h/Copy+of+SOLEHAH.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210545665563953762" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 237px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" height="219" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SE-TrRnkCmI/AAAAAAAAAJI/IbwOY_rpqtk/s400/Copy%2Bof%2BSOLEHAH.bmp" width="344" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;eramuslim - Dear ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan&lt;br /&gt;Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti-ukhtiku, Pagi ini aku membaca sebuah buku didalamnya terdapat 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.&lt;br /&gt;Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adl:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7095268431386987200?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7095268431386987200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7095268431386987200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/06/10-wasiat-rasulullah-kepada-putrinya.html' title='10 wasiat Rasulullah kepada putrinya'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SE-TrRnkCmI/AAAAAAAAAJI/IbwOY_rpqtk/s72-c/Copy%2Bof%2BSOLEHAH.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2328408301697162434</id><published>2008-05-19T01:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:11:28.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Kajian Majelis Sehati Angkatan 7</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, khususnya Anggota Majelis Sehati Angkatan 7, wajib hadir pada kajian-kajian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 18 Mei 2008, tema "Kewajiban Suami Istri"&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Harrits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 25 Mei 2008, tema "Akad Nikah dan Walimah sesuai Syariat Islam"&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Miftahuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 1 Juni 2008, tema "Jodoh Tak Kunjung Tiba, Nasib atau Takdir ?"&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Ihsan Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kajian diselenggarakan di Mesjid DT Jakarta,&lt;br /&gt;Jl. Cipaku I/43, ps Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,&lt;br /&gt;Mulai pukul 12.00 - 15.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ini terbuka untuk umum dan bagi siapa saja yang ingin berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazkumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr.wb&lt;br /&gt;Rico Atmaka - 08158018156 / 02198603024 / 02193150090 / 02193698493&lt;br /&gt;Koordinator Majelis SehatiDaarut Tauhiid Jakarta&lt;br /&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;br /&gt;web : &lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank"&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2328408301697162434?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2328408301697162434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2328408301697162434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/05/kajian-majelis-sehati-angkatan-7.html' title='Kajian Majelis Sehati Angkatan 7'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8531094040507389540</id><published>2008-04-14T01:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Rejeki Menikah Bukan Matematika</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SAMV-lbyrHI/AAAAAAAAAIY/SLjSx4bsN_Q/s1600-h/matika.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189015360605695090" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SAMV-lbyrHI/AAAAAAAAAIY/SLjSx4bsN_Q/s320/matika.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Abdul Rahman Jamil&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ayolah, kapan lagi mau menikah ? Kamu kan sudah cukup umur, sudah bekerja pula dan secara agama hukumnya sudah menjadi wajib loh!. Ngga usah takut ngga cukup. Rejeki itu tidak seperti hitungan matematika, serahkan saja semua kepada Allah. Begitu selalu yang dikatakan teman-teman saat saya selalu mempertimbangkan masalah keuangan sebagai salah satu alasan mengapa belum menikah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Percakapan itu terjadi beberapa tahun lalu, saat saya gamang dalam keputusan untuk menikah atau tidak. Syukurnya, saya lebih memilih untuk melangkah maju dibanding mundur teratur untuk tidak membicarakan lagi masalah pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan ternyata teori rejeki bukan matematika itu ternyata benar adanya. Mana pernah saya menduga sebelumnya, bahwa dengan berkeluarga justru keadaan ekonomi saya meningkat. Dibanding saat sendiri dulu keadaannya boleh dibilang sangat bertolak belakang.&lt;br /&gt;Dengan gaji yang saya terima saat bujangan dulu, tanpa menanggung biaya kontrak rumah, makan cuma satu mulut dan tak ada tetek bengek biaya rumah tangga, toh tabungan saya tak pernah lebih dari enam digit.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Malah sebaliknya, justru saat saya harus menafkahi isteri dan anak-anak ternyata saya bisa mencukupi kebutuhan minimal mereka, sesekali berwisata dan masih ada sisa untuk ditabung untuk persiapan tak terduga. Dari mana semua itu? Secara logika, seharusnya keadaan ekonomi saya morat marit, karena toh gaji yang saya terima jumlahnya tidak terlalu berbeda jauh saat bujangan dulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jawabannya adalah, semua karena kebesaran Allah dan kepasrahan kepada kehendak-Nya. Allah selalu memberikan rejeki yang tidak pernah saya duga –duga sebelumnya. Ada saja tawaran kerja sampingan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dan semua itu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami dan bahkan bisa ditabung pula. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Maka semakin yakinlah saya akan kebenaran janji Allah dalam Alqura-an..". Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar..(memudahkan jalannya untuk sukses)"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS.65:2-3)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nah, sekarang apalagi yang menjadi penghalang bagi muslimin untuk menikah, kalau Allah telah menjamin semuanya ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Brisbane, 13 April 2008&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8531094040507389540?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8531094040507389540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8531094040507389540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/04/rejeki-menikah-bukan-matematika.html' title='Rejeki Menikah Bukan Matematika'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/SAMV-lbyrHI/AAAAAAAAAIY/SLjSx4bsN_Q/s72-c/matika.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-3454475254487875396</id><published>2008-04-08T01:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Siapa Berdoa untuk Saya ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R_sptSfiCxI/AAAAAAAAAII/0VQOqL-bj7Q/s1600-h/postgrad-Menangis-histeris.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186785253882202898" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="176" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R_sptSfiCxI/AAAAAAAAAII/0VQOqL-bj7Q/s320/postgrad-Menangis-histeris.jpg" width="177" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Bayu Gawtama&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kajian, seorang ibu bertanya, “Sudah duabelas tahun saya menikah, tapi belum dikaruniai anak. Kalau sampai ajal menjemput nanti saya belum juga mendapatkan anak, siapa yang akan mendoakan saya di kuburan?”&lt;br /&gt;Semua mata tertegun, terharu dan juga sedikit bingung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Beberapa ibu bahkan menitikkan airmata, bisa dirasakan harapan terdalam dari ibu yang bertanya itu. Sebab bagi siapa pun wanita di muka bumi ini, memiliki buah hati dari rahimnya sendiri adalah mimpi terindah, harapan terbesar dan cita-cita tertinggi di sepanjang perjalanan hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Namun pertanyaan itu begitu menghentak, betapa setiap orang beriman akan mendapatkan beragam ujian. Salah satunya berkenaan dengan amanah berupa anak. Bagi yang diberi amanah, tetaplah sebuah ujian agar menjaga amanah tersebut sebaik-baiknya. Ibarat seseorang yang menitipkan suatu barang berharga kepada orang lain yang dipercayainya, ia berharap barang tersebut dijaga, dipelihara sebaik mungkin, hingga pada satu saat barang itu harus dikembalikan, tetap dalam keadaan baik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mungkin ketika barang itu belum waktunya diambil pun, si penitip yang melihat orang yang dipercaya itu mampu menjaga amanah dengan baik, maka ia tak akan sungkan menitipkan barang lainnya. Ada dua motivasi yang muncul ketika titipan kedua diberikan, apakah memang ia telah menjaga dengan baik titipan pertamanya, atau, titipan kedua sebagai ujian agar ia mampu berbuat lebih baik lagi. Begitu pula dengan mereka yang belum diberi kesempatan.&lt;br /&gt;Bukan semata karena ia belum layak mendapat amanah, juga bukan karena mereka yang diberi momongan itu lebih baik kualitas diri dan kehidupannya. Ini semua menjadi rahasia Allah, sedangkan sebagai hamba kita hanya bisa berdoa agar Allah kelak memberikan kesempatan itu meski hanya sekali. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita jumpai, sepasang suami isteri yang shalih, taat beribadah, berkecukupan, dengan latar belakang pendidikan yang sangat menunjang, namun belum dikaruniai seorang anak. Berbagai upaya sudah dilakukan, dan tak henti berusaha lantaran tak ada sedikit pun masalah medis dalam diri suami isteri tersebut.&lt;br /&gt;Jika demikian, doa dan terus bersyukur atas segala rezeki yang telah diterimanya bisa membuat Allah tersenyum dan berkenan menambahkan rezeki lainnya. Tentu saja Allah tahu persis apa yang paling diinginkan setiap hamba, meski tak satu pun hamba yang boleh mendikte keinginan Allah. Kembali ke pertanyaan di atas, “siapa yang akan berdoa untuk saya sesudah saya mati?” adalah pertanyaan dari hati terdalam seorang ibu yang memendam kerinduan teramat dalam akan hadirnya si buah hati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Makna tertinggi dari harapan sepasang manusia, bukan sekadar bisa menimang dan mengaliri kasih sayang melalui peluk kasih dan sentuhan lembut jemari sang ibu.&lt;br /&gt;Tak hanya sebentuk rindu menyanyikan lagu ‘nina bobo’ atau senandung shalawat ketika buah hatinya terlelap dalam belaiannya. Lebih, jelas lebih dari itu. Ia telah menyiapkan segala sesuatunya agar kelak anak-anak yang tumbuh dan keluar dari rahimnya, adalah anak-anak yang memahami betul peran dan multi tanggungjawabnya; kepada Tuhannya, kepada orangtuanya, juga kepada lingkungannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Hiburan berupa jawaban, “Meski tidak dikaruniai anak, ibu kan masih punya dua hal lainnya; ilmu yang bermanfaat dan amal shalih” hanya berlaku sesaat. Ketika ia merasa sendiri di rumah, saat suaminya mencari nafkah, suara tangis dan kelakar riang anak-anak akan mengisi hari-hari sepinya. Siapa wanita yang tak menitikkan air mata kala mengetahui segumpal darah berbentuk janin dititipkan di rahimnya? Air matanya sejernih cintanya, bulir airnya menggugurkan kerinduan teramat dalam di sepanjang hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya berdoa untuk semua saudara yang masih menggenggam rindu ini. (Gaw)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-3454475254487875396?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3454475254487875396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3454475254487875396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/04/siapa-berdoa-untuk-saya.html' title='Siapa Berdoa untuk Saya ?'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R_sptSfiCxI/AAAAAAAAAII/0VQOqL-bj7Q/s72-c/postgrad-Menangis-histeris.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6728804397093606578</id><published>2008-03-04T18:27:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Kesedihan Itu Indah...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R84KZJ3WzdI/AAAAAAAAAHo/7FMCE8l1uOI/s1600-h/sad_smiley.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174084449156386258" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R84KZJ3WzdI/AAAAAAAAAHo/7FMCE8l1uOI/s320/sad_smiley.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Tsabita Adzimatillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah anugrah terindah di atas dunia. Disebabkan karena hidup maka ada kehidupan, pun bermula dari kehidupan maka kematian adalah suatu yang niscaya. Namun demikian kematian bukanlah sesuatu yang dapat merenggut arti sebuah geliat kehidupan. Kematian sendiri adalah sebuah keindahan manakala kita dapat memaknainya sebagai anugrah. Karena setiap yang berjiwa takkan pernah bisa lari dari kematian. Allah berfirman, "Walan yuakh khirallahu idza jaa a ajaluha" yang artinya "dan Allah tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah tiba ajalnya" (Qs Al-Munafiqun:11).&lt;br /&gt;Adalah lumrah, wajar, jika kita menangis tiap kali menghadapi sebuah kematian, apalagi jika yang terjadi adalah kematian orang-orang yang kita cinta seperti, ayah, ibu, suami dan anak. Tapi kematian orang-orang tercinta dapat menjadi sebuah pencerahan manakala dimaknai dengan sebuah keimanan, iman terhadap Qodarullah. Takdir yang sudah Allah tuliskan buat setiap jiwa saat dilahirkan. Terlebih bila mereka meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.&lt;br /&gt;Dalam 38 tahun perjalanan hidupku, aku menghadapi semua kematian orang-orang kucintai. Tahun 1993 aku kehilangan ayahku, tahun 2003 ibuku wafat. Sejak itu aku hidup bersama 7 orang adiku. Kehidupan kami tidaklah sulit meski juga tidak mudah. Apalagi kami hidup dijakarta, bahu membahu kami berusaha lalui kehidupan dengan segala konsekwensi dan kompleksitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu berlalu, aku menikah 18 April 2004 dengan seorang laki-laki yang baik yang Allah takdirkan jadi suamiku. Dia laki-laki terbaik yang Allah berikan untukku. Cintanya membuat hidupku jadi lebih banyak berarti. Dia memberiku nafas kedua dalam banyak hal, memberi dorongan dan semangat dalam banyak hal, termasuk menulis sebagai hobbyku dan sebagai akupunturis yang kini kutekuni sbg pekerjaanku. Terlebih dari itu dia adalah guru terbaik buatku dalam memahami Islam sebagai jalan kehidupanku. Dimataku dia luar biasa di balik segala kekurangannya, di balik ringkih tubuhnya dan penyakit yang menderanya. Hidupku penuh kebahagiaan bersamanya, sampai maut memisahkan kami. Dia meninggal pada 18 januari 2008 karena penyakit bocor jantung yang dideritanya sejak lahir.&lt;br /&gt;Sejak itu aku merasa kesendirian yang menghempaskanku pada ketakberdayaan, kalaulah tidak karena kuingat ayat-ayat cinta dalam Al-Qur'an, maka aku akan kian terpuruk dalam duka. Perlahan aku coba maknai kematian suamiku sebagai sebuah kesembuhan buatnya dari penyakit yang dideritanya, dan harusnya aku bahagia karena dia lepas dari deritanya.&lt;br /&gt;Aku belajar melalui hidup sendirian. Kusibukan diri dengan klinik ku yang dibangun oleh almarhum suamiku untukku, klinik itu diberinya nama Harmony Rumah Sehat Holistic. Setiap hari aku berkutat dengan pasien-pasienku hingga waktu berlalu dengan tak terasa.&lt;br /&gt;Melihat kesendirianku apalagi jauh dari keluargaku, aku tinggal di kota kecil di solo sementara adik-adikku di jakarta, keluarga dan saudara juga sahabat-sahabatku ikut prihatin. Hingga mereka berusaha mengenalkanku dengan seseorang untuk jadi pendamping hidupku. Setelah melalui proses perkenalan, aku menikah ke 2 kalinya dengan laki-laki yang usianya 14 tahun lebih tua dariku. Mulanya kuharap pernikahanku akan semanis pernikahanku pertama. Tapi ternyata jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan bahkan sahabat yang menjodohkanku dengannya tidak pernah menyangka kalau suamiku punya kebiasaan bercinta dengan perempuan lain, sampai akhirnya aku memergokinya bercinta dengan seseorang di sebuah hotel. Belum lagi suamiku ke 2 ternyata di balik kelembutan dan kata-kata manisnya berlaku sangat kasar padaku, aku kerap dipukulnya, hanya karena masalah sepele, seperti meletakkan handphone tidak pada tempatnya. Terakhir puncak kesabaranku habis, ketika dia menendangku dan aku terjerembab di kaki tempat tidur, meyebabkan aku pendarahan hebat, padahal saat itu sedang hamil 2 bulan, aku nyaris keguguran. Karena peristiwa itu, aku menggugat cerai, tapi dia semakin marah dan kalap. kuputuskan sementara meninggalkan Solo dan tinggal dengan ibu mertua dari almarhum suamiku pertama yang mengasihiku seperti anak kandungnya. Beliau tinggal di salah satu kecamatan di kabupaten cilacap.&lt;br /&gt;Selama dalam masa hijrahku kerumah mertuaku, adikku memproses perceraianku dengan suamiku. Mulanya dia menolak menceraikanku, tapi adik-adiku terus menekannya. Kalau akhirnya dia menceraikanku, dia memberi syarat tidak akan bertanggung jawab secara financial atas janin dalam rahimku. Buatku hal itu bukan sebuah masalah besar, aku masih bisa menafkahi diriku dan janinku. Akhirnya kami resmi bercerai pada 8 februari 2008.&lt;br /&gt;Kembali aku menjalani kehidupan sebagai seorang janda, bedanya kini ada janin dalam rahimku, yang harus kujaga dan kurawat dalam keadaan hatiku yang tidak stabil. Meski aku membenci ayah dari janinku, tapi aku mencintai janinku. Kulalui hari-hari dengan sering mengajak janinku bercakap-cakap, membacakan alqur'an bersamanya, menyanyi untuknya dan banyak hal lain yang membuatku bisa melupakan kesedihan dan luka hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan demi bulan berlalu. Pada tanggal 7 Mei aku merasakan kontraksi pada rahimku, kutunggu sampai bukaan menjadi purna, tapi sampai sepekan kemudian, bukaan tanda persalinan belum juga bertambah, dokter bulang baru bukaan 2. Karena kondisiku yang lemah setelah 1 pekan berlalu, pada 15 mei 2008 pk 20.00, dokter kandungan memutuskan aku harus menjalani operasi cesar. Dalam kesadaran yang perlahan menurun karena pengaruh anestesi, aku mendengar tangis anaku, laki-laki, sangat keras. Mataku basah, hatiku basah, dalam hati kukatakan padanya "selamat datang didunia anakku sayang, ummi mencintaimu." Aku baru meraih kesadaranku pk 23.30, ketika dokter mengatakan ternyata anakku mengalami Hipoglikemi, kadar gula darahnya cuma 5mg/dl dari normal 80mg/dl. Dalam usia 3 jam anakku harus diinfus glucosa.&lt;br /&gt;Kehadiran putraku membuat hidupku lebih bercahaya, lelahku setelah berkutat dengan pasien sirna, saat memandang senyumnya, cahaya matanya, belum lagi kelucuan tingkahnya. Anaku tumbuh menjadi anaklaki-laki yang tidak cengeng, tidak rewel, sangat mudah mengurusnya, inilah sisi kemudahan yang Allah beri buatku sebagai orang tua tunggal untuknya.&lt;br /&gt;Tak terasa usianya 8 bulan sudah. dia mulai duduk, merangkak, dan belajar berjalan dengan baby walker. Celotehnya mulai ramai menghiasi rumah dan kehidupanku. Tawanya membuat hari-hariku merona bahagia. Aku suka menggelitik perutnya dengan ciumanku dan itu membuatnya tertawa-tawa kegelian, berteriak-teriak menggemaskan. Apapun bersamanya, semua terasa indah. (hari ini kututup tulisan sampai di sini karena aku harus berhenti menulis, perutku lapar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan yang indah dengan putraku tercinta ternyata hanya berlangsung sekejap. Hari-hari manis bersamanya harus pupus. 21 januari 2008, mendadak anakku sakit muntaber pada pukul 16.00. Segala cara medis yang kutahu kuupayakan untuk kesembuhannya. Di bawah pengawasan seorang dokter, di sebuah RS. Pukul 4 dinihari dia mulai panas dan kejang-kejang sampai akhirnya koma di ruang ICU, hatiku perih, melihat keadaan putraku, berbagai selang tertancap ditubuh mungilnya. Mulai selang infus sampai ventilator. Kisaran oksigen ditubuhnya menurun sampai di bawah 50 dari kisaran normal harusnya 90-100. Detak jantungnya begitu cepat, terikan nafasnya memburu berpacu dengan waktu, kulit mulus tubuhnya jadi merah membiru pertanda hipoxy, kekurangan oksigen.&lt;br /&gt;Aku tergugu di sampingnya, menangis. Tapi segera kusadar, anakku tidak butuh tangisku, dia lebih butuh semangat dariku. Perlahan kubisikan di telinganya, "Sayang, ummi tau kamu anak ummi yang kuat, ayo dek, kita sama-sama berjuang agar adek sembuh, kita bantu para perawat dan dokter dengan do'a kita ya nak, adek berdoa dengan cara adek, ummi juga berdo'a, semangat ya sayang...ayoo nak semangat....ayo cinta, ayo tarik nafas panjang biar oksigenmu sampai 100, ummi tau anak ummi ini pinter, kuat dan hebat"&lt;br /&gt;"Ayo sayang kita melantun dzikir, Allahumasyfii nak...adek ingat, adek pernah berjuang waktu adek baru lahir, adek bisa dengan izin Allah meraih kondisi terbaik untuk glukosamu, ayo sayang...ummi yakin ade pejuang hebat, mujahid ummi yang tangguh, ayo sayang...dalam darahmu ada darah ummi, maka kamu juga harus kuat ya nak...karena ummi juga berusaha jadi ibu yang tangguh buatmu..ayo sayang terus..terus..terus hirup oksugen sebanyak-banyaknya nak biar adek sehat bisa bercanda lagi sama ummi."&lt;br /&gt;Menit demi menit berlalu, aku tak meninggalkkannya sedetikpun kecuali untuk sholat dan sekedar mengisi perutku dengan makanan karena aku butuh tenaga dan fisik yang sehat buat menjaga putraku. Pun makan kulakukan di sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sepenuh cintaku padanya aku berharap dalam do'aku agar Allah memberikan yang terbaik untuk kami. Aku masih terus membisikkan semangat cinta, dzikir cinta, kata-kata cinta untuknya, ketika perlahan dan perlahan oksigennya mencapai angka 90-100. Perawat bilang ini keajaiban. Dan Subhanallaha...pukul 21.00, 22 Januari 2208, anakku sadar, dia menolehkan kepalanya dan tersenyum padaku..."alhamdulillah anak ummi sudah bangun, jazakallah ya nak, adek sudah berjuang untuk bisa senyum lagi untuk ummi."&lt;br /&gt;Kucium dan kubelai sayang putraku, dia tersenyum kian lebar dan berkata lirih, "mi...."&lt;br /&gt;"Ya sayang, ummi di sini, adek istirahat ya nak, bobo lagi kalo ade ngantuk, ummi di sini menjagamu sayang...."&lt;br /&gt;Kulantun dzikir dan doa sambil membelainya dengan cinta, dia tertidur sambil tersenyum. Tanpa kusadari, karena lelah, aku pun tertidur sambil duduk disisinya dan kepalaku rebah di sisi wajahnya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba kurasakan jilbabku ditarik-tarik, aku terbangun, ternyata anakku menarik-narik jilbabku dan tersenyum.&lt;br /&gt;"Apa sayang? Maaf ummi tertidur, adek mau ngobrol lagi sama ummi?"&lt;br /&gt;Anakku tersenyum manis, sangat manis...tapi tiba-tiba dia kejang...aku panik, dilayar monitor kubaca oksigennya drop..ya Allah...apa yang terjadi...? Baru saja dia sadar dan sekarang kembali kejang, aku panik dan berteriak...' susteeeerrrrrrr...tooloong...!!!."&lt;br /&gt;Dalam sekejap perawat dan dokter berlarian menghampiri anakku. Mereka mengupayakan agar oksigennya kembali normal. Darahnya diambil lagi...ya Allah, air mataku menderas sambil terus berucap, "sayang..ayo nak..berjuang lagi, ayo dek, kamu pasti bisa, sayang...ummi mencintaimu nak, jangan menyerah nak..ayo sayang terus berjuang..."&lt;br /&gt;Doa dan dzikir tak putus dari bibir dan hatiku. detik demi detik berlalu dalam kecemasan, sementara dokter dan para perawat terus berusaha menolong anakku.&lt;br /&gt;Saat kularut dalam dzikir dan menyemangati anakku, dokter berkata, "bu, sudah ya diikhlaskan, putranya sudah pergi dengan tenang."&lt;br /&gt;Mataku terbelalak menatap anakku, serasa tak percaya pada perkataan dokter, kucoba meyakinkan diriku... ya Allah akhirnya Kau ambil juga dia dariku. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...&lt;br /&gt;Tubuhku lemas, lunglai, aku semaput di pelukan adikku yang datang menemani saat anakku kritis menjelang ajalnya 30 menit yang lalu. Kulihat waktu menunjukkan pk 21.30, 22 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa saat aku menangis, dia satu-satunya anakku akhirnya harus pergi juga. Aku coba meraih kekuatan dengan memeluk jasadnya. Aku mencoba menguatkan diri dengan menciumi tubuhnya dan subhanallah...kucium harum tubuhnya, sangat harum sekali...bahkan 3 orang adik yang menemaniku mencium harum yang sama, harum khas yang hanya bisa ditimbulkan karena kesyahidan.&lt;br /&gt;Perlahan tapi cukup bisa didengar beberapa sahabat yang saat itu langsung datang mendengar anakku meninggal, salah seorang adikku berkata, "Rosuulloh bersabda, "man mata fil bathni fahuwa syahidun, dan orang yang meninggal karena sakit perut dia syahid" dan aku bersaksi saat ini aku mencium harum tubuh syahidnya keponakanku karena diare yang dideritanya."&lt;br /&gt;Dalam kesedihan aku mengaminkan ucapannya. Diare memang pemicu yang menyebabkan glucosanya drop sampai 13mg/dl dan oksigennya turun drastis. Kekuatanku kembali, meski masih menangis aku sanggup menggendong jasad anakku sampai pulang ke rumah bahkan ketika keesokan paginya aku sanggup memangku jasad anakku ketika dimandikan.&lt;br /&gt;Setelah pemakaman lewat 2 hari, rumahku kembali sepi, sanak saudaraku kembali ke rumah mereka masing-masing. Aku larut dalam dukaku tiap kali memandang foto anakku, aku menangis dan menangis, sampai adikku berinisiatif menyimpan sementara semua foto, mainan, benda-benda dan pakaian anakku di rumah salah seorang saudaraku.&lt;br /&gt;Aku mencoba mengatasi duka dengan menenggelamkan diri di perpustakaan pribadiku. Larut dalam buku-buku bacaan. Kucoba mencari hikmah dari kematian anakku. Lembar demi lembar halaman, buku demi buku kubaca hingga sering aku tertidur bertumpukan buku-buku yang kubaca.&lt;br /&gt;Dua pekan berlalu, aku terus mencari dan mencari hikmah agar dapat melebur dukaku menjadi selarik bahagia, untuk menepis tangisku agas menjelma seulas senyum di bibir dan hatiku. Saat mataku teramat sangat lelah akibat kupaksakan mengakomodasi bacaan, saat letih mendera tubuh setelah berhari-hari berkutat dengan buku-buku kutemui sebaris kata yang.....pllllaaassshhhhh.....memecah dukaku, menepis tangis menjadi syukur. kalimat itu adalah "Sesungguhnya bila seorang ibu mendapatkan kematian putranya, lalu ia mengucapkan hamdalah dan istirja, maka Allah akan membangunkan Baitul-Hamd baginyadi surga" (HR: Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;Subhanallah...masya allah...betapa Allah sayang padaku. Aku belum lagi berbuat kebaikan yang banyak, tapi Allah menganugrahkan padaku janji yang pasti, SURGA...siapa yang tak hendak menuju dan mendiaminya?&lt;br /&gt;Aku bangkit dari dukaku, kuhapus airmataku dan kutekadkan buat menghadapi hari-hari ke depan yang kutahu masih teramat panjang. Allah telah mengambil putraku, tapi digantikan dengan surga untukku. Ya Rahman...betapa maha kasih Engkau...telah Kau siapkan surga untukku, dan telah Kau siapkan putraku untuk menjemputku di pintu surgamu...maka adalah tugasku membuka pintu surgaMu dengan perbuatan baik yang akan memberiku kemudahan-kemudahan untuk menujunya.&lt;br /&gt;Aku mulai menata hari-hariku, hidupku, mengoperasionalkan lagi klinik yang kututup selama 2 pekan. Meski kadang masih luruh air mata karena rinduku pada anakku, tapi airmata justru jadi pelecut asa dalam tangis rinduku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pekan sudah aku berkutat lagi dengan klinik dan aneka pasien yang datang padaku. Lagi dan lagi Allah tak pernah biarkan diriku untuk diam tanpa "membaca." Dikirimkannya padaku pasien-pasien cilik, bayi-bayi dan anak-anak dengan beragam penyakit. Betapa mereka menderita berbilang bulan dan tahun dalam penyakit mereka. Betapa orang tua mereka mengalami masa-masa sulit dan ujian kesabaran menghadapi sakit anak-anak mereka. Betapa mereka belum lagi tahu kesudahan dari penyakit anak-anak mereka...ooo ya Rahim....betapa aku layak bersyukur, anakku tak lama dalam derita sakitnya, betapa aku harus bersyukur tak payah ujianku dalam sakit anakku, betapa aku harus sangat bersyukur dengan kesudahan yang baik dari sakitnya anakku dan betapa..ya Robb... Kau beri imbalan dengan janji surgaMu atas musibah yang kuhadapi.&lt;br /&gt;Belum lagi aku selesai "membaca" ayat-ayat kauniyahNya, seorang ukhti datang padaku dengan tausyiahnya "Kita telah menjual diri kita kepada Allah, dihadapan kita tidak ada pilihan lain kecuali menyerahkan apa yang telah kita jual kepada yang membelinya. Dan ketika pembeli telah menerima apa yang dibelinya maka dia berhak melakukan apa saja atas apa yang dibelinya, bisa dia memelihara ataupun membunuhnya, bisa memakaikan pakaian terindah atau membuatnya telanjang. Layakkah kita marah jika seseorang membeli seekor kambing dari kita lalu dia menyembelih kambing yang dibelinya? Pantaskah kita gundah karenanya? Sesungguhnya Allah telah membeli jiwamu dari dirimu, dan engkau berusaha menyerahkan barang yang sudah dibeli dan menerima harga yang sangat pantas, dan janganlah menyerahkan barang dagangan yang ada aibnya, sedang engkau ingin menerima harga secara utuh, Dia lah yang berkuasa atas dirimu dan bukan dirimu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersungkur dalam sujud dann tangis syukurku. Ketika anakku lahir dalam segala kesulitan yang kualami aku telah meniatkan dan melisankan "Ya Allah, alhamdulillah atas anugrah anak laki-laki dalam hidupku, saksikan ya Robb, aku menjual anakku di jalanMu, jadikan dia anak yang sholeh, tumbuh kembangkanlah dia dengan sehat, jadikan dia mujahid penegak din MU dimuka bumi, syahidkan dia diakhir hidupnya, karena kujual dia padaMU seharga surgaMu"&lt;br /&gt;Aku kian disadarkan bahwa Allah tak pernah salah dalam setiap kehendaknya, Dia telah membeli jiwa anakku dengan harga yang kuminta. Fabbi ayyi a'lla i robbikuma tukadzibaaan...maka nikmat Robb mu yang mana yang bisa kau dustakan? Masya Allah...&lt;br /&gt;Senyum kian rekah di bibirku. Pelangi kian rona di jiwaku. aku menapaki hari-hari hingga saat aku menuliskan semua ini dengan sebuah kesyukuran yang amat sangat. Duka telah mengajarkan padaku banyak hal. Duka telah menjadi sekolah buatku belajar lebih baik dengan guru yang maha baik, maha segalanya...Allah, Ar Rahman, Ar Rahim...Dia lah guru terbaik dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;Lihat..bukankah kesedihan itu indah, manakala kita mampu menyingkap lapis demi lapis hikmah yang tersembunyidi dalamnya. Meski demikian kita harus berjuang utnuk mendapatkan keindahan di balik setiap kesedihan. Meski kita harus berjuang untuk mengalahkan pikiran negatif dari cupet dan sempitnya akal dan nafsu kita yang seringkali membujuk kita untuk lunglai, layu, terpuruk dalam kesedihan.&lt;br /&gt;Kesedihan itu indah, karena Allah Maha Indah dalam setiap kehendakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rampung kutulis, 24 Februari 2008, pk 11.43, dengan segala persembahan cinta buat Robbku dan anakku Daffa Rifqy Rizqurrahman, "tunggu ummi di pintu jannah ya nak...")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6728804397093606578?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6728804397093606578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6728804397093606578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/03/kesedihan-itu-indah.html' title='Kesedihan Itu Indah...'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R84KZJ3WzdI/AAAAAAAAAHo/7FMCE8l1uOI/s72-c/sad_smiley.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6895419008325952727</id><published>2008-02-26T01:53:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Pacaran..!! Membuang Masa Menuai Dosa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R8PnWvBexlI/AAAAAAAAAHg/HwfI5bI3mes/s1600-h/bestfriend.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171231174917277266" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 211px; CURSOR: hand; HEIGHT: 195px" height="205" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R8PnWvBexlI/AAAAAAAAAHg/HwfI5bI3mes/s320/bestfriend.bmp" width="221" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Ary Nur Azizah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepucuk email yang datang dari adik perempuan membuat saya terus menerus tersenyum. Malah bahkan tertawa ketika sampai pada cerita tentang para keponakan. Alhamdulillah. Satu kekhawatiran di hati saya menguap tiba-tiba, saat membaca bait demi bait kisahnya. Bahwa ia demikian bahagia bersama keluarga kecil yang mereka bina sejak empat tahun lalu itu. Bahwa ia mendapatkan suami yang sangat mengerti dirinya. Subhannallah, Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapa bilang untuk mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan seperti yang kini ia raih, harus melewati tahap berpacaran terlebih dulu? Siapa yang begitu yakin, bahwa memilih pasangan hidup harus melalui waktu panjang untuk saling menjajagi ?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jika kita termasuk didalamnya, saya pikir, inilah saatnya bagi kita untuk mulai mengubah paradigma tersebut. Karena ternyata itu semua tidaklah benar! Tak perlu membuang waktu percuma hanya demi mengukir dosa sepanjang hari bersama seseorang yang jelas-jelas bukan muhrim kita. Jika sudah siap lahir batin, lebih baik, bersegera menikah! Sebab Allah telah menjanjikan hidup kita menjadi penuh berkah karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Allah adalah Dia menciptakan dari jenismu pasangan-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketenteraman dari (pasangan)-nya, dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah.Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS Ar Rum:21)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, kami sekeluarga sempat meragukan kebahagiaannya. Terlebih keluarga besar kami. Mereka bahkan tak ragu untuk menanyakan ulang keseriusan adik tentang rencana pernikahannya yang boleh dibilang dadakan.&lt;br /&gt;Namun ia benar-benar yakin dengan keputusannya untuk mengakhiri masa lajang bersama seorang pria, hasil ‘pencarian’ sang murobbi. Sedangkan kami sungguh khawatir. Ia masih sangat belia kala itu. Bangku kuliah pun baru ditinggalkannya beberapa bulan berselang. Dan kekhawatiran kami semakin menjadi manakala kami tak sedikit pun mengenal calon suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pertemuan dengan orang tua pun diatur sedemikian rupa. Hampir setiap Ahad, selama lebih kurang dua bulan, si ikhwan datang untuk berdiskusi dengan Bapak, sebagai upaya saling mengenal lebih dekat. Sedangkan adik saya, tak pernah sekali pun di rumah saat masa diskusi itu berlangsung. Saya semakin heran. Dalam benak saya timbul pertanyaan besar, apakah ia tidak ingin mengenal lebih dekat calon suaminya? Tak maukah ia tahu lebih banyak, dan berbincang lebih akrab dengan seseorang yang akan menjadi teman hidupnya? Jika tidak dimulai sejak masa sebelum menikah, apakah mungkin mereka akan menjadi akrab sesudahnya, setelah pernikahan itu benar-benar terjadi?Wah, pertanyaan di otak saya semakin banyak. Sayang, tak satu pun terjawab olehnya. Adik saya selalu menghindar jika saya utarakan teka-teki di benak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun akhirnya nurut. Dengan bekal husnudzan dan beribu doa, tanpa menunggu terlalu lama, terselenggarakanlah pernikahan sederhana itu.&lt;br /&gt;Waktu terus berputar. Kehidupan baru yang dijalaninya tidaklah mudah. Beberapa kali cobaan menghampiri mereka. Namun, ternyata sakinah itu tumbuh demikian cepat di antara mereka. Pun iman membaja di dada, membuat mereka mampu menyelesaikan semua persoalan dengan baik. Alhamdulillah. Dan kini, adalah waktu di mana kehidupan mereka berada pada titik yang teramat baik. Perjuangan, keikhlasan dan kesabaran telah dibalas oleh Allah dengan limpahan beribu rahmat. Kemurahan rizki pun mereka dapat. Subhannallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan saya baru tahu, bahwa mereka juga mengalami masa penjajagan, pengenalan, tetapi sesuai dengan syariat agama kita. Tanpa pertemuan intens, tanpa berdua-duaan berteman setan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maka, masih adakah yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan tanpa melewati masa-masa perzinahan itu? Tidak inginkah kita memasuki sebuah babak suci dalam hidup, tanpa mengotorinya terlebih dahulu? Tidak maukah kita membuang masa menuai dosa, dan berharap yang lebih berkah dari Allah?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Astaghfirullahal adziim…&lt;br /&gt;Wallahua’lam bishshowwab&lt;br /&gt;Antariksa0102@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6895419008325952727?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6895419008325952727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6895419008325952727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/02/membuang-masa-menuai-dosa.html' title='Pacaran..!! Membuang Masa Menuai Dosa'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R8PnWvBexlI/AAAAAAAAAHg/HwfI5bI3mes/s72-c/bestfriend.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8619105391032024237</id><published>2008-02-20T18:21:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Gagal lagi ? Cari lagi...!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R7zh3PBexkI/AAAAAAAAAHY/Y1FHlOmm3vw/s1600-h/PF_2356760~Peanuts-Never-Ever-EVER-Give-Up-Posters.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169254811356284482" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 199px; CURSOR: hand; HEIGHT: 217px" height="271" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R7zh3PBexkI/AAAAAAAAAHY/Y1FHlOmm3vw/s320/PF_2356760~Peanuts-Never-Ever-EVER-Give-Up-Posters.jpg" width="228" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; oleh Yudimuslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patah satu tumbuh seribu, mungkin ini adalah pepatah yang sudah sangat akrab ditelinga kita. Dan sudah sangat sering kita dengan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi sayangnya tidak banyak dari kita yang dapat merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam perihal mencari jodoh. Dipostingan saya yang lalu, saya sudah membahas masalah mengejar atau menjemput jodoh. Lantas timbul pertanyaan bagaimana jika gagal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita yang selalu larut dalam kegagalan dan kesedihan yang berkepanjangan. Padahal, diluar sana masih banyak wanita dan pria lain yang mungkin adalah jodoh kita. Mengana kita harus berdiam diri dan menangis tersedu-sedu? Apa karena kita patah hati? Jika benar, itu berarti salah kita sendiri siapa suruh menempatkan cinta ditempat yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri apalagi mundur dalam mencari jodoh. Karena waktu dan umur akan terus bertambah bukan berkurang. Pahami hal itu! Jika umur terus bertambah tua dan sudah tidak ”laku” lagi maka ini semua adalah salah kita sendiri. Karena kita hanya duduk dan termenung dalam khayalan serta menangisi kekasih yang bukan jodoh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan demi kegagalan itu adalah sebuah proses untuk mencapai kesuksesan. Tidak ada orang yang sukses tanpa kegagalan. Nabi saja pernah gagal dalam dakwah di Mekkah, tapi bukan lantar dengan serta merta harus mundurkan? Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa orang yang sudah mendapatkan jodohnya—bukan pacar—itu tidak mungkin tidak pernah gagal dalam masa pengharapan dan pencariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang perlu ditangisi! Tidak ada yang perlu dipusingkan dan disesali!&lt;br /&gt;Tapi berusahalah terus tanpa menyerah dan tanpa putus asa.&lt;br /&gt;Tangis dan air mata itu tidak akan mendatangkan jodoh melainkan hanya menghabiskan energi yang ada. Yang seharusnya energi itu kita gunakan untuk ikhtiar dan berdoa, sembari mengoreksi diri sendiri. Siapa tahu kegagalan itu datang dari diri kita sendiri. Mungkin saja karena target yang muluk-muluk tapi tidak sesuai dengan kapasitas dan kualiti yang ada.&lt;br /&gt;Bukankah Allah telah menakdirkan bahwa laki-laki baik-baik adalah untuk wanita baik-baik dan begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan terlalu banyak berkhayal jika ingin yang terbaik tapi usaha belum memadai. Kenali pontensi diri, belilah cermin yang besar dan bercerminlah. Tidak usah mengeluh saat energi habis, tapi lakukanlah recharge energi secepatnya. Dan mulailah mencari lagi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu`alam.&lt;br /&gt;Wassalamu`alaikum wr wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8619105391032024237?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8619105391032024237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8619105391032024237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/02/gagal-lagi-cari-lagi.html' title='Gagal lagi ? Cari lagi...!!!'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R7zh3PBexkI/AAAAAAAAAHY/Y1FHlOmm3vw/s72-c/PF_2356760~Peanuts-Never-Ever-EVER-Give-Up-Posters.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4977781662487161067</id><published>2008-02-13T01:09:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.203-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Let’s Be Wise People</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R7K1KfBexjI/AAAAAAAAAHQ/8hxDgb8ELhc/s1600-h/wise.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166390914278409778" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="221" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R7K1KfBexjI/AAAAAAAAAHQ/8hxDgb8ELhc/s320/wise.jpg" width="218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Setta &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan mereka—pasangan yang saling mencintai itu. Dan anak itu adalah buah hati mereka. Suatu pagi di rumahnya, saat anak tersebut berumur dua tahun, sang ayah melihat sebuah botol obat yang terbuka. Akan tetapi, pagi itu dia sudah terlambat untuk ke kantor. Maka dia meminta isterinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Isterinya—karena kesibukannya di dapur, sama sekali lupa tentang pesan suaminya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anak itu melihat botol obat yang terbuka itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak menelannya semua. Obat tersebut adalah obat yang keras yang bahkan untuk orang dewasa sekalipun hanya dibolehkan dalam dosis kecil saja sekali minum. Sang isteri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. Sang isteri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.&lt;br /&gt;Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada isterinya dan mengucapkan tiga kata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ya, sang suami hanya mengatakan, “AKU BERSAMAMU, SAYANG.”&lt;br /&gt;Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka itu adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang isteri—karena jika seandainya isterinya menyempatkan beberapa detik saja untuk menutup dan menyimpan botol tersebut, maka hal ini tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;Tetapi hal itu tidak dilakukannya. Dan memang tidak ada yang perlu disalahkan. Si isteri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si isteri butuhkan saat ini adalah penghiburan dari sang suami—dan itulahyangdiberikan suaminya sekarang. [1]&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Suatu masa, saya pernah mengalami situasi di mana saya berada pada posisi seperti si isteri dalam kisah di atas.&lt;br /&gt;Sore itu, saya baru menyelesaikan UAS hari terakhir setelah tiga minggu berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik. Tetapi, saya sudah pesimis tidak akan bisa memenuhi target yang sudah saya canangkan di awal semester enam bulan sebelumnya. Bahkan ujian terakhir hari itu saya tutup dengan sangat mengecewakan. Saya hanya berhasil menjawab dengan yakin dua soal dari jumlah enam soal yang diujikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ba’da maghrib, dengan perasaan bersalah dan menyesal karena merasa telah menyia-nyiakan amanah kuliah di semester itu, saya memberanikan diri mengabari orangtua via sms. Sungguh saya sudah ketakutan lebih dulu. Takut membayangkan reaksi mereka setelah membaca isi sms yang saya kirimkan—tentang kegagalan saya dalam menempuh UAS. Saya takut mereka akan memarahi saya saat itu juga.&lt;br /&gt;Tak menunggu lama setelah dua sms saya terkirim, sebuah balasan dari ayah saya masuk. Dengan jari gemetar, saya memencet keypad untuk membaca sms itu.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah selesai tanpa aral. Yang penting, kami—ayah dan bunda—hargai adalah komitmen, keseriusan, dan progres ikhtiarnya. Out put-nya hanya untuk bahan evaluasi yang bersiklus....”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Adalah benar, sms itu masih berlanjut dengan nasihat-nasihat yang sangat menggugah relung hati saya dan sekaligus semakin memojokkan saya pada rasa bersalah yang semakin berlipat. Tetapi, coba bacalah "awalan" dari sms ayah saya di atas sekali lagi.&lt;br /&gt;Beliau tidak memvonis saya bersalah secara langsung dan vulgar. Namun sebaliknya, pertama-tama beliau justru menenangkan hati saya dengan ucapan hamdalah karena saya telah berhasil menyelesaikan UAS tanpa halangan. Disusul kemudian dengan penghargaan atas usaha dan ikhtiar yang sudah saya lakukan—betapapun hasilnya sungguh mengecewakan. Sebelum menutupnya dengan nasihat yang menyejukkan kesedihan saya kala itu.&lt;br /&gt;Ya, kedua orangtua saya tidak menambah beban kesalahan yang sesungguhnya sudah sangat berat saya rasakan saat itu.&lt;br /&gt;Dan sungguh, saya mendapat pelajaran sangat berharga dari mereka, tentang bersikap “bijak” dalam menyikapi suatu permasalahan.&lt;br /&gt;Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti mereka, maka insya Allah akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: [1] Dikutip dari artikel “Aku Bersamamu, Sayang.” (Anonim)&lt;br /&gt;01 Muharam 1428 H 20 Januari 2007 re-writen 9 Pebruari 2008 01:00 a.m &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4977781662487161067?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4977781662487161067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4977781662487161067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/02/lets-be-wise-people.html' title='Let’s Be Wise People'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R7K1KfBexjI/AAAAAAAAAHQ/8hxDgb8ELhc/s72-c/wise.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4051943966125906843</id><published>2008-01-28T21:27:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:24:13.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Ya Alloh, Beri Kami Surga Kecil</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R566D4eaRJI/AAAAAAAAAHI/wlayTMz56Do/s1600-h/Slide-01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160766798875477138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 356px; CURSOR: hand; HEIGHT: 228px; TEXT-ALIGN: center" height="227" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R566D4eaRJI/AAAAAAAAAHI/wlayTMz56Do/s320/Slide-01.jpg" width="345" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Allah, beri kami surga kecil Rumah syhadu berhias rahmah. Di sana tergelar helai-helai sajadah Tempat kami berpinta dan bermunajah&lt;br /&gt;Allah beri kami surga kecil, Istana mungil bertahta sakinah. Tempat kami berteduh melepas lelah Ranjang kokoh bertabur berkah Tempat malam-malam kami dipeluk mimpi indah&lt;br /&gt;Allah, beri kami surga kecil (sebuah sumber)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada yang enggan menikah. Bukan ada lagi, bahkan banyak. Salah satu alasan yang paling sering hinggap di telinga adalah kemapanan. Belum punya rumah tinggal. Belum berpenghasilan tetap. Bahkan salah seorang teman kampus menyatakan ia akan menikah setelah mempunyai rumah dan kendaraan beroda empat. Kalau rumah dan mobil belum termiliki, menurutnya kebahagiaan menikah tidak akan ada. Kalau tidak bahagia, buat apa menikah!&lt;br /&gt;Tapi benarkah kebahagiaan menikah melulu terletak pada kemapanan dan ketersediaan materi? Benarkah sakinah terengkuh kalau sudah punya hunian yang nyaman, kendaraan berkelas dan penghasilan yang mencapai nominal tertentu. Bisa jadi demikian tapi sepertinya saya harus menggelengkan kepala. Saya teringat pada seseorang. sahabat karib saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di mana ia sekarang. Yang jelas kehidupan ekonominya naik kelas. Lelaki yang menikahinya orang kaya dan mempunyai pekerjaan di tempat yang kata orang 'basah'. Sewaktu dia menikah orang-orang menganggapnya beruntung karena mendapatkan jodoh yang demikian yahud. Suatu ketika Allah memperkenankan kami bertemu. Yupe, ia terlihat lain. Dandanan orang 'berpunya'. Kami mengobrol. Iseng-iseng saya membuka majalah dan menunjukkan kepadanya iklan perumahan. Saya bilang alangkah senangnya punya rumah megah seperti itu. Tapi jawabannya membuat saya terdiam.&lt;br /&gt;"Ah kata siapa punya rumah kaya gitu menyenangkan, siap-siap aza suaminya selalu bergelut dengan pekerjaan, pulang larut pergi dini hari, yang di kepalanya cuma bisnis, waktu baginya adalah uang, mau punya anak aza berhitung minta ampun, kita memang berlimpah harta, tapi di sini sepi," urainya sambil menunjuk dada. Nampak sekali ia gundah. Dan curhatlah ia. Tumpah ruah.&lt;br /&gt;Saya memandangnya lekat. Sama sekali tidak menyangka bahwa menurutnya kebahagiaanya terenggut sejak pertama ia menikahi seseorang yang dipilihkan orang tuanya, beberapa tahun yang lalu. Ia berlimpah kekayaan tapi sungguh ia tidak bahagia.***&lt;br /&gt;Ini kisah lain. Suaminya sekarang mapan. Sofa mahal itu bukan lagi masalah dan ruang tamunya terlihat lain. Lebih indah dan nyaman. Rumahnya baru direnovasi. Lantai keramik, kitchen set lengkap, kamar mandi ber-shower, belum lagi alat-alat rumah tangga serba elektronik yang ikut diganti menjadi baru dan lebih canggih. Hidupnya menjadi lebih mudah. Dan setiap pulang kampung dengan mobil barunya, maka ia pasti dipuji-puji karena tangan yang ia tempelkan ketika salaman tidaklah kosong.&lt;br /&gt;Orang-orang menganggap bahwa kebahagiaan adalah kini miliknya. Tapi tunggu dulu! Justru saat-saat sekarang ia jarang mengembangkan senyuman. Jika dengan seksama memperhatikannya, kekhawatiran itu dominan terlihat. Bahkan ia berubah menjadi seorang ibu yang murung dan pemarah. Kesalahan anak-anaknya yang sepele membuatnya menjadi pemberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah 'impiannya' berubah megah. Tapi segalanya juga berubah. Suaminya sedikit demi sedikit menjelma diktator yang menciutkan keberadaanya. Titah suaminya sedikitpun tak boleh dicela. Jika suaminya berkata A maka seisi rumah harus utuh menelannya bulat-bulat. Tak ada lagi suami yang senang bercanda dan meleburkan kepenatan kesehariannya. Entah ke mana sosok suami sabar, penyayang dan suka membantu pekerjaan domestiknya. Suaminya berubah menjadi seorang yang asing. Dan hal ini yang membuatnya dadanya sesak, membuat air matanya luruh diam-diam dan menguras energinya untuk tersenyum. Iya kalau materi menjadi berlimpah, tapi ketentraman bathinnya terkikis habis-habisan. Iya jika uang belanja menjadi berlipat-lipat tapi suaminya menjadi sok kuasa dan sering melecehkannya. Yang memilukan adalah suaminya marah-marah jika diingatkan untuk mendirikan shalat.&lt;br /&gt;Kemapanan telah tergenggam, tapi apakah berbanding lurus dengan kebahagiaan yang berkelindan dalam dadanya? Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan pesan almarhum ayah. Menurutnya harta bukan jaminan untuk mewujudkan keluarga bahagia. "Harta hanya sementara, sedangkan kebahagiaan seharusnya tetap hadir meski tanpanya," itu katanya suatu saat. Ia menambahkan, yang paling penting dan harus selalu ada dalam rumah tangga adalah pilar agama bukan pilar beton megah. Tanpa agama keluarga seperti minyak wangi dalam botol yang tidak ada katupnya. Semerbaknya hanya sementara, wanginya perlahan menghilang terbawa angin. Indahnya hanya di awal-awal saja. Manisnya berada di permulaan. Seiring waktu berjalan, mereka lupa misi pelayaran keluarga. Dan ketenangan itu sirna. Padahal tujuan berkeluarga adalah merengkuh ketenangan. Maka tak heran ada yang tidak betah lagi tinggal di rumah. Rumah megah itu hanya menjadi tempat singgah. Itu alegori ayah yang saya kenang sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Siapapun orangnya tentu berkeinginan membangun keluarga penuh kebahagiaan. Karena apa? Karena keluarga bahagia adalah surga. Surga kecil yang Allah hadirkan sebelum surga akhirat dengan segala keindahan dan kenikmatan itu kelak. Keluarga bahagia adalah surga, karena di sana mereka betah bernaung dan menjadi tempat yang paling ingin disinggahi.&lt;br /&gt;Surga kecil. Yah, surga yang hadir terlalu awal. Keluarga yang sakinah.&lt;br /&gt;Allah, beri kami surga kecil!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;***&lt;br /&gt;Husnul Mubarikah&lt;br /&gt;* Untuk pengirim artikel "Sepiring Berdua", mudah-mudahan Allah menganugerahi kita surga kecil itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4051943966125906843?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4051943966125906843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4051943966125906843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/01/allah-beri-kami-surga-kecil.html' title='Ya Alloh, Beri Kami Surga Kecil'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R566D4eaRJI/AAAAAAAAAHI/wlayTMz56Do/s72-c/Slide-01.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6656615413719020294</id><published>2008-01-13T19:26:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.203-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Selamat Tahun Baru Islam 1429 H</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R4rXQvvQHwI/AAAAAAAAAG0/2g_TuA-ni_U/s1600-h/1429+H.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155169406171488002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R4rXQvvQHwI/AAAAAAAAAG0/2g_TuA-ni_U/s400/1429+H.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Rubina Qurratu'ain Zalfa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tahun baru Islam atau tahun baru Hijriah 1 Muharram, bukan hari raya agama, meski dinyatakan sebagai hari libur nasional. Perayaan Tahun Baru Islam juga tidak semeriah perayaan Tahun Baru Masehi. Namun Tahun Baru Hijriah memiliki makna penting bagi umat Islam, menjadi bagian sejarah Islam yang menandai perjuangan berat seorang Rasulullah Muhammad Saw dalam menyebarkan risalah Islam dan menjadi sebuah awal perubahan bagi umat Islam, terutama dari sisi spiritual. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tahun Baru Hijriah yang didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw bersama kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah, bukan sekedar hijrah secara fisik tapi juga hijrah secara drastis dari sisi mental. Seperti yang diungkapkan oleh sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab tentang hijrahnya Nabi Muhammad Saw, bahwa "Hijrah itu membedakan antara yang hak dan bathil. "Oleh sebab itu, umat Islam selayaknya tidak memandang tahun baru Islam hanya sekedar pergantian tahun biasa seperti ketika kita merayakan tahun baru Masehi. Tapi mencontoh semangat hijrah Rasulullah terutama dari sisi mental dan spiritual, dengan lebih memurnikan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah Swt. Menguatkan tekad dan niat untuk melakukan pembaharuan drastis dan membebaskan diri dari kebathilan dan dari cinta dunia menjadi cinta hanya kepada Allah Swt.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mampukah kita? Melakukan perubahan drastis memang bukan perkara yang mudah, butuh kemauan kuat dari dalam diri kita sendiri untuk bertindak revolusioner. Namun tak ada kata susah, jika kita memang ingin mengisi sisa waktu kita hidup di dunia dengan perbuatan baik dan mengejar pahala semata-mata karena Allah Swt. Kalau tidak dari sekarang kapan lagi?Yang paling ringan mungkin bermuhasabah dan sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan yang merugikan amaliyah diri kita sendiri. Apa saja kebiasaan yang merugikan itu, mungkin berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lain, dan diri kita sendirilah yang paling tahu kelemahan masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengutip kalimat Kyai Haji Abdullah Gymnastiar alias AA Gym, mulailah dari hal yang kecil, dari diri sendiri dan dari sekarang. Mudah-mudahan, perubahan-perubahan kecil ini akan makin mendewasakan kita dan meningkatkan kecintaan kita padaNya. Yang terpenting adalah, mari kita luruskan niat untuk "hijrah" karena mengharapkan ridho Allah Swt semata. "Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasulnya, hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan Rasulnya... " (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah Swt senantiasa membimbing kita ke jalanNya dan serta memberi hidayah dan rahmatNya pada kita semua, dan pada bangsa ini yang sedang dilanda ujian musibah dan bencana bertubi-tubi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selamat Tahun Baru...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta, 1 Muharram 1429 H&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rubina_zalfa@yahoo. Com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6656615413719020294?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6656615413719020294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6656615413719020294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/01/selamat-tahun-baru-islam-1429-h.html' title='Selamat Tahun Baru Islam 1429 H'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R4rXQvvQHwI/AAAAAAAAAG0/2g_TuA-ni_U/s72-c/1429+H.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2682599881856026200</id><published>2008-01-03T02:20:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>7 Faktor Kehancuran Keluarga</title><content type='html'>Di dalam rumah tangga selalu memiliki rintangan dan penyebab kehancuran, dalam pandangan Psikofitrah ada 7 penyebab kehancuran keluarga. Kehancuran keluarga ditengah masyarakat berarti juga kehancuran satu bangsa sebab keluarga adalah cermin dari satu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Akidah yang keliru atau sesat,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Misalnya mempercayai kekuatan dukun, magic dan sebangsanya. Bimbingan dukun dan sebangsanya bukan saja membuat langkah hidup tidak rationil, tetapi juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Makanan yang tidak halalan thayyiba.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut hadis Nabi, sepotong daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung mendorong pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min alharam ahaqqu ila an nar). Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil, pakaian dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Kemewahan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut al Qur'an, kehancuran suatu bangsa dimulai dengan kecenderungan hidup mewah, mutrafin (Q/17:16), sebaliknya kesederhanaan akan menjadi benteng kebenaran. Keluarga yang memiliki pola hidup mewah mudah terjerumus pada keserakahan dan perilaku menyimpang yang ujungnya menghancurkan keindahan hidup berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Pergaulan yang tidak terjaga kesopanannya (dapat mendatangkan WILdan PIL).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu suami atau isteri harus menjauhi "berduaan"dengan yang bukan muhrim, sebab meskipun pada mulanya tidak ada maksud apa-apa atau bahkan bermaksud baik, tetapi suasana psikologis"berduaan" akan dapat menggiring pada perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Kebodohan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan ada yang bersifat matematis, logis dan ada juga kebodohan sosial. Pertimbangan hidup tidak selamanya matematis dan logis, tetapi juga ada pertimbangan logika sosial dan matematika sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Akhlak yang rendah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhlak adalah keadaan batin yang menjadi penggerak tingkah laku. Orang yang kualitas batinnya rendah mudahterjerumus pada perilaku rendah yang sangat merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Jauh dari agama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agama dalah tuntunan hidup. Orang yang mematuhi agama meski tidak pandai, dijamin perjalanan hidupnya tidak menyimpang terlalu jauh dari rel kebenaran. Orang yang jauh dari agama mudah tertipu oleh sesuatu yang seakan-akan "menjanjikan" padahal palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Agussyafii&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2682599881856026200?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2682599881856026200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2682599881856026200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2008/01/7-faktor-kehancuran-keluarga.html' title='7 Faktor Kehancuran Keluarga'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6884042799865618327</id><published>2007-12-27T23:52:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:16:37.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HotNews'/><title type='text'>Pendaftaran Anggota Majelis SeHati 7</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R3Ss7vvQHtI/AAAAAAAAAGg/VhxrYwf3UBw/s1600-h/RegSehati7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148930416418234066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R3Ss7vvQHtI/AAAAAAAAAGg/VhxrYwf3UBw/s400/RegSehati7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6884042799865618327?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6884042799865618327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6884042799865618327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/12/blog-post.html' title='Pendaftaran Anggota Majelis SeHati 7'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R3Ss7vvQHtI/AAAAAAAAAGg/VhxrYwf3UBw/s72-c/RegSehati7.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6668449097692668872</id><published>2007-12-27T23:48:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:13:32.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>WiSaTa TaaRuf MajeLis SeHati</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R3Sq4fvQHrI/AAAAAAAAAGQ/rK2xdqCNK8I/s1600-h/WisataTaaruf.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148928161560403634" style="WIDTH: 312px; CURSOR: hand; HEIGHT: 427px" height="427" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R3Sq4fvQHrI/AAAAAAAAAGQ/rK2xdqCNK8I/s400/WisataTaaruf.jpg" width="306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6668449097692668872?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6668449097692668872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6668449097692668872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/12/wisata-taaruf-majelis-sehati.html' title='WiSaTa TaaRuf MajeLis SeHati'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R3Sq4fvQHrI/AAAAAAAAAGQ/rK2xdqCNK8I/s72-c/WisataTaaruf.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4140333382344108264</id><published>2007-12-18T23:47:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>MAAF "Ketika aku harus berbagi istri"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R2jZFPvQHoI/AAAAAAAAAF4/MlIvwLV9JSs/s1600-h/keluarga+bahagia.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145601258418085506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="240" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R2jZFPvQHoI/AAAAAAAAAF4/MlIvwLV9JSs/s320/keluarga+bahagia.bmp" width="360" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;Ketika aku menikahi wanita yang sekarang menjadi ibu dari dua anakku, aku sempat merasa dia akan menjadi milikku sepenuhnya. Ternyata aku harus berbagi dengan yang lain. Ketika aku menjadi suami dari istri yang begitu menyadari kodratnya sebagai muslimah, aku sempat merasa, aku memiliki kekuasaan penuh terhadap dirinya. Ternyata kekuasaanku tidak sepenuhnya menguasai dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika aku dan istriku yang telah banyak berkorban demi diriku, bersepakat setelah menikah untuk terus berjuang menegakkan agama Allah, aku sempat merasa apapun yang terjadi seorang istri harus sepenuhnya di bawah kendali suami. Ternyata istriku memiliki kendali untuk dirinya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika Allah mulai menguji tekad kami berdua untuk terus berjuang di jalan-Nya, aku mulai sadar, kalau aku harus berbagi istri dengan Sang Maha Pemilik Segalanya di Dunia ini. Bahkan seharusnya, aku tidak punya kekuasaan untuk memiliki ataupun mengendalikan istriku sepenuhnya. Istriku seratus persen milik Allah. Istriku seratus persen berada dalam genggaman Sang Maha Bijaksana. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sedangkan aku.....aku....aku hanyalah suami yang juga seratus persen dalam genggaman Allah. Aku hanya menerima titipan amanah dari Allah, yang sewaktu-waktu dapat Dia ambil kembali. Aku hanya bertugas menjaga istriku, tapi bukan berarti memiliki sepenuhnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam berjuang menegakkan agama Allah, kami bersepakat untuk menjadi pelayan Sang Maha Pencipta, guna melayani hamba-hamba-Nya. Maka aku harus siap berbagi istri dengan jamaah. Meskipun terkadang muncul ketidakikhlasan dalam hatiku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yah, aku hanya manusia biasa yang masih terus memperbaiki diri. Aku hanya seorang suami yang biasa-biasa saja, yang masih harus banyak berilmu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Duhai istriku, doakan selalu agar suamimu tetap ikhlas, untuk bisa berbagi dirimu dengan Allah, hingga suatu saat nanti, suamimu benar-benar memiliki keikhlasan mutlak. Amin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari suamimu yang masih terus belajar ilmu ikhlas.... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rico Atmaka&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Koordinator Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/"&gt;http://www.majelissehati.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4140333382344108264?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4140333382344108264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4140333382344108264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/12/maaf-ketika-aku-harus-berbagi-istri.html' title='MAAF &quot;Ketika aku harus berbagi istri&quot;'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R2jZFPvQHoI/AAAAAAAAAF4/MlIvwLV9JSs/s72-c/keluarga+bahagia.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-2155086714473049837</id><published>2007-12-10T18:34:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:23:48.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Jangan Mudah Mengaku Sibuk</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R136cNXpzbI/AAAAAAAAAFc/0uQDxEdrVb4/s1600-h/busy_mom_1.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142541712059125170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 198px; CURSOR: hand; HEIGHT: 264px" height="285" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R136cNXpzbI/AAAAAAAAAFc/0uQDxEdrVb4/s320/busy_mom_1.png" width="232" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Oleh Meralda Nindyasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, saya terlambat memberi kabar. Ada kesibukan yang teramat nyata yang harus saya jalani di kampus. Sekali lagi.. maaf, saya baru sempat. “ kurang lebih SMS itulah yang kubaca dari salah seorang teman SMAku dulu.&lt;br /&gt;Kata-kata yang terangkai dalam SMS itu cukup membuatku geli. Kalimat itu cukup santun, esensi dari kalimat itu pun tak sekali ini aku mendengar ataupun membacanya. Bukan lagi dari 1 atau 2 orang, lebih bahkan…Hmm, dan mungkin aku pun pernah berucap seperti itu, seingatku lebih dari sekali juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang menarik, cukup menginspirasi. Kalimat itu mengajakku merenung. Ya, aku sempat tak habis pikir.. pernah diri ini mengaku sibuk, padahal statusku masih mahasiswa. Tentu ucapanku ini belum bersesuaian. Bahkan aku menghakimi diri sendiri karena berucap itu. Kenapa? Karena dalam paradigmaku, kalau saat mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk, maka bagaimana jika sudah bekerja dan berumah tangga?&lt;br /&gt;Berbicara masalah berkeluarga, maka ada dua kosakata yang menjadi kunci, yaitu waktu dan tanggung jawab. Kalau seseorang sudah berkeluarga, bertambahlah amanahnya. Bagi seorang laki-laki, ada amanah untuk menjemput rejeki, menjadi ayah bagi anak-anaknya, menjadi suami bagi isterinya, menjalani profesi pekerjaannya, menjadi anak bagi ayah ibunya, dan jika ia adalah sosok orang yang andil dan berpengaruh terhadap lingkungannya, maka amanah-amanah itu belum masuk hitungan. Ya, begitu pula dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, aku sampai tak habis pikir, masih berstatus mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk. Sekalipun bukan mahasiswa biasa, dalam arti tak hanya belajar akademik tapi juga non akademik. Tapi itu sungguh bukan alasan bagiku untuk mengaku sibuk. Waktu ku sebagai mahasiswa dengan waktu mereka yang sudah berkeluarga, pun dengan waktu para pemimpin bangsa tetap sama. Sehari 24 jam. Padahal tanggungjawab mereka tentu melebihi diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mudah berkata sibuk. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita seperti itu. Aku masih bisa membayangkan semulia apa sosok beliau. Dengan berbagai macam amanah dan tanggungjawab yang ada di pundak beliau, tetap, tetap peduli dan selalu melayani. Beliau, seorang pengelola bisnis yang diinvestasikan bunda Khadijah. Beliau lah enterpreneur dengan sifat nabawi:shiddiQ (jujur), amanah (capable), fathanah (smart) dan tabligh (informatif). Beliau, seorang panglima perang, selama 10 tahun di Madinah ada sekitar 300-an detasemen yang beliau bentuk dan berangkatkan. Beliaulah pemimpin negara yang saat menjadi imam shalat, masih sempat bertanya “Di mana si Fulan? Mengapa ia tidak nampak? “. Namun, tetap.beliau begitu tak lalai dalam mengemban amanahnya yang lain, sebagai suami, ayah, teman, dan tetangga. Dan, bandingkan dengan kita, sungguh.. belum seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, saya sibuk “. Ya, tiga kata yang bisa membuat jiwa-jiwa yang mengharap uluran tangan kita menjadi sungkan meminta bantuan kita. Tiga kata yang mampu membuat saudara yang semula ingin berbagi duka dengan kita, kini menjadi enggan karena khawatir makin menyita waktu kita. Inagtkah? Dalam tiap waktu kita, ada hak-hak saudara kita. Dan bisa jadi 3 kata itu menjadi alasan kita untuk lalai memenuhi hak mereka. Tiga kata yang mungkin sering menjadi alasan untuk kita lupa melantunkan bait-bait doa untuk saudara-saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pff, tidak baik jika aku mengeluh dengan mengaku sibuk dan tidak baik jika kepedulian ini merapuh dengan mengaku sibuk. Karena itu, jangan mudah mengaku sibuk, karena masih banyak sisi kehidupan yang belum terjamah. Masih banyak tantangan ummat yang belum terselesaikan. Kerena Islam membutuhkan kontribusi kita lebih besar. Ya, menjadi sebaik-baik hamba yang banyak memberi manfaat. Ya, Totalitas dalam peduli dan melayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moslemalda@yahoo. Com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-2155086714473049837?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2155086714473049837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/2155086714473049837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/12/jangan-mudah-mengaku-sibuk.html' title='Jangan Mudah Mengaku Sibuk'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R136cNXpzbI/AAAAAAAAAFc/0uQDxEdrVb4/s72-c/busy_mom_1.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1787143200235816816</id><published>2007-12-04T01:35:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:15:59.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><title type='text'>Aa Gym Menjawab di Kick Andy Metro TV</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pretopik: Aa Gym Menjawab di Kick Andy Metro TV,&lt;br /&gt;kamis malam jam 10, tgl 6 Des 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penampilan pertama Abdulah Gymnastiar atau akrab dipanggil Aa Gym di sebuah talk show. Tidak mudah meyakinkan dai yang dikenal dengan lagunya 'Jagalah Hati' ini untuk tampil di Kick Andy. Pasalnya, selama ini dia merasa didzolimi oleh pers setelah berpoligami.&lt;br /&gt;Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Abdullah Gymnastiar menyatakan bersedia. Semua pertanyaan yang diajukan Andy Noya dijawabnya dengan terbuka. Mulai dari alasan mengapa sampai dia tega menyakiti hati istri dan keluarga dengan kawin lagi, bagaimana perasaannya 'ditinggal' oleh para pengagumnya, sampai isu bisnisnya hancur setelah berpoligami.&lt;br /&gt;''Ini cobaan yang berat dalam hidup saya. Tapi dalam perjalanan waktu ke depan saya yakin ada hikmah yang dapat dipetik,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara bergetar Aa Gym mengungkap perasaan yang harus dipendamnya selama beberapa tahun terakhir ini. Pria yang bertutur lembut ini mengaku beberapa tahun terakhir hidupnya tidak bahagia. Dia merasa kehidupannya bagaikan sebuah mesin yang sedang berjalan dan tidak bisa dihentikan. ''Saya begitu sibuk. Dari satu acara ke acara lain. Dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan untuk mengejar waktu, saya sering naik helikopter atau pesawat khusus. Saya tidak punya waktu lagi untuk urusan pribadi,'' ungkap ayah tujuh anak ini.&lt;br /&gt;Bahkan untuk bertemu dengan kedua orangtua yang dia cintai pun tidak pernah dapat terlaksana. ''Saya rindu dan ingin bertemu orangtua tapi jadwal begitu padat. Saya sudah menyadari ada yang salah dengan kondisi ini. Saya jadi jarang bertemu dengan istri dan anak-anak. Tapi saya tidak berdaya. Saya tidak bisa menghentikan mesin ini.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika pria 45 tahun ini memutuskan untuk menikah lagi, dan akibat keputusannya itu dia ditinggalkan oleh sebagian besar 'umatnya', Aa Gym mengaku semua itu merupakan kehendak Allah untuk menghentikan mesin kehidupannya yang berputar telalu cepat.&lt;br /&gt;''Ini cara Tuhan agar saya mempunyai waktu untuk lebih memperhatian keluarga. Ini cara yang halal, yang diijinkan oleh agama,'' ujarnya masih dengan suara bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bisnisnya yang terganggu akibat banyak pengagumnya yang menarik diri setelah dia menikah lagi, Aa Gym juga mensyukuri dan mengambil hikmahnya. ''Sejak awal saya juga merasakan semua kegiatan bisnis yang bertumpu pada pengultusan individu tidak akan sehat dan tidak akan bertahan lama,'' ujarnya.&lt;br /&gt;Dengan kondisi tersebut, secara alamiah bisnis yang dipimpinnya di, bawah payung Manajemen Qolbu Corporation, tersaring secara alamiah. ''Unit bisnis yang mengandalkan saya sebagai pribadi, terpaksa tutup. Tapi bisnis lain yang dikelola secara profesional, sampai sekarang tetap bertahan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Gym tetap pada pendiriannya bahwa berpoligami adalah keputusan yang tidak menyalahi agama dan prinsip hidupnya. ''Kita bisa lihat di sekeling kita, masih ada yang memilih jalan yang dilarang agama. Apa yang saya lakukan tidak menyalahi agama.''&lt;br /&gt;Pada bagian kisah tentang adiknya yang lumpuh dan kemudian meninggal, pria yang gemar berolahraga petualangan ini tidak kuasa membendung tangisnya. Kepada Andy Noya dan penonton di studio, Aa Gym mengakui adiknya yang cacat itu merupakan sumber inspirasinya dan menjadikan dirinya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Adiknya yang sudah lumpuh waktu itu tetap bertekad melanjutkan kuliah ke fakultas ekonomi Universitas Indonesia. Padahal untuk ke kuliah dan beraktivitas, Agung, sang adik, harus dibopong. Aa Gym sebagai kakak termasuk yang paling sering membopong adiknya ke tempat kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Aa Gym tak kuasa untuk melemparkan pertanyaan kepada Agung. ''Dik, kata dokter sakitmu sudah parah sekali. Tapi adik kok tidak pernah mengeluh?'' Sang adik tersenyum lalu menjawab, ''Untuk apa mengeluh? Mengeluh akan membuat orang lain susah. Kalau orang-orang beramal untuk bekal di surga nanti, saya ingin agar kesabaran saya ini bisa menjadi bekal nanti.''&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu Aa Gym tersadar. Betapa mulianya hati sang adik. Bahkan Agung pernah mengatakan apa pun yang dilakukan Aa Gym tidak akan sempurna jika tidak mengikuti jejak Nabi Muhammad. ''Itulah titik balik dalam kehidupan saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kick Andy pimpinan Pesantren Daarut Tauhid ini juga bercerita tentang kenapa dia kerap memakai sorban, bagaimana ketika di SD dia terpaksa jualan jambu milik tetangga, dan bagaimana saat mahasiswa dia harus mencari uang dengan menjadi supir angkot. Termasuk bagaimana dia menghidupi keluarga dengan jualan bakso. ''Subuh-subuh saya sudah ke pasar beli tulang sumsum untuk kuah bakso.'' Tapi mengapa sang istri waktu itu terganggu dengan profesi sang suami? ''Karena setiap hari jualan bakso, badan saya bau bakso semua. Istri gak tahan dan sering mau muntah,'' ujar Aa sembari tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah suka dan duka dalam perjalanan hidupnya yang dia ungkapkan di Kick Andy.&lt;br /&gt;Aa Gym juga menjawab semua tudingan terhadapnya. Sebuah wawancara tanpa batas dengan sang tokoh. Di ujung acara, Aa Gym dipertemukan dengan 'Aa Jimmy', yang selalu menirukan Aa Gym di News. Com. Apa yang terjadi? Marahkah Aa Gym?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.kickandy.com/pretopik.asp"&gt;http://www.kickandy.com/pretopik.asp&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*SEHATIsyiar*&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/"&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;email &amp;amp; YM : &lt;a href="mailto:sehati.dtjakarta@yahoo.com"&gt;sehati.dtjakarta@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1787143200235816816?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1787143200235816816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1787143200235816816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/12/aa-gym-menjawab-di-kick-andy-metro-tv.html' title='Aa Gym Menjawab di Kick Andy Metro TV'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-1333543961157747909</id><published>2007-12-03T23:38:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:13:32.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Pengajian MMQ Istiqlal :"Silaturahim Akbar Pendengar MQ Pagi"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R1UdhNXpzaI/AAAAAAAAAFU/6HJoLupFcx0/s1600-h/MMQ+Istiqlal.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140047006075047330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 262px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" height="320" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R1UdhNXpzaI/AAAAAAAAAFU/6HJoLupFcx0/s320/MMQ+Istiqlal.jpg" width="273" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama ini kami mengundang muslimin/muslimat dimana saja berada untuk menghadiri Pengajian Majelis Manajemen Qolbu : "Silaturahim Akbar Pendengar MQ Pagi"&lt;br /&gt;yang InsyaAllah akan diselenggarakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari/tanggal : Ahad, 9 Desember 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu : 12:00 - 15:00 WIB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penceramah : KH. Abdullah Gymnastiar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat : Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya kusuma, Jakarta Pusat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengajian ini terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah kita. Amin ya Rabbal Alamin.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo,&lt;br /&gt;atas kehadiran dan bantuannya dalam ikut penyebaran info Pengajian MMQ Istiqlal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humas - Daarut Tauhiid Jakarta&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dtjakarta.or.id/"&gt;http://www.dtjakarta.or.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan Cipaku I no. 43 Kebayoran BaruJakarta Selatan 12170&lt;br /&gt;Telp : (021) 723-5255 Fax : (021) 723-5258&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-1333543961157747909?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1333543961157747909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/1333543961157747909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/12/pengajian-mmq-istiqlal-silaturahim.html' title='Pengajian MMQ Istiqlal :&quot;Silaturahim Akbar Pendengar MQ Pagi&quot;'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/R1UdhNXpzaI/AAAAAAAAAFU/6HJoLupFcx0/s72-c/MMQ+Istiqlal.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-898722720173775976</id><published>2007-11-13T18:56:00.000-08:00</published><updated>2007-11-13T19:09:01.572-08:00</updated><title type='text'>Keburukan Datang dari Diri Sendiri</title><content type='html'>Oleh Muhammad Rizqon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kisah sedih menjelang pernikahan yang baru-baru ini terjadi di lingkungan saya.&lt;br /&gt;Kisah pertama:&lt;br /&gt;Menjelang pesta pernikahan tetangga sebelah, isteri saya turut berpartisipasi dalam acara masak-memasak menyiapkan hidangan pesta pernikahan untuk esok harinya. Suatu hal yang lazim jika para ibu berkumpul maka saling curah perasaan pun terjadi. Pada saat itulah ibu dari sang putri calon pengantin mencurahkan perasaannya. Bagi ibu-ibu daerah tersebut apa yang diungkapkan oleh sang ibu adalah rahasia di balik pernikahan yang akan dilangsungkan esok hari, sebab memang ibu-ibu sekitar rumahnya belum mengetahui dengan persis siapa calon suami dari mempelai putri.&lt;br /&gt;Isteri saya sungguh terkaget ketika sang ibu dari mempelai menceritakan bahwa calon suami putrinya beberapa hari yang lalu tersangkut perkara pembunuhan yang tidak disengaja sehingga ia terancam masuk penjara. Kisahnya ia mengendarai sepeda motor, dan sepeda motornya tersebut menabrak seseorang sehingga menemui ajalnya. Ia pun segera diproses, polisi segera menjatuhkan hukuman penjara sebelum proses lebih lanjut dilakukan oleh pengadilan. Namun karena sang terdakwa memiliki hajat yang harus ditunaikan yaitu melangsungkan pernikahan, maka polisi memberi waktu untuk melangsungkan pernikahan tersebut, dan setelah pernikahan usai, ia akan segera digiring ke penjara di kepolisian.&lt;br /&gt;Ibu dari mempelai perempuan itu bercerita kepada isteri saya dan semua yang hadir pada acara memasak di malam hari itu dengan derai air mata. Tak terbayang juga bagaimana perasaan putrinya yang akan menikah dengan calon terpidana. Bagi yang menikah dengan pasangan yang tugas ke luar kota barang kali tidak begitu bermasalah karena ada harapan sang suami akan segera pulang dan menjemput untuk diajak serta. Bagi dia yang suaminya akan memasuki penjara, tentu ia tidak boleh turut serta. Kapan mereka bisa berkumpul kembali pun belum diputuskan oleh pengadilan. Kalau hanya beberapa bulan, masih ada harapan untuk menanti. Kalau bertahun-tahun, bagaimanakah perasaan jiwanya yang telah terpasung oleh ikatan pernikahan sementara ia pun ingin menikmati pernikahan tersebut?&lt;br /&gt;Isteriku berusaha menyabarkan agar sang ibu dan sang putri tabah menghadapi cobaan-Nya. Bagaimanapun ini adalah takdir Allah yang mana di balik takdir itu pasti ada kebaikan-kebaikan yang akan dipetik. Barangkali ini adalah teguran Allah atas kehilafan-kehilafan yang dilakukannya, maka tidak ada jalan terbaik selain bertaubat dan berusaha memperbaiki hidup agar lebih baik di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kedua:&lt;br /&gt;Bu Fulanah isteri seorang pejabat perpajakan telah merencanakan pesta pernikahan putrinya secara matang. Sebagai orang sangat berada, berbagai acara telah disiapkan secara mewah. Gedung, katering, pernik-pernik pernikahan, dokumentasi, busana, panitia, dan lain-lain, telah disiapkan secara fiks dan matang untuk acara pernikahan putrinya tersebut. Boleh jadi, mahalnya biaya tidak bermasalah yang penting ada kepuasan penunjukkan status hidupnya. Singkat cerita, tiga hari menjelang pernikahan, beliau menerima kabar bahwa sang calon menantu mengalami kecelakaan sehingga meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.&lt;br /&gt;Sungguh, meninggalnya sang calon menantu tersebut adalah berita yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Bayangan pernikahan indah putrinya pun bercampur dengan bayangan upacara pemakaman sang calon menantu. Dada sang ibu rasanya sempit dan sesak, kemudian tidak lama ia terkulai jatuh pingsan. Pasca kejadian itu, sang ibu masih diliputi suasana shock yang diiringi rasa sakit secara fisik.&lt;br /&gt;Banyak sisi hikmah yang bisa diambil dari kejadian tersebut. Yang menarik buat saya kenapa justru sang ibu calon mempelai putri yang mengalami kesusahan dan bukan putrinya? Bagi saya hal ini mengisyaratkan bahwa memang nuansa ikatan batin sang ibu kepada sang putri menjelang pernikahan memang sungguh besar. Bayangkan, sang ibu hendak mengalihkan tanggung jawab pemeliharaan sang putri kepada orang lain. Hal ini akan sedikit berbeda bagi sang ibu mempelai laki-laki yang akan tetap menjadi ibu pasca pernikahan kelak.&lt;br /&gt;Karena merasa akan mengalihkan tanggung jawab itulah, sang ibu boleh jadi ingin berbuat yang terbaik bagi putrinya. Hanya saja yang menjadi catatan di sini adalah bahwa yang terbaik menurut sang ibu belum tentu terbaik menurut Allah Swt.&lt;br /&gt;Calon menantu yang hendak dipenjara atau calon menantu yang meninggal dunia, boleh jadi dipandang oleh sang ibu masing-masing sebagai hal yang buruk dan diluar persangkaan mereka. Tetapi boleh jadi, hal itu adalah terbaik bagi putrinya dan terbaik menurut Allah Swt.&lt;br /&gt;Pelajaran utama dari penggalan kisah tersebut bagi saya adalah bahwa apa yang menjadi harapan manusia tidak selalu selaras dengan kehendak Allah. Manusia boleh bermimpi, bercita-cita, bekerja, berusaha, dan berjuang. Tetapi yang harus selalu tertanam adalah bahwa realisasi dari mimpi, cita-cita, dan tujuan dari upaya dan perjuangan tersebut tidak lepas dari kehendak Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana agar keinginan kita (selalu) selaras dengan kehendak Allah sehingga hidup kita selalu diliputi oleh kebaikan. Allah memberi jawaban dalam Al-Qur’an: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. 2:186).&lt;br /&gt;Formula yang diberikan Allah dalam Al-Quran ini begitu simpel dan mudah, yaitu jika kita merasa keinginan kita tidak selaras dengan kehendak Allah (tidak dikabulkan Allah), berarti masih ada masalah keimanan dalam diri kita, baik berbentuk tidak memenuhi seruan-Nya atau berbuat maksiyat kepada-Nya.&lt;br /&gt;Sang ibu yang calon menantunya meninggal tersebut bersuamikan pegawai perpajakan. Kehidupannya mentereng dan wah. Kekayaan tersebut sudah lama nampak sebelum adanya reformasi kantor perpajakan seperti sekarang ini, yang mana pegawai-pegawainya digaji cukup besar. Boleh jadi, kekayaan yang bukan haknyalah yang menjadikan keinginannya tidak dikabulkan Allah Swt.&lt;br /&gt;Sedangkan ibu dari calon mempelai yang dipenjara, kurang rajin dalam hal ibadah kepada Allah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan dalam bentuk pengajian atau majelis taklim. Boleh jadi, itulah yang menjadikan keinginannya tidak terkabul di sisi Allah.&lt;br /&gt;Boleh jadi pula, bukan semua itu penyebab pastinya, saya hanya bisa mengambil hikmah dari yang nampak. Tetapi saya yakin, bahwa kebaikan itu datangnya dari Allah dan musibah itu datangnya dari diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan sederhana dalam menghadapi keburukan ini, sangat relevan jika kita applikasikan dalam segmentasi kehidupan apapun. Diri sendiri, keluarga, masyarakatdan bahkan kehidupan bernegara. Jika kita mengalami keburukan (hal yang tidak menyenangkan), sadarilah bahwa itu datangnya dari diri kita sendiri bukan orang (pihak) lain.&lt;br /&gt;Alangkah indahnya jika hidup dipenuhi dengan orang-orang yang mawas diri dan introspektif ini. Perpecahan pun dapat diminimalisir dan “kambing hitam” pun barangkali tidak laku. Justru yang terjadi adalah masing-masing elemen akan berusaha memperbaiki diri dansecaraagregatif menimbulkan perbaikan yang luar biasa. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waallahu’alam Bishshawaab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-898722720173775976?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/898722720173775976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/898722720173775976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/11/keburukan-datang-dari-diri-sendiri.html' title='Keburukan Datang dari Diri Sendiri'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6178134491104088295</id><published>2007-11-12T01:06:00.000-08:00</published><updated>2008-07-20T20:25:35.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>TOP Study Majelis Sehati : Kesehatan Alat Reproduksi pada Usia Subur</title><content type='html'>Assalamu'alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, khususnya Anggota Majelis Sehati Angkatan 6, wajib hadir pada kajian Wajib Utama yang Insya Allah diselenggarakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/Tgl : Ahad, 25 November 2007&lt;br /&gt;Pukul : 12.00 – 15.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Mesjid DT Jakarta, Jl. Cipaku I/43, dekat ps Santa, Jaksel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tema : Kesehatan Alat Reproduksi pada Usia Subur&lt;br /&gt;Pemateri : dr. Ichwan (Alumni Haji / Tim Medis Daarut Tauhiid Jakarta)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah umum yang ingin hadir, silakan datang langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka – 08158018156 / 021-98603024 / 021-93150090&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;YM ID : &lt;a href="ymsgr:sendIM?daddy_zahirah"&gt;&lt;img alt="daddy_zahirah @ Yahoo!Messenger" src="http://opi.yahoo.com/online?u=daddy_zahirah&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.majelissehati.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;milis : &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/ukhuwah_sehati"&gt;http://groups.yahoo.com/group/ukhuwah_sehati&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6178134491104088295?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6178134491104088295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6178134491104088295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/11/kajian-utama-majelis-sehati.html' title='TOP Study Majelis Sehati : Kesehatan Alat Reproduksi pada Usia Subur'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-7955731524947455604</id><published>2007-10-29T01:03:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:27:46.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Kajian Majelis Sehati : Memahami Poligami dengan benar</title><content type='html'>Assalamu'alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, khususnya Anggota Majelis Sehati Angkatan 6,&lt;br /&gt;wajib hadir pada kajian Wajib Utama yang Insya Allah diselenggarakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/Tgl : Ahad, 4 November 2007&lt;br /&gt;Pukul : 12.00 – 15.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Mesjid DT Jakarta, Jl. Cipaku I/43, dekat ps Santa, Jaksel.&lt;br /&gt;Tema : Memahami Poligami dengan benar.&lt;br /&gt;Pemateri : Ust. Ihsan Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaah umum yang ingin hadir, silakan datang langsung, dengan syarat :&lt;br /&gt;- Membawa Al-Qur'an dan terjemahan serta alat tulis.&lt;br /&gt;- Akhwat/Wanita, wajib mengenakan busana muslimah berjilbab, bukan sekedar kerudung.&lt;br /&gt;- Ikhwan/Pria mengenakan busana berkerah/baju koko, bukan kaos/T-Shirt (kecuali Tim Majelis Sehati) dan tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico Atmaka – 08158018156 / 021-98603024 / 021-93150090&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta&lt;br /&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.majelissehati.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;www.majelissehati.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;milis : &lt;a href="mailto:ukhuwah_sehati@yahoogroups." target="_blank" rel="nofollow" ymailto="mailto:ukhuwah_sehati@yahoogroups.com"&gt;ukhuwah_sehati@yahoogroups. com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-7955731524947455604?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7955731524947455604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/7955731524947455604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/10/kajian-majelis-sehati-memahami-poligami.html' title='Kajian Majelis Sehati : Memahami Poligami dengan benar'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-897773528000146294</id><published>2007-10-26T00:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:27:30.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daarut Tauhiid'/><title type='text'>Road Map to Halal Bi Halal DT 1428 H</title><content type='html'>&lt;div&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Salam Ukhuwah Silahturahmi !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bulan keberkahan telah terlalui, Hari kemenangan telah terlewati&lt;br /&gt;Semoga masih diberi kesempatan menemuinya kembali di tahun depan&lt;br /&gt;Tali silahturahmi telah terajut, Kebersamaan telah terjalin &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan Halal bi halal semoga rajutan dan jalinan itu makin erat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daarut Tauhiid akan mengadakan halal bi halal 1428 H ! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mau tau ramenya kayak apa ? Ya datang aja sendiri, ga usah bingung dan ragu &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kerinduan untuk saling bertemu, saling berkenalan dan bersilaturahmi sesamamember begitu membuncah. Halal bi halal ini, sungguh begitu dinantikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang baru bergabung di milis SEHATI satu minggu, satu bulan atau duabulan, inilah saatnya anda untuk terlibat langsung, mengenal dan merasakansecara langsung seperti apa Majelis Sehati DT itu sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari / Tanggal : Ahad, 28 Oktober 2007&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di : Mesjid DT II Jakarta, Jln.Suka Mulya Rt 001/09 Kampung Dukuh Desa, Serua Indah Ciputat, Tangerang-Banten.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pukul : 09.00 – Selesai &lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Bagi sahabat yang belum mengetahui lokasinya, ditunggu di DT Cipaku, hingga pukul 08.00, kita berangkat sama-sama, Insya Allah disediakankendaraan, karena itu wajib daftar)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara : - Silaturahim dan Tausyiah serta halal bi halal &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayo, kita hadiri bersama-sama acara kita ini. Di samping menikmati acara yang disuguhkan oleh Daarut Tauhiid, kita akan saling berkenalan danbersilaturahmi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;JANGAN SAMPAI KETINGGALAN DAN RAGU !!!. Jangan cuma di milis SEHATI aja, itu baru luar'-nya aja, apalagi bagi member baru. Sebagai jaringan ilmu, mari bersilahturahmi secara offline di ajang Halal Bi Halal DT ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasakan kebersamaan, kehangatan dan keakrabannya !. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mo lebih jelasnya lagi silahkan klik &lt;a href="http://majelissehati.blogspot.com/"&gt;http://majelissehati.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, wr.wb.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-897773528000146294?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/897773528000146294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/897773528000146294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/10/road-map-to-halal-bi-halal-dt-1428-h.html' title='Road Map to Halal Bi Halal DT 1428 H'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-4932820357897860575</id><published>2007-10-09T21:04:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:28:02.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>PENTING : REVISI ACARA SILATURAHIM SEHATI 2007</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RwxRpUwztOI/AAAAAAAAAC4/UfB9P96PfHE/s1600-h/Miss+U.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119556646803322082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 206px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px" height="168" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RwxRpUwztOI/AAAAAAAAAC4/UfB9P96PfHE/s320/Miss+U.JPG" width="194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum, wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta mengundang&lt;br /&gt;seluruh anggota, baik yang aktif maupun non-aktif, baik yang sudah&lt;br /&gt;ataupun yang belum menikah, termasuk para aktifis, untuk hadir pada&lt;br /&gt;acara Silaturahim Sehati yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari / Tanggal : Ahad, 28 Oktober 2007&lt;br /&gt;Di : Mesjid DT II Jakarta, di Ciputat.&lt;br /&gt;Pukul : 09.00 s/d Selesai&lt;br /&gt;(Bagi sahabat yang belum mengetahui lokasinya, ditunggu di DT Cipaku,&lt;br /&gt;hingga pukul 08.00, kita berangkat sama-sama, Insya Allah disediakan&lt;br /&gt;kendaraan, karena itu wajib daftar)&lt;br /&gt;Acara : - Silaturahim dan Tausyiah serta halal bi halal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Demi kepentingan pendataan, dimohon dengan sangat kepada yang&lt;br /&gt;berkesempatan hadir, untuk melakukan pendaftaran melalui :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Telepon / SMS (sebutkan nama lengkap, angkatannya dan status) dengan&lt;br /&gt;Rico Atmaka 08158018156 / 021-98603024 atau Riri - 08159998064&lt;br /&gt;b. E-mail ke : &lt;a href="mailto:rico_atmaka@yahoo.com"&gt;rico_atmaka@yahoo.com&lt;/a&gt; / &lt;a href="mailto:rico@ramakofm.com"&gt;rico@ramakofm.com&lt;/a&gt; cantumkan nama&lt;br /&gt;lengkap, no HP, status (menikah/belum menikah) dan angkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran tidak dipungut biaya apapun alias gratis, namun wajib daftar terlebih dahulu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pendaftaran ditutup pada Ahad, 21 Oktober 2007 pukul 12.00 WIB. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mohon disebarluaskan kepada alumni Majelis Sehati yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico Atmaka 08158018156 / 98603024&lt;br /&gt;YM ID : daddy_zahirah&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;br /&gt;Daarut Tauhiid Jakarta &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://majelissehati.blogspot.com/"&gt;http://majelissehati.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-4932820357897860575?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4932820357897860575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/4932820357897860575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/10/penting-revisi-acara-silaturahim-sehati.html' title='PENTING : REVISI ACARA SILATURAHIM SEHATI 2007'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RwxRpUwztOI/AAAAAAAAAC4/UfB9P96PfHE/s72-c/Miss+U.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-6815747136911403750</id><published>2007-10-09T20:41:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:28:17.881-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kajian'/><title type='text'>Wisata Ta'aruf Bandung Mei 2007</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;table style="border-collapse:collapse;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;embed src="http://apps.rockyou.com/rockyou.swf?instanceid=86839108&amp;ver=102906" quality="high"  salign="lt" width="426" height="320" wmode="transparent" name="rockyou" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"/&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-size:0px;background-color:#fff; padding:1px;font-size:0px;  filter:alpha(opacity=60);-moz-opacity:.60;opacity:.60;" align="left"&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-6815747136911403750?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6815747136911403750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/6815747136911403750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/10/wisata-taaruf-bandung-mei-2007.html' title='Wisata Ta&apos;aruf Bandung Mei 2007'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-3801247333117400319</id><published>2007-10-03T00:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:26:59.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat'/><title type='text'>Sang Khadijah Itu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RwNDKkwztMI/AAAAAAAAACc/OZmr1Rq1ZNo/s1600-h/muslimah2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117007450569159874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RwNDKkwztMI/AAAAAAAAACc/OZmr1Rq1ZNo/s320/muslimah2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh Yon's Revolta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Khadijah, seorang pedagang yang sukses, seorang wanita yang hidup dan dibesarkan di lingkungan Suku Quraisy. Sebagai pedagang besar, Khadijah mempunyai beberapa orang pegawai yang menyertainya. Dari salah seorang pegawainya, dan cerita-cerita yang disampaikannya, Khadijah kemudian mengenal sosok Muhammad yang membantu perdagangan, khususnya ketika membawa dagangan ke negeri Syam. Khadijah lalu penasaran tentang sosok seorang yang jujur itu, siapakah dia…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga keterangan mengenai hal aneh seperti awan tebal yang selalu menyelimuti Muhammad selama perjalanan dagang. Lebih-lebih lagi, keterangan seorang rahib bernama Buhairah yang membaca tanda kenabian pada diri Muhammad seperti yang dijanjikan dalam Taurat dan Injil. Singkatnya, rasa penasaran pelan-pelan berbuah simpati dan datanglah cinta. Mengalirlah bening cinta Khadijah kepada Muhammad setelah mengetahui kejujuran, amanah dan cahaya kebenaran melekat pada dirinya. Akhir bahagia, menikahlah keduanya. Khadijah (40) dan Muhammad (25). Inilah awal sebuah ikrar cinta sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, perjalanan cinta selalu penuh liku…&lt;br /&gt;Dalam sejarah, keduanya mendapat sorotan tajam masyarakat masa itu yang dikenal masih jahiliyah (bodoh), menyembah patung dan sebagainya. Mereka memusuhi keduanya. Muhammad gelisah melihat realitas yang terjadi pada masyarakatnya. Memang, masyarakat Makkah mengenal sosok Muhammad selaku orang yang gemar merenung dan berpikir. Tapi sayang, mereka tidak menyadari, kelakuan merekalah yang menyebabkan murungnya Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali dibulan Ramadhan…&lt;br /&gt;Muhammad menuju Gua Hira, sebuah gua kecil yang terdapat di bukit cahaya (jabal nur) yang terletak di utara Makkah. Ia mencari ketenangan. Orang-orang Quraisy juga terbiasa melakukan itu, sesekali mengasingkan diri dari hiruk pikuk suasana Makkah dengan meninggalkan aktivitas pedagangan dan juga suasana hangat rumah tangga. Ketika mendapati suaminya dalam kecamuk gelisah mencari kebenaran sejati, Khadijah tampil utuh sebagai isteri teladan. Ia tahu dan mengerti dengan sepenuh hati, kepergian suaminya menyendiri untuk beribadah dan mencari hakikat kebenaran sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketulusan, kesetiaan dan kepatuhannya, Khadijah mendukung sepenuhnya suaminya. Ia tak terjebak sifat cengeng dan romantisme murahan seperti dilakukan mayoritas wanita Quraisy yang meminta tetap dipelukan daripada ditinggalkan. Di situlah kemudian risalah kenabian dideklarasikan. Dan, Khadijah adalah orang pertama yang mempercayainya, orang pertama yang memasuki gerbang Islam. Kata Ibnu Syihab r. A. “Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya sebelum shalat diwajibkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menyeru kebenaran membersamai suaminya, tak jarang, perlakuan kasar masyarakat dirasakannya. Begitu juga Muhammad sering merasakannya. Pada saat seperti itu, Khadijah tampil sebagai pribadi yang agung, memberikan motivasi kepada suaminya untuk tetap tegar. Dengan penuh cinta, kelembutan dan kasih sayangnya, selalu menampakkan keceriaan. Mengobati kegundahan Rasul atas perlakuan kaum Quraisy yang tak mengenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang keluar dari bibir Khadijah adalah kelembutan, tutur kata yang halus. Pengobat hati, penyejuk jiwa. Seperti katanya “Wahai suamiku, risalah yang kau emban adalah kebenaran sejati, pastilah Allah ta’ala tidak akan melupakanmu dan akan memberikan arahan serta tuntunan bagi perjalananmu”. Kata-kata semacam itu yang membesarkan hati Muhhamad untuk terus berjuang menyerukan kebenaran. Bagi Muhammad sendiri, Khadijah adalah keteduhan, seorang wanita penyabar yang selalu penuh keceriaan. Tak hanya itu, sebagai pengusaha, Khadijah pun dikenal sebagai wanita yang menginfakkan sebagian besar hartanya demi kelancaran perjuangan. Ah, Khadijah memang gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian dalam sejarah perjuangan, terjadilah peristiwa pemboikotan yang dilakukan kaum Quraisy kepada kaum muslim. Mereka terisolasi, diembargo sehingga kesulitan komunikasi, transportasi dan juga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat pemboikotan itu, menyebabkan Khadijah sakit keras karena kelaparan dan kehausan. Hingga, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah meninggal dunia. Rasullulah sendiri yang mengurus jenazahnya. Ketika melepas kepergiannya, Rasulullah mengucap “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalab Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Itulah sebagian kecil pribadi dan sosok Khadijah. Memang, itu sejarah terkenangkan yang terjadi 14 abad lalu. Tapi, rasanya masih cukup relevan untuk dijadikan ibrah di zaman ini. Setidaknya, untuk memotret pribadi seorang wanita yang gagah, tegar, tak banyak mengeluh, penuh keceriaan di wajahnya, terlihat dari senyum ramahnya nan menyejukkan, siap berjuang dengan sepenuh jiwa, tapi juga menampilkan sisi lembut dan penuh romantisme. Adakah sosok seperti itu dijaman ini. Kalaupun ada, siapkah para lelaki baik dan sholeh menyambut Sang “Khadijah Senja” itu ketika ia datang menyapa, ketika ia datang dengan tiba-tiba…? Hanya, ketulusan cinta yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Senja, 29 September 2007.&lt;br /&gt;http://penakayu. Blogspot. Com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-3801247333117400319?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3801247333117400319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/3801247333117400319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/10/sang-khadijah-itu.html' title='Sang Khadijah Itu...'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RwNDKkwztMI/AAAAAAAAACc/OZmr1Rq1ZNo/s72-c/muslimah2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-5228332733886391370</id><published>2007-09-24T23:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:26:59.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Ketika aku meminta sedikit.......</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RviwhkwztII/AAAAAAAAAB8/4JSriCH1rE8/s1600-h/Love-Her-Hand-395687.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114031467729761410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 151px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" height="123" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RviwhkwztII/AAAAAAAAAB8/4JSriCH1rE8/s320/Love-Her-Hand-395687.jpg" width="166" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?&lt;br /&gt;Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?&lt;br /&gt;Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku meminta sedikit.....Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.Dan ketika aku meminta sedikit...sedikit...sedikit...lebih sedikit.....Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh.&lt;br /&gt;Harus lebih cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico Atmaka – 08158018156&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;br /&gt;Daarut Tauhiid Jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-5228332733886391370?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5228332733886391370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/5228332733886391370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/09/ketika-aku-meminta-sedikit.html' title='Ketika aku meminta sedikit.......'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/RviwhkwztII/AAAAAAAAAB8/4JSriCH1rE8/s72-c/Love-Her-Hand-395687.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-8339862932166880765</id><published>2007-09-13T21:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:13:01.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HotNews'/><title type='text'>Kajian harian tidak diwajibkan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sahabat-sahabat, khususnya anggota Majelis Sehati angkatan 6 atau yang daftar ulang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;selama bulan Ramadhan, kajian harian tidak wajib hadir, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;namun dipersilakan untuk mengikuti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.dtjakarta.or.id/content/view/13/26/"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#000000;"&gt;kegiatan Ramadhan di Mesjid DT Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Khusus Ahad, 23 September 2007, bagi anggota angkatan 6, wajib hadir pada kajian Majelis Sehati pukul 12.00 - 15.00 WIB. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Jazakumullah khoiron katsiiroo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Wassalamu'alaikum wr.wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Rico Atmaka - 08158018156 / 021-98603024&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Koordinator Majelis SehatiDT Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-8339862932166880765?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8339862932166880765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/8339862932166880765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/09/kajian-harian-tidak-diwajibkan.html' title='Kajian harian tidak diwajibkan'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5861333162581894080.post-792729604215857187</id><published>2007-08-28T01:42:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T20:01:36.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HotNews'/><title type='text'>Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta</title><content type='html'>Assalamu’alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, sebelumnya saya selaku Koordinator Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta mohon maaf, bila secara berkala, sahabat-sahabat menerima informasi ini. Karena ternyata masih banyak yang kurang memahami apa Majelis Sehati itu yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta bukan biro jodoh ataupun kontak jodoh. Tapi majelis keilmuan, yang membantu sahabat-sahabat untuk meningkatkan keilmuannya lewat kajian-kajian ilmu dari pranikah hingga pasca nikah. Diharapkan, dengan mengikuti kajian-kajian Majelis Sehati, sahabat-sahabat dapat membuka hati, sehingga dapat lebih memahami apa dan bagaimana proses ta’aruf, khitbah hingga ke jenjang pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam. Juga bagaimana mengatasi masalah-masalah kerumahtanggaan secara Islam. Serta segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah menjemput jodoh dalam arti luas. Dan yang paling penting, lewat kajian-kajian Majelis Sehati, sahabat-sahabat dapat mengalami perubahan akhlak yang jauh lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta bukan biro jodoh ataupun kontak jodoh. Karena pada pelaksanaannya, tidak pernah menjodohkan para anggotanya. Keputusan untuk menjemput jodoh, sepenuhnya diserahkan kepada anggota, tanpa adanya unsur pemaksaan. Keputusan menjemput jodoh juga harus didasari keilmuan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta bukan biro jodoh ataupun kontak jodoh.  Sehingga siapapun yang ingin menjadi anggotanya, harus memenuhi syarat-syarat tertentu dan  kesempatan mendaftar hanya dibuka setiap enam bulan sekali, sesuai dengan lamanya kajian untuk setiap angkatan. Jadi, tidak hanya sekedar menyerahkan biodata. Karena setiap anggota wajib mengikuti kajian-kajian yang telah ditetapkan, agar memiliki kesamaan visi dan misi, sehingga diharapkan akan lebih mempermudah dalam penjemputan jodoh. Untuk saat ini, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta hanya mampu melayani jamaah Jakarta dan sekitarnya. Bagi sahabat-sahabat yang berada di luar kota, dipersilakan bergabung, selama sanggup melaksanakan seluruh persyaratannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat-sahabat yang hanya berniat untuk sekedar menjemput jodoh, tidak dianjurkan untuk menjadi anggota Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta. Karena dikhawatirkan akan menemui kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sahabat-sahabat telah meluangkan waktu untuk membaca informasi ini. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi langsung nomor-nomor di bawah ini, mohon maaf tidak lewat SMS. Semoga bermanfaat dan mari kita sama-sama berjuang untuk selalu menegakkan agama Allah, serta mencontoh Rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah Khoiron Katsiiroo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum, wr.wb.&lt;br /&gt;Rico Atmaka - 08158018156&lt;br /&gt;Koordinator Majelis Sehati&lt;br /&gt;Daarut Tauhiid Jakarta&lt;br /&gt;Layanan Informasi Majelis Sehati - 021 93150090 (esia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5861333162581894080-792729604215857187?l=majelissehati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/792729604215857187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5861333162581894080/posts/default/792729604215857187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelissehati.blogspot.com/2007/08/majelis-sehati-daarut-tauhiid-jakarta.html' title='Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta'/><author><name>Kajian Sehati Majelis Keluarga Islami</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17793552159848721116</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='15' src='http://2.bp.blogspot.com/_ivpGf1KAVhA/StgSXjXhHPI/AAAAAAAAAY4/KtqSuPREPc8/S220/MKI2.jpg'/></author></entry></feed>
