Tausiah Teh Nini "Lima Kiat Datangkan Jodoh"

Adakah Istri Yang Tidak Cerewet ?

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya.
Bahkan istri Khalifahsekaliber Umar bin Khatabpun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar binKhatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetanistrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnyamelebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapunter dengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinyayang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan,berdiam diri saat istrinya ngomel ? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal diluar sana , ia selalu tegas pada siapapun ?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.
Istrinya berperan sebagai BP4. ApakahBP4 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya,niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elokdi sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak,membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapundemi terpuasnya satu hal; syahwat.Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-lakiuntuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat iamengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelakditerimanya. Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api,ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukanindah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi denganliuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkanraga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadipenyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam.Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadangtak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beliini, beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agarharta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia.Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuhcinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapapula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebihtelaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak adasalahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjagaharta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaianwarna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahansering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagimenyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkansendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampilmenawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluhkesah atas kecakapannya itu
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, m eka r. Sembilan bulanistri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan.Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar.Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilahistri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju kedepan, mengaku, "akulah yang membuatnya begitu." Baik buruknya sang tunasbeberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benarakan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas diseharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinyasempat berdebat, menawar, harga melebihi angaran. Tak perlu suami memotongsayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan b awang . Tak pusing iamemikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahuhanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikitsaja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi kokiterbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dandibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga dipundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memeliharahartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidanganuntuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa iamendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dankekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah iamenasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindarpertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia takhanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagikeluarganya.

Wallahu'Alam

Acara Mabit Majelis Sehati Januari 2009

Assalamu'alaikum, Wr.Wb.

Sahabat-Sahabat, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta kembali menyelenggarakan acara Mabit yang Insya Allah diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu-Ahad, 24-25 Januari 2009
Jam : Sabtu 17.00 - Ahad 06.00
Di : Mesjid Daarut Tauhiid Serua, Ciputat.
Acara : Kajian, Tahajjud, dan Muhasabah, serta penutupan Angkatan 8 dan
Pembukaan Angkatan 9.
Tema : Keutamaan Berilmu.
Biaya Investasi untuk anggota daftar ulang dan umum : Rp. 30.000 ,-
Khusus Anggota Majelis Sehati Angkatan 8, biaya investasi : Rp. 20.000,-

Syarat dan Ketentuan :
Seluruh Peserta Berangkat dari Yayasan Daarut Tauhiid, Jl. Laksana I/8, dekat lapangan blok S, hari Sabtu 24 Januari 2009, pukul 15.30 WIB (Maaf, tidak menerima penitipan kendaraan pribadi).
Membawa Al-Qur'an dan terjemahan serta alat tulis serta perlengkapan sholat.
Membawa perlengkapan untuk menginap di mesjid DT Serua.
Pendaftaran hanya dapat dilakukan dengan datang langsung ke Daarut Tauhiid Jakarta, Jl. Laksana I/8, dekat lapangan Blok S, pada hari kerja pukul 14.00 – 17.00 WIB.
Khusus setiap Rabu pukul 17.00 – 20.00 WIB di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I.
Pendaftaran mulai dibuka pada Ahad, 4 Januari 2009, Pendaftaran ditutup Rabu, 21 Januari 2009 pukul 20.00 WIB.
Keterangan lebih lanjut dapat hubungi secara langsung tidak lewat SMS ke
021-93150090, Rico Atmaka – 08158018156 / 021-50212373 dan DT Jakarta 021-7235255

Wassalamu'alaikum, wr.wb.
Rico Atmaka
Koordinator Majelis Sehati
Daarut Tauhiid Jakarta
www.majelissehati.blogspot.com

TREND HOT PANTS: VIRUS PEMBUNUH RASA MALU

Dari milis sebelah, semoga menjadi renungan akan fenomena yang terjadi.

Apa jadinya jika manusia sudah kehilangan harga dirinya?
Pantaskah kalau kemudian kita mengaku sebagai manusia beradab?
Ketika rasa malu itu hilang dan lenyap, kita tak berbeda dengan manusiabarbar yang hidup di zaman batu.

TREND HOT PANTS: VIRUS PEMBUNUH RASA MALU
Sahabatku, kamu pasti tidak menutup mata, bila akhir-akhir ini, sering menjumpai teman-teman yang nota bene muslimah (ku sebut demikian, karena meskimereka wanita, tetapi tetap mengaku ber-Islam), mengenakan celana pendek dimall-mall, di setiap Twenty One,hingga di tempat-tempat tongkrongan yang menjajakan kuliner. Tanpa rasa malu dan jengah sedikit pun, mereka cuek bebek berseliweran di jalan-jalandan tempat keramaian. Lebih parah lagi, celana pendek melewati dengkul atau yang ngetren disebut hot pants (celana yg bikin 'panas') itu kadang dikenakan di tempat pesta pernikahan bahkan ajang reuni. Ya ampuunnn.Kalo dipikir-pikir ke mana rasa malunya itu? Sudah pudar? Atau sudah lenyap sama sekali.

Asal tau saja, dulu masyarakat kita mencitrakan celana pendek sebagaibusananya kamu pelacur (maaf, terlalu kasar memang) yang kerap nongkrong di lokalisasi prostitusi. Kini ketika model dan gaya itu menjadi trend, para ABG (dariyang SMP, SMA, kuliah sampe yang udah tuwir)sepertinya tidak peduli dengan pencitraan itu. Mereka memang bukan pelacur,tapi meniru-niru seperti pelacur. Gawat!Terkadang terbetik oleh kita, jika model ini dipelihara terus, bukan tidakmungkin, lama-lama kaum perempuan tidak malu lagi ketika mengenakan celanadalam di tempat keramaian sekalipun (kayak di negeri ‘Obama, dkk’). Nah lho,kalau sudah begitu, tunggu apa lagi, inilah tanda-tanda kiamat bakal semakin dekat.

GetShortySo Get Shorty! (Tunjukin kakimu!). Inilah mesej para perusak moral yang menjadikan short pants atau hot pants sebagai trend fashion remaja putri sejak awal 2007. Hingga tahun 2008 pun trend “Get Shorty” (nama lain dari short pants) masih terus merajai. Konsumennya pun mulai dari anak SMA hingga anak kampus alias mahasiswi. Celana pendek sendiri banyak ragamnya, mulai dari yang selutut sampai diatas lutut. Modelnya enggak cuma one girls, ada yang baggy atau lurus dengan motif polos, stripes atau polkadot dan masih banyak yang lain. Yang pasti, perancang mode dan pebisnis kerap memunculkan inovasi-inovasi baru, dengan harapan remaja putri dan wanita dewasa, mengikutinya sebagai trend yang “wajib” dituruti. Ketika ditanya, kenapa ABG putri dan mahasiswi, menyukai short pants? “Karena short pants lebih simple dan nyamandikenakan, bisa ke mall, pantai, maen ke rumag teman, di rumah, dan kapansaja,” ungkap seorang pelajar, sebut saja Dina (bukan nama asli). Saat di konfirmasi, apa pantas shortpants dikenakan saat kondangan? Laura (juga bukan nama asli), siswi SMA di bilangan Depok berkomentar. “Menurut gue ya kurang pantes lah jika dipake saat pesta pernikahan. Belakangan, memang,mulai ada yang pake short pants saatkondangan atau pesta resmi. Tapi gila kali, nggak ada otaknya tuh cewek. Masa kondangan pake short pants.” Tandasnya ketus.

Sebelum short pants, para ABG keranjingan celana panjang model pensil yang berwarna-warni, bentuknyamengerucut, menyempit ke bawah, ngepas dengan ukuran kaki para pemakainya. Memang trend mode celana yang satu ini sangat booming terutama di kalanganpara ABG dan mahasiswi di kota-kota besar. Apalagi di Jakarta & Bandung (meski parahan Jakarta). Setiap radius 100 meter pasti menjumpai celana pensilyang satu ini. Menurut perancangnya, celana ini memberikan efek untukmempertegas keindahan bentuk kaki para pemakainya. Berbarengan dengan short pants,muncul lagi trend celana yang terbuat dari bahan strech. Celana ketat ini dianggap nyaman dipakai dan bisa membentuklekuk tubuh yang “seksi”.

Sebagai informasi saja, konon artis legendaris Marlene Diertrich suatu kalipernah ditolak masuk pada sebuah restauran karena ia memakai celana panjang. Ingat, itu baru celana panjang, bukan mini! Seorang wanita yang tampil denganbusana pria, ketika itu rupanya dianggap kontroversial. Itu terjadi1930-1940an, ketika belum banyak wanita memakai celana panjang di tempat umum. Kini celana panjang malah jadi bagian dari khazanah busana wanita modern. Trend Sampai 2009, Jauh-jauh hari, para pengamat mode telah memprediksikan gaya short pants ini akan berlanjut hinggaakhir tahun nanti, dan tetap menjadi trend bagi kawula muda yang ingin tampilseronok. Bahkan hingga memasuk tahun 2009.Tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kepantasan, para perancang model yangkebanyakan non muslim dan didominasi oleh kaumnya Nabi Luth: gay, waria, dan lesbian ini, membuat rancangan busana yang dianggapnya lebih praktis dan modis.

Seperti diungkapkan seorang owner Colour Mode, Anggi, di sebuah Mall di Jakarta, short pants sangat digemari oleh remaja putri, bukan sekadar mengikuti trend. Dengan menggunakan bawahan jenis ini, penampilan wanita lebih feminim karena lebih menonjolkan kaki jenjang yang indah. Short pants, lanjutnya, juga bisa dikenakan untuk ke “party” atau clubbing. “Kebanyakan blus wanita di match-kandengan celana pendek atau short pants denganwarna-warna ceria. Biasanya wanita kalau sedang JJS (Jalan-jalan Sore) menggunakan celana jeans panjang atau jeansgantung. Sekarang tidak musim lagi, yang musim celana pendek di atas lutut,”tukas praktisi fashion itu menjelaskan. Ada peran andil para perancang mode yang menularkan virus kepada remajaperempuan dengan fashion-fashion “nakal” dan memperkenalkan hal-hal yangberaroma glamour. Ketika brand-brand (merk) terkenal seperti Louis Vitton,Dolce and Gabbana, Gucci, Versace, dan Bonia yang ditawarkan, dengan mudahnya perempuan Indonesia tergiur untuk memilikinya.

Undang Murka Tuhan, Sopasti, kecenderungan perempuan (ABG & mahasiswi, terutama) zaman sekarang adalah menelanmentah-mentah, bahwa sesuatu yang dianggap mode dan trend itu pasti indah, gauldan funky. Sekalipun trend itu berbenturan dengan agama dan nilai-nilai asusila alias kesopanan yang berlaku di masyarakat kita sebagai orang timur. Pokoknya dengan lugunya kita membebek, terpesona, dan memberi jempol. Pantas, jika kita selalu menjadi korban mode yang dihembus-hembuskan sebagai trend masa kini. Yang ngga ikut trend dianggap makhluk jadul alias manusia jaman dulu.

Tahukah sahabatku, dalam Al-Qur’an, kita disindir, makhluk yang tak punya rasa malu tak ubahnya binatang ternak, bahkan lebih buruk dari binatang ternak. Bahasa sederhananya. Maukah kita disebut ayam, kambing, monyet, dan binatang lainnya (kaya di Ragunan / Taman Safari, gitu?). Tentu ngga maukan?? Teruusss.. siapa nanti yang mau nikah sama ayam, kambing, monyet, dll? (kecuali di iklan salah satu provider yang ‘ngaco’ di TV itu). Pastinya hanya sesamanya bukan?

Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah(yaitu : Syurga).” (QS. An Nuur: 26)
Benar kata Rasulullah saw, rasa malu itu sebagian dari iman. Bahkan Rasulullah mewanti-wanti, agar kita waspada, kelak di akhir zaman, manusia tidak lagi peduli halal-haram. Nah, apa jadinya jika manusia sudah kehilangan harga dirinya? Pantaskah kalau kemudian kita mengaku sebagai manusia beradab? Ketika rasa malu itu hilang dan lenyap, kita tak berbeda dengan manusia barbar yang hidup di zaman batu.

Sahabatku, tahukah, bagaimana musuh-musuh Islam menghantam Islam tanpa sebuah peperangan? Tidak ada cara yang paling efektif dan efisien, selain menghilangkan perasaan malu yang dimiliki kaum muslimahnya. Lewat mode(fashion) itulah dinul Islam muslimah dipalingkan. Ingatlah pesan Rasulullah saw: “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu.” (HR. Abu Daud).

Kata Rasulullah, ada golongan penduduk neraka yang tidak pernah aku saksikan, yakni: Wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka melenggak-lenggokkan tubuhnya dan kepalanya, bagaikan punu kunta yang miring. Mereka tidak masuk Surga, tidak pula mencium baunya, meskipun Surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Semoga bermanfaat buat anapribadi dan keluarga. Mohon maaf jika terlalu lugas, memang demikian adanya.*seraya berdo’a semoga saudara, keluarga, sahabat terdekatku, berubah, dan tidak demikian...*
Dikutipdari: Lembar Khazanah: November 2008
Naskah asli oleh: Adhes Satria (thanks to Allah, you wrote it very well)
Ditulis ulang & dibuat “more powerfull” oleh: Tri Aditya Respati, yang dhoif
November, 26th 2008: 4:45 AM, setelahsubuh

Ralat Kajian Majelis Sehati

Assalamu'alaikum wr.wb.

Sahabat-sahabat, berikut ralat kajian Majelis Sehati :

Ahad, 14 Desember 2008 jam 12.00 – 15.00 WIB
Pemateri : Ust. Ihsan Hakim.
Tema : Benarkah Jodoh Tak Kunjung Tiba Merupakan Takdir?

Ahad, 28 Desember 2008 jam 12.00 – 15.00 WIB
Pemateri : Ust. Miftahuddin
Tema : Memahami Poligami Dengan Benar.

Semua kajian diselenggarakan di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I, dekat Gedung AKA.

Informasi, silakan hubungi langsung tidak lewat SMS ke 08158018156 / 021-50212373 dengan Rico Atmaka.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Rico Atmaka
Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta

Hijablah Diri-Diri Kalian!

oleh Abdul Erwin Baso
(Menjumpai kakak dan adik perempuanku)

Bismillaahirahmaanirrahiim..
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur:31]

My dear sisters,…Telah sampai padaku ilmu tentang empat orang wanita yang harus aku, sebagai lelaki, pertanggung jawabkan di “yaumil akhir” nanti, mereka adalah…Ibu, saudara perempuan, isteri dan anak-anak perempuanku.
My dear sisters,…Banyak hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian, hal yang mungkin juga sudah kalian ketahui, entah dari buku yang kalian baca, pengajian yang kalian ikuti dan dengarkan, atau yang lebih mutakhir..email dan internet.

Jika kali ini aku ingin mengulanginya lagi, harap jangan kalian gusar, ini hanya sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawabku, sebagaimana Allah telah tetapkan untukku.Seandainya aku abaikan, ketakutanku hanya satu, kemurkaan-Nya.Oleh karena itu, tolonglah aku dari murka-Nya, dengan membaca dan meresapkan apa yang akan aku sampaikan ini, agar merasuk kedalam kalbu, menetap didalam hati, dan berbuah amaliyah yang abadi.
My dear sisters,…Hidup kita dibatasi waktu, usia kita bertambah sedangkan jatah hidup kita berkurangsadarkah bahwa kita pastinya akan kembali menjumpai-Nya, Pencipta Yang Agung dan Maha Segala? sudahkah kita siapkan segala sesuatunya?Bukan harta benda, bukan pangkat kedudukan, bukan pula gelar kebangsawanan…Tidak..bukan itu semua…tapi Taqwa!!Yaa…Taqwa…hanya ketaqwaan itu yang akan menyelamatkan kita, kini dan nanti, dunia akhirat.
Aku sangat paham bahwa kalianpun sudah mengetahui hal ini, tapi sudahkan kalian memulai mengayun langkah berjalan menuju Taqwa?sudahkan pengetahuan itu membawa kepada kesadaran bahwa hidup kita bisa berakhir kapan saja…bahkan mungkin detik ini….dan jika saat itu datang, mungkinkah diraih “khusnul khotimah” jika tidak kita persiapkan?

My dear sisters,…Aku sadar dan mengerti jika kalian menganggap bahwa aku sendiri belumlah pantas menyandang gelar taqwa dan untuk itu belum pantas menasihati kalian…dan itu benar, akupun teramat sadar akan hal itu…aku belum separuh jalan menuju taqwa, bahkan seperempatnya pun belum…jauh..masih jauh dari taqwa sebagaimana tuntunan Nabi kitahanya saja Rasulullah sendiri telah bersabda, “Ballighu anni walau ayyah" (Sampaikanlah apa yang kalian dapat dariku walau hanya satu ayat)...sedangkan Allah berfirman " . . . .Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah . . . . " [Al Hasyr:7]Kini aku sampaikan kepada kalian, walau “hanya” soal Taqwa, walau hanya satu ayat...renungilah...bawalah dalam tidur malam kalian yang panjang...tadaburilah

Setiap hari, setiap jam, setiap detik dalam hidupkuTak sekejappun aku lupa akan kalian, sebagai bagian dari hisabku dihadapanNya kelak…Ketahuilah, lebih mudah bagiku menyampaikan kebenaran kalam-kalam Nya dan sunnah-sunnah rasulNya kepada Ibu, Istri dan anak-anakku..Itu karena Ibu dan anak-anakku berada pada masa yang berbeda dengan kita…Pada ibu, hormat dan kasihku sudah sampai padanya sebelum aku berbicara, karena keluasan hati dan pengalamannya…Bagi anak-anakku, aku adalah panutan yang harus di gugu dan ditiru..dengan seijin Allah, aku berusaha menjadi sebagaimana aku mengharapkan mereka menjadi sesuai harapan kami, orangtua merekaSedangkan istriku,…InsyaAllah dia sangat paham bahwa mematuhi saya, selama tidak menyekutukanNya, adalah bentuk pengabdian yang akan membawa dia ke Jannah Nya..Akan halnya kalian, adik dan kakakku….usia kita tidaklah terpaut jauh...jaman kita sama…pendidikan kita setara…pergaulanlah yang membedakan kita..

Untuk itu, adikku…kakakku…pahamilah…aku berusaha untuk tidak menggurui kalianAku tidak melebihi dari kalian sebagai hambaNyaAnggaplah aku teman yang sekedar mengingatkan kalian sekaligus mengingatkan dirinya sendiri..Bahwa hanya Taqwa yang memungkinkan kita berada bersama rasul-rasul dan orang-orang saleh..Dan pakaian taqwa yang langsung membedakan perempuan-perempuan kekasihNya dengan yang bukan adalah Hijab!!!

Karena itu, tolonglah aku untuk menolong jiwa kalian,…Hijablah diri-diri kalian…sesungguhnya itu lebih baik dari dunia dan seisinya…Tidak, sekali-kali aku tidak memerintah kalian,..tidak…bukan aku, tapi Dia, Allah Tuhan segala Illah!Dia yang memerintahkan, RasulNya yang menyampaikan, dan aku sekedar penyambung lidah..

My dear sisters,…Telah aku sampaikan kalimatNya,…Kini terserah pada kalian, apakah bersedia memenuhi dan meninggikan seruanNyaAtau menjalani kehidupan “sewajarnya” menurut anggapan kalian dan sebagian besar umatHijab adalah wajib bagi kalian perempuan sebagaimana wajibnya Sholat…Hijab bukan sunnah, bukan pula adat istiadat,…bukan.. Janganlah kebiasaan dan kewajaran dunia melampaui apa-apa yang telah ditetapkanNya. Jalani hidup mengikuti aturan-aturanNya dan sunnah rasulNyaMaka keselamatan dunia akhirat ganjarannya
Dia, Allah, pemilik semesta dan seisinya..sudah sepantasnyalah kita berhukum dengan hukum-hukumNya..Maka kebenaran hukum manakah yang kalian pilih?
Dia, Allah, pemilik sah diri dan jiwa manusia…kepadaNyalah sebenar-benar kita akan kembali..Maka kemana kalian akan sembunyi jika maut datang meminang?

e-weblog.blogspot.com/2008/11/hijablah-diri-diri-kalian.html

Bukan Pernikahan Biasa

oleh Cahaya Khairani

“Keberhasilan dakwah seorang aktifis salah satunya dapat dilihat dari bagaimana ia menikah”
Tidak sedikit mereka yang disebut atau menyebut dirinya sebagai aktifis dakwah, lantang menyerukan syariat islam, gigih menjaga adab pergaulan dan ketat dalam menutup aurat kemudian menjadi luntur seketika saat mereka melakukan pernikahan. Acara pernikahan menjadi momen yang membolehkan hal-hal yang semula dipegang teguh oleh para aktifis dakwah, seperti tidak ikhtilat dan tidak tabarruj (bagi akhawat).

Pengalaman saya menghadiri undangan walimah para aktifis dakwah, sangat sedikit sekali dari mereka yang tetap menjaga atau memegang teguh apa yang mereka dakwahkan. Tiba-tiba di atas pelaminan mereka menjadi sosok yang sangat berbeda, bukan sosok aktifis dakwah yang sehari-hari saya kenal. Sosok aktifis yang tidak mengenal tabarruj, pada hari pernikahan justru berdandan dengan sangat berlebihan, muka dibedaki sebanyak 5 lapisan, pipi, bibir dan kelopak mata diberi warna-warna mencolok, alis dicukur dan tidak ketinggalan bulu mata palsu. Tidak hanya tabarruj, jilbab yang semula selalu lebar dengan pakaian yang menutup rapat seluruh aurat tiba-tiba saat pernikahan berubah menjadi jilbab minimalis dengan pakaian pengantin (umumnya kebaya) ketat menonjolkan aurat yang sebelumnya tertutup rapat.

Bahkan ada seorang ukhti yang saya kenal sebagai pentolan aktifis dakwah kampus, memegang segudang amanah dan mempunyai banyak binaan membiarkan wajah dan tubuhnya didandani oleh perias Waria yang sejatinya adalah laki-laki. Lebih parah lagi, seorang teman saya bercerita ada seorang ukhti yang membuka jilbabnya saat ia menikah. Seorang ustadz juga pernah bercerita ketika beliau menghadiri walimah pasangan aktifis, pengantin perempuan menggunakan jilbab berwarna hitam yang dimasukkan ke bajunya sehingga yang tampak hanya bentuk kepalanya, kemudian di atas jilbab hitam itu dililitkan ronce melati sehingga tampak seperti tidak menggunakan jilbab.
Dalam mengatur tamu pun sebagian para pengantin aktifis ini tidak memisahkan antara tamu lelaki dengan tamu perempuan seperti yang mereka lakukan ketika mengadakan acara-acara pengajian, rapat, seminar ataupun demonstrasi. Hari pernikahan seolah menjadi dispensasi untuk membolehkan apa yang tidak boleh, toh sekali seumur hidup.

Sungguh amat sangat disayangkan. Padahal bila kita menyadari, momen pernikahan adalah juga merupakan syiar islam yang seharusnya ditegakkan oleh mereka para aktifis dakwah. Acara pernikahan yang dilaksanakan secara syar’i sesungguhnya dapat menjadi teladan bagi para tamu undangan yang hadir pada saat itu. Pernikahan seorang aktifis dakwah seharusnya bukan pernikahan biasa. Saya sangat menyesalkan bila proses menuju pernikahan yang telah dilakukan dengan begitu islami dari ta’aruf kemudian khitbah, pada akhirnya hanya menjadi sebuah acara pernikahan biasa layaknya pernikahan masyarakat pada umumnya, padahal hanya kurang satu langkah lagi menuju sempurna.

Bila bukan para aktifis dakwah yang mengenalkan tata cara pernikahan secara islami melalui acara pernikahan mereka kepada masyarakat, lalu siapa lagi…?

Permasalahan yang sering terjadi dikalangan aktifis adalah terlalu sibuknya mereka dengan begitu banyak agenda dakwah sehingga tidak punya waktu untuk melakukan pendekatan pada keluarga akan hal ini, bahkan tidak sedikit yang melakukan pemberitahuan secara mendadak pada orang tua bila mereka ingin menikah tanpa memberikan pembelajaran sebelumnya mengenai bagaimana tata cara pernikahan dalam islam sejak ta’aruf, khitbah, hingga acara pernikahan itu sendiri. Sehingga dapat dipastikan keluarga akan menolak mentah-mentah bila tata cara pernikahan berbeda dengan apa yang telah umum di masyarakat, akibatnya mereka akan memaksa sang anak melakukan seperti apa yang mereka kehendaki.

Oleh karena itu hendaknya para aktifis ketika memutuskan menikah tidak hanya mempersiapkan diri mereka secara lahiriah dan batiniah akan tetapi juga mempersiapkan keluarga mereka terutama kedua orang tua.jauh-jauh hari sebelumnya.Bukankah berdakwah pada keluarga juga merupakan kewajiban ? Walaupun banyak juga diantara aktifis yang telah berjuang keras melakukan berbagai pendekatan, berdakwah pada keluarga dengan sekuat tenaga namun belum (bukan tidak) berhasil dalam dakwahnya, kemudian mau tidak mau harus mematuhi keinginan orang tua dalam hal pernikahan, yang demikian ini lebih baik dalam pandangan Allah daripada mereka yang hanya pasrah dan tanpa penyesalan menikmati tiap detik acara pernikahan yang sesungguhnya mereka ketahui adanya ketidakbenaran di dalamnya. (chy-kh 10/28/2008)
TV OnLine
This text will be replaced

"Hot News" "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)" (QS. Ibrâhîm: 41-42)