Tausiah Teh Nini "Lima Kiat Datangkan Jodoh"

Undangan Majelis Ilmu

Assalamu'alaikum wr.wb.

Sahabat-sahabat yang haus akan ilmu dan ingin menjadi seorang muslim yang sebenarnya, bukan muslim apa adanya, mari kita sama-sama terus memperbaiki diri dengan berilmu lewat majelis ilmu :

1. Kajian Hadits bersama Ust. Miftahuddin,
setiap Rabu Malam, pukul 18.30 - 21.00 di Musholla Baiturahman,
Jl. Bangka I, Keb Baru, Jakarta Selatan

2. Kajian Aqidah bersama Ust. Ihsan Hakim,
setiap Kamis Malam, pukul 18.30 - 21.00 di Mesjid Al-Bina Senayan,
Jl. Pintu Satu, Depan Hotel Atlit Century, kawasan Gelora Bung Karno.

Mari tingkatkan ilmu, agar kita bisa terus mendekat kepada Allah, Sang Maha Mengetahui dan Maha Memiliki Segala Ilmu.

Catatan : Kajian tersebut di atas untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun serta tidak perlu menjadi anggota.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Rico Atmaka - 08158018156 / 50212373 / R. 021-8412695
YM:ID : daddy_zahirah

JADWAL KAJIAN DT JAKARTA MARET 2009

1. Kajian MMQ Baitul Hikmah Enusa
Tempat : Masjid Baitul Hikmah Elnusa, Jln. TB Simatupang Jakarta Selatan
Waktu : Selasa, 03 Maret 2009 Jam : 18.00 – 20.00 Wib.
Pemateri : Ust. Komarrudin Cholil, S.Ag

2. Kajian MMQ ISTIQLAL.
Tempat : Masjid Istiqlal , Taman Wijaya Kusuma – Jakarta Pusat
Waktu : Ahad , 08 Maret 2009 Jam : 12.00 – 15.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

3. Kajian MMQ Jakarta Islamic Center
Tempat : Masjid Jakarta Islamic Center , Koja Jakarta Utara
Waktu : Senin , 9 Maret 2009 Jam : 10.00-12.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

4. Kajian MMQ Pondok Indah
Tempat : Masjid Raya Pondok Indah – Jakarta Selatan
Waktu : Selasa, 10 Maret 2009 jam : 19.00 – 21.00 wib
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

5. Kajian MMQ Baitul Ihsan – Bank Indonesia
Tempat : Masjid Baitul Ihsan , Jln. Budi Kemulyaan-Jakarta Pusat
Waktu : Senin , 23 Maret 2009 Jam : 19.00 – 21.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

6. Kajian Muslimah Baitul Ihsan
Tempat : Aula Masjid Baitul Ihsan – Bank Indinesia
Waktu : Senin , 23 Maret 2009 Jam : 16.00 – 18.00 wib.
Pemateri : Ustdz.Hj. Ningrum Maurice Nugroho

7. Kajian Muslimah Pondok Indah
Tempat : Aula Masjid Raya Pondok Indah- Jakarta Selatan
Waktu : Selasa 10 Maret 2009 jam : 15.30 – 18.00 wib.
Pemateri : Ustdz.Hj. Ningrum Maurice Nugroho

Informasi Kajian DT Jakarta :
Riri ( 021-7235255 / 021-92837428 / 0815-9998064 )
aryanti_dtjkt@yahoo.com

Menikah, Sulit?

oleh Hifizah Nur Senin,

Dalam suatu sesi diskusi di kelas bahasa Jepang, sensei memberi kami tema tentang "Bila pernikahan tidak disetujui ortu, apakah anda akan tetap menikah?” Topik ini lumayan mendapatkan perhatian dari teman-teman sekelas yang selalu bosan mengikuti kelas percakapan di siang yang melelahkan. Tema ini sangat cocok untuk anak muda. Apa lagi di antara teman-teman sekelas yang bertiga belas orang orang itu, hanya saya sendiri yang sudah menikah, alias lebih senior dari yang lain.
Awalnya diskusi berjalan biasa, setiap orang mengungkapkan pendapatnya. Ada yang memilih tetap melakukan pernikahan, ada juga yang mengungkapkan dengan pasti bahwa ortunya tidak akan menentang pernikahannya. Saya sendiri yang menikah dengan smooth meskipun tanpa proses pacaran mengungkapkan orang tua saya ok-ok saja ketika saya menikah, lancar seperti jalan tol.

Selanjutnya diskusi semakin menjauh dari tema inti. Teman-teman yang kebanyakan masih berusia di awal 20-an mengungkapkan bahwa mereka suatu saat ingin menikah, tapi sekarang masih ingin memuaskan keinginan-keinginan pribadi. Seperti bekerja, mengumpulkan banyak uang dan pergi ketempat-tempat terkenal di dunia. Karena itulah mungkin, usia pernikahan semakin lama semakin menua. Di Jepang saja rata-rata usia pernikahan kira-kira 29 tahun untuk perempuan dan 35 tahun untuk laki-laki.
"Kalau menikah, pasti akan sulit melakukan hal-hal yang menyenangkan" kata seorang teman.
Teman laki-laki yang berasal dari Norwegia langsung menukas, "kenapa? saya tidak keberatan kalau isteri saya kelak punya keinginan untuk bersenang-senang sendiri".
Teman perempuan saya yang lain mencibir,"saya tidak percaya kalau ada laki-laki yang mau memberi kebebasan kepada isterinya seperti itu"

Wah diskusi mulai memanas nih...dua pola pikir yang berbeda, dari barat dan dari timur. Yang satu menganut kebebasan, satu lagi sangat paham tentang ketatnya aturan-aturan rumah tangga, yang biasa ada di dunia timur. "Bagi saya, pernikahan itu sesuatu yang mengikat, tidak bisa bebas lagi menikmati hidup, makanya saya tidak ingin menikah" Ujar teman dari Canada, yang berdarah Taiwan. Selanjutnya teman laki-laki dari eropa tadi berkata, "karena itu sebelum menikah kita harus saling mengenal dulu yang lama, bahkan kalau bisa tinggal bersama" ujarnya. Wah sudah mulai melenceng nih, seru saya dalam hati. "Mungkin pola pikir kita berbeda. Saya sendiri, tanpa melewati proses hidup bersama sebelum menikah pun, sampai saat ini pernikahan saya lancar-lancar saja. Tidak ada masalah-masalah besar," Tukas saya cepat.
Teman dari Canada berbalik ke arah sensei , dan bertanya, "Sensei, apakah sensei setelah menikah tidak mendapat masalah dengan suami sensei ?" "Tentu saja ada,” Jawab sensei sambil tersenyum. Mungkin maklum juga dengan keingintahuan muridnya yang masih sangat muda-muda itu. “Suami saya orang yang sangat memelihara kebersihan, dan sangat sangat kibishii (ketat) dalam hal ini. Di awal-awal setelah menikah, meskipun saya sudah membersihkan rumah, tetapi suami saya selalu mengeceknya lagi dan mengkritik hasil kerja saya yang bagi dia kurang bersih.” Sensei berhenti sejenak, memperhatikan reaksi murid-murid di depannya.
“Tetapi setelah berjalan setahun, masing-masing pihak sudah bisa saling beradaptasi" Ujar sensei.

Karena sensei tahu, hanya saya yang sudah menikah di kelas itu, sensei bertanya pada saya."Kalau kamu sendiri, sesudah menikah, bagaimana rasanya? apakah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk?" tanya sensei. "Saya rasa saya menjadi lebih baik dari sebelumnya" Ujar saya. "Misalnya, sebelum menikah, saya orang yang keras kepala, kurang peduli dengan orang lain. Tapi setelah menikah, saya bisa jadi lebih memahami orang lain. Dan sekarang lebih mempertimbangangkan keluarga saya dalam mengambil keputusan-keputusan" tambah saya.
Perbincangan bergulir ke arah perceraian setelah menikah. Ternyata di negara teman laki-laki yang berasal dari Norwegia itu, tingkat perceraian sangat tinggi, mencapai 50% .”berarti tidak ada hubungan antara mengenal luar dalam lebih dulu sebelum menikah, dengan kelanggengan pernikahan ya....” Batin saya. Lalu di Jepang pun angka perceraian meningkat pesat belakangan ini. Begitu juga di Korea, sampai-sampai pemerintah Korea membuat kebijakan untuk membawa kasus perceraian ke pengadilan, untuk mempersulit proses perceraian.

Di Jepang bila pasangan suami isteri ingin bercerai sangat mudah. Mereka tinggal mengisi kolom perceraian yang diambil di shiyakusho (kantor pemerintah) lalu bercerai begitu saja. Tentu saja mereka harus membagi harta menjadi dua bagian sesuai kesepakatan mereka.
Akhirnya saya bilang" Sensei, menurut saya, yang sangat penting dalam suatu pernikahan adalah, masing-masing pihak harus menyadari kalau mereka sedang mengambil tanggung jawab yang berat. kalau itu disadari oleh setiap pasangan, saya yakin pernikahan itu akan baik-baik saja." Sensei mengangguk setuju dengan pendapat saya. Saya tidak tahu dengan teman-teman yang lain. Mungkin mereka masih harus menyerap, melihat dan belajar lebih banyak tentang dunia pernikahan. Dalam islam sendiri, para pemuda disarankan untuk segera menikah agar bisa tetap manjaga kesucian diri. Pernikahan adalah perjanjian yang berat yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bukan suatu hal yang main-main.

Bagi saya pernikahan adalah suatu proses dan juga sarana yang bisa menjadikan saya lebih baik dari waktu ke waktu. Pernikahan juga membuat saya bisa menjalani hidup ini dengan tenang, karena memiliki tempat berbagi, tempat mencurahkan kasih sayang, dan tempat memperkaya batin saya dengan pelajaran memaafkan.
Ya, memaafkan. Bagi diri saya sendiri yang masih sangat tidak sempurna menjadi ibu dan isteri yang baik di keluarga saya. Bagi anak-anak saya yang masih harus mengenal a ba ta tsa kehidupan. Dan bagi suami saya yang masih belajar menjadi pemimpin dalam menjalankan bahtera rumah tangga ini, agar semua penumpang selamat sampai ke tujuan. Meraih keabadian syurga di akhirat kelak. Allahumma amiin.

Menikah

Oleh Aa Gym

Saudaraku, berbicara masalah nikah, seringkali harus bersentuhan dengan "penyesalan" . Ada orang yang menyesal mengapa tidak menikah sejak dulu, setelah ia merasakan manfaatnya. Namun ada juga yang menyesal mengapa menikah, setelah merasakan pahit getirnya hidup berumahtangga. Sebagai orang beriman, kita harus yakin bahwa menikah adalah ibadah. Ada banyak kebaikan di dalamnya. Kalau pun ada masalah, maka yakinlah bahwa itulah ladang amal dan sarana pendewasaan yang dianugerahkan Allah.

Pertanyaannya, bagaimana agar pernikahan mendatangkan ridha Allah. Semakin lama usia pernikahan akan semakin terasa sakinah mawaddah wa rahmah? Ada tiga rumus dalam QS Al-Ashr. Setiap bertambah hari, bertambah umur, kita itu merugi kecuali tiga golongan kelompok yang beruntung.

Pertama adalah rumahtangga yang selalu berpikir keras bagaimana keyakinan kepada Allah terus meningkat. Semua kebahagiaan dan kemuliaan itu berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kepada Allah. Tidak ada orang ikhlas kecuali yakin kepada Allah. Tidak ada sabar kecuali kenal kepada Allah. Tidak ada orang zuhud kecuali orang yang tahu kekayaan Allah. Tidak ada orang tawadhu kecuali orang yang tahu kehebatan Allah. Makin akrab dan kenal dengan Allah semua dipandang kecil. Setiap hari dalam hidup kita seharusnya dipikirkan bagaimana kita dekat dengan Allah. Kalau Allah sudah mencintai mahluk segala urusan akan beres.

Karena itu, apa pun yang ada dirumah harus menjadi jalan mendekat kepada Allah. Beli barang apa pun harus barang yang disukai Allah. Supaya rumah kita menjadi rumah yang disukai Allah. Boleh punya barang yang bagus tanpa diwarnai dengan takabur. Bukan perkara mahal atau murah, bagus atau tidak tetapi apakah bisa dipertanggungjawabk an disisi Allah atau tidak. Bahkan dalam mendengar lagu yang disukai Allah siapa tahu kita dipanggil Allah ketika mendengar lagu. Rumah kita harus Allah oriented. Kaligrafi dengan tulisan Allah. Kita senang melihat rumah mewah dan islami. Jadikan semua harta jadi dakwah mulai mobil sampai rumah.

Apa yang kita pikirkan Allah sudah mengetahui apa yang kita pikirkan. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana dekat dengan Allah, selanjutnya Allah yang akan mengurus. Kalau hubungan kita dengan Allah bagus semua akan beres. Barangsiapa yang dekat dengan Allah, akan diberi jalan keluar setiap urusannya. Dan dijamin dengan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga. Dan barang siapa hatinya yakin Allah yang punya segalanya, akan dicukupkan segala kebutuhannya. Jadi bukan dunia ini yang menjadi masalah tetapi hubungan kita dengan Allah-lah masalahnya.

Kedua adalah rumah tangga yang paling produktif dalam kebaikan. Uang paling berkah adalah uang yang paling tinggi produktifitasnya. Kaya boleh asal produktif. Boleh mempunyai rumah banyak asal diniatkan agar berkah demi Allah itu akan beruntung. Karena itu, teruslah mencari uang. Bukan untuk memperkaya diri untuk mendistribusikannya untuk umat. Sedekah itu tidak akan mengurangi harta kita kecuali bertambah. Jadi pikiran kita bukan akan mendapat apa kita? Tapi apa yang bisa kita perbuat? Orang beruntung setiap waktu pikirannya produktif mengenai kebaikan. Selagi hidup lakukan yang terbaik, sesudah mati kita tidak akan bisa. Kalau sudah berbuat nanti Allah yang akan memberi, itulah namanya rezeki. Orang yang beruntung adalah orang yang paling produktif kebaikannya.

Ketiga adalah rumahtangga yang dihiasi saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Kata-kata terbaik yang kita katakan adalah meminta saran dan nasihat. Ayah meminta nasihat anak atau istri, niscaya tidak akan kehilangan wibawa. Dan kita tidak bisa menjadi penasihat yang baik sebelum ia menjadi orang yang bisa dinasihati. Tidak akan bisa kita memberi nasihat jika kita tidak bisa menerima nasihat. Nikmatilah nasihat sebagai rezeki dan bukti kesuksesan hidup. Sayang hidup hanya sekali dan sebentar hanya untuk menipu diri.

Wallaahu a'lam.

Dana Investasi Akhirat Seikhlasnya

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, dalam rangka meningkatkan pelayanan Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta kepada para jamaah, maka diperlukan sarana dan prasarana untuk mendukung dakwahnya. Untuk itu khusus kepada para alumni dan juga anggota aktif Majelis Sehati DT Jakarta, kami mengajak sahabat-sahabat untuk berpartisipasi dalam berdakwah menegakkan agama Allah lewat Majelis Sehati, dalam bentuk investasi akhirat seikhlasnya.

Ajakan berdakwah ini, hanya berlaku bagi sahabat-sahabat alumni dan anggota aktif Majelis Sehati DT Jakarta yang merasa telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat selama mengikuti kajian-kajian Majelis Sehati. Dana investasi akhirat seikhlasnya ini, dapat disalurkan melalui rekening :

BCA Cabang Duta Merlin No. 3080065280
atas nama Ismail Satya Atmaka

Insya Allah akan dilaporkan secara berkala melalui milis Sehati, mengenai penggunaan dana investasi akhirat seikhlasnya tersebut. Mari saudara-saudaraku, kita berjuang menegakkan agama Allah dari hal yang kecil, seperti berdakwah lewat Majelis Sehati DT Jakarta ini. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua, serta meridhoi dan merahmati perjuangan kita ini. Amin Yaa Robbal ‘Alamiin. Jazakumullah khoiron katsiiroo.

Mohon Perhatian
Ajakan ini hanya berlaku bagi alumni dan anggota aktif Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta.

Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.
Rico Atmaka – 08158018156 / 50212373 / R-021 8412695
Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta
http://www.majelissehati.blogspot.com/
YM-ID : daddy_zahirah

Adakah Istri Yang Tidak Cerewet ?

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya.
Bahkan istri Khalifahsekaliber Umar bin Khatabpun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar binKhatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetanistrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnyamelebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapunter dengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinyayang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan,berdiam diri saat istrinya ngomel ? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal diluar sana , ia selalu tegas pada siapapun ?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.
Istrinya berperan sebagai BP4. ApakahBP4 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya,niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elokdi sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak,membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapundemi terpuasnya satu hal; syahwat.Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-lakiuntuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat iamengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelakditerimanya. Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api,ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukanindah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi denganliuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkanraga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadipenyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam.Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadangtak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beliini, beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agarharta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia.Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuhcinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapapula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebihtelaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak adasalahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjagaharta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaianwarna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahansering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagimenyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkansendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampilmenawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluhkesah atas kecakapannya itu
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, m eka r. Sembilan bulanistri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan.Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar.Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilahistri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju kedepan, mengaku, "akulah yang membuatnya begitu." Baik buruknya sang tunasbeberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benarakan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas diseharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinyasempat berdebat, menawar, harga melebihi angaran. Tak perlu suami memotongsayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan b awang . Tak pusing iamemikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahuhanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikitsaja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi kokiterbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dandibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga dipundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memeliharahartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidanganuntuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa iamendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dankekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah iamenasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindarpertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia takhanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagikeluarganya.

Wallahu'Alam

Acara Mabit Majelis Sehati Januari 2009

Assalamu'alaikum, Wr.Wb.

Sahabat-Sahabat, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta kembali menyelenggarakan acara Mabit yang Insya Allah diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu-Ahad, 24-25 Januari 2009
Jam : Sabtu 17.00 - Ahad 06.00
Di : Mesjid Daarut Tauhiid Serua, Ciputat.
Acara : Kajian, Tahajjud, dan Muhasabah, serta penutupan Angkatan 8 dan
Pembukaan Angkatan 9.
Tema : Keutamaan Berilmu.
Biaya Investasi untuk anggota daftar ulang dan umum : Rp. 30.000 ,-
Khusus Anggota Majelis Sehati Angkatan 8, biaya investasi : Rp. 20.000,-

Syarat dan Ketentuan :
Seluruh Peserta Berangkat dari Yayasan Daarut Tauhiid, Jl. Laksana I/8, dekat lapangan blok S, hari Sabtu 24 Januari 2009, pukul 15.30 WIB (Maaf, tidak menerima penitipan kendaraan pribadi).
Membawa Al-Qur'an dan terjemahan serta alat tulis serta perlengkapan sholat.
Membawa perlengkapan untuk menginap di mesjid DT Serua.
Pendaftaran hanya dapat dilakukan dengan datang langsung ke Daarut Tauhiid Jakarta, Jl. Laksana I/8, dekat lapangan Blok S, pada hari kerja pukul 14.00 – 17.00 WIB.
Khusus setiap Rabu pukul 17.00 – 20.00 WIB di Musholla Baiturahman, Jl. Bangka I.
Pendaftaran mulai dibuka pada Ahad, 4 Januari 2009, Pendaftaran ditutup Rabu, 21 Januari 2009 pukul 20.00 WIB.
Keterangan lebih lanjut dapat hubungi secara langsung tidak lewat SMS ke
021-93150090, Rico Atmaka – 08158018156 / 021-50212373 dan DT Jakarta 021-7235255

Wassalamu'alaikum, wr.wb.
Rico Atmaka
Koordinator Majelis Sehati
Daarut Tauhiid Jakarta
www.majelissehati.blogspot.com
TV OnLine
This text will be replaced

"Hot News" "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)" (QS. Ibrâhîm: 41-42)