Tausiah Teh Nini "Lima Kiat Datangkan Jodoh"

Keburukan Datang dari Diri Sendiri

Oleh Muhammad Rizqon

Ada dua kisah sedih menjelang pernikahan yang baru-baru ini terjadi di lingkungan saya.
Kisah pertama:
Menjelang pesta pernikahan tetangga sebelah, isteri saya turut berpartisipasi dalam acara masak-memasak menyiapkan hidangan pesta pernikahan untuk esok harinya. Suatu hal yang lazim jika para ibu berkumpul maka saling curah perasaan pun terjadi. Pada saat itulah ibu dari sang putri calon pengantin mencurahkan perasaannya. Bagi ibu-ibu daerah tersebut apa yang diungkapkan oleh sang ibu adalah rahasia di balik pernikahan yang akan dilangsungkan esok hari, sebab memang ibu-ibu sekitar rumahnya belum mengetahui dengan persis siapa calon suami dari mempelai putri.
Isteri saya sungguh terkaget ketika sang ibu dari mempelai menceritakan bahwa calon suami putrinya beberapa hari yang lalu tersangkut perkara pembunuhan yang tidak disengaja sehingga ia terancam masuk penjara. Kisahnya ia mengendarai sepeda motor, dan sepeda motornya tersebut menabrak seseorang sehingga menemui ajalnya. Ia pun segera diproses, polisi segera menjatuhkan hukuman penjara sebelum proses lebih lanjut dilakukan oleh pengadilan. Namun karena sang terdakwa memiliki hajat yang harus ditunaikan yaitu melangsungkan pernikahan, maka polisi memberi waktu untuk melangsungkan pernikahan tersebut, dan setelah pernikahan usai, ia akan segera digiring ke penjara di kepolisian.
Ibu dari mempelai perempuan itu bercerita kepada isteri saya dan semua yang hadir pada acara memasak di malam hari itu dengan derai air mata. Tak terbayang juga bagaimana perasaan putrinya yang akan menikah dengan calon terpidana. Bagi yang menikah dengan pasangan yang tugas ke luar kota barang kali tidak begitu bermasalah karena ada harapan sang suami akan segera pulang dan menjemput untuk diajak serta. Bagi dia yang suaminya akan memasuki penjara, tentu ia tidak boleh turut serta. Kapan mereka bisa berkumpul kembali pun belum diputuskan oleh pengadilan. Kalau hanya beberapa bulan, masih ada harapan untuk menanti. Kalau bertahun-tahun, bagaimanakah perasaan jiwanya yang telah terpasung oleh ikatan pernikahan sementara ia pun ingin menikmati pernikahan tersebut?
Isteriku berusaha menyabarkan agar sang ibu dan sang putri tabah menghadapi cobaan-Nya. Bagaimanapun ini adalah takdir Allah yang mana di balik takdir itu pasti ada kebaikan-kebaikan yang akan dipetik. Barangkali ini adalah teguran Allah atas kehilafan-kehilafan yang dilakukannya, maka tidak ada jalan terbaik selain bertaubat dan berusaha memperbaiki hidup agar lebih baik di jalan Allah.

Kisah kedua:
Bu Fulanah isteri seorang pejabat perpajakan telah merencanakan pesta pernikahan putrinya secara matang. Sebagai orang sangat berada, berbagai acara telah disiapkan secara mewah. Gedung, katering, pernik-pernik pernikahan, dokumentasi, busana, panitia, dan lain-lain, telah disiapkan secara fiks dan matang untuk acara pernikahan putrinya tersebut. Boleh jadi, mahalnya biaya tidak bermasalah yang penting ada kepuasan penunjukkan status hidupnya. Singkat cerita, tiga hari menjelang pernikahan, beliau menerima kabar bahwa sang calon menantu mengalami kecelakaan sehingga meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
Sungguh, meninggalnya sang calon menantu tersebut adalah berita yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Bayangan pernikahan indah putrinya pun bercampur dengan bayangan upacara pemakaman sang calon menantu. Dada sang ibu rasanya sempit dan sesak, kemudian tidak lama ia terkulai jatuh pingsan. Pasca kejadian itu, sang ibu masih diliputi suasana shock yang diiringi rasa sakit secara fisik.
Banyak sisi hikmah yang bisa diambil dari kejadian tersebut. Yang menarik buat saya kenapa justru sang ibu calon mempelai putri yang mengalami kesusahan dan bukan putrinya? Bagi saya hal ini mengisyaratkan bahwa memang nuansa ikatan batin sang ibu kepada sang putri menjelang pernikahan memang sungguh besar. Bayangkan, sang ibu hendak mengalihkan tanggung jawab pemeliharaan sang putri kepada orang lain. Hal ini akan sedikit berbeda bagi sang ibu mempelai laki-laki yang akan tetap menjadi ibu pasca pernikahan kelak.
Karena merasa akan mengalihkan tanggung jawab itulah, sang ibu boleh jadi ingin berbuat yang terbaik bagi putrinya. Hanya saja yang menjadi catatan di sini adalah bahwa yang terbaik menurut sang ibu belum tentu terbaik menurut Allah Swt.
Calon menantu yang hendak dipenjara atau calon menantu yang meninggal dunia, boleh jadi dipandang oleh sang ibu masing-masing sebagai hal yang buruk dan diluar persangkaan mereka. Tetapi boleh jadi, hal itu adalah terbaik bagi putrinya dan terbaik menurut Allah Swt.
Pelajaran utama dari penggalan kisah tersebut bagi saya adalah bahwa apa yang menjadi harapan manusia tidak selalu selaras dengan kehendak Allah. Manusia boleh bermimpi, bercita-cita, bekerja, berusaha, dan berjuang. Tetapi yang harus selalu tertanam adalah bahwa realisasi dari mimpi, cita-cita, dan tujuan dari upaya dan perjuangan tersebut tidak lepas dari kehendak Allah Swt.

Yang patut menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana agar keinginan kita (selalu) selaras dengan kehendak Allah sehingga hidup kita selalu diliputi oleh kebaikan. Allah memberi jawaban dalam Al-Qur’an: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. 2:186).
Formula yang diberikan Allah dalam Al-Quran ini begitu simpel dan mudah, yaitu jika kita merasa keinginan kita tidak selaras dengan kehendak Allah (tidak dikabulkan Allah), berarti masih ada masalah keimanan dalam diri kita, baik berbentuk tidak memenuhi seruan-Nya atau berbuat maksiyat kepada-Nya.
Sang ibu yang calon menantunya meninggal tersebut bersuamikan pegawai perpajakan. Kehidupannya mentereng dan wah. Kekayaan tersebut sudah lama nampak sebelum adanya reformasi kantor perpajakan seperti sekarang ini, yang mana pegawai-pegawainya digaji cukup besar. Boleh jadi, kekayaan yang bukan haknyalah yang menjadikan keinginannya tidak dikabulkan Allah Swt.
Sedangkan ibu dari calon mempelai yang dipenjara, kurang rajin dalam hal ibadah kepada Allah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan dalam bentuk pengajian atau majelis taklim. Boleh jadi, itulah yang menjadikan keinginannya tidak terkabul di sisi Allah.
Boleh jadi pula, bukan semua itu penyebab pastinya, saya hanya bisa mengambil hikmah dari yang nampak. Tetapi saya yakin, bahwa kebaikan itu datangnya dari Allah dan musibah itu datangnya dari diri kita sendiri.

Rumusan sederhana dalam menghadapi keburukan ini, sangat relevan jika kita applikasikan dalam segmentasi kehidupan apapun. Diri sendiri, keluarga, masyarakatdan bahkan kehidupan bernegara. Jika kita mengalami keburukan (hal yang tidak menyenangkan), sadarilah bahwa itu datangnya dari diri kita sendiri bukan orang (pihak) lain.
Alangkah indahnya jika hidup dipenuhi dengan orang-orang yang mawas diri dan introspektif ini. Perpecahan pun dapat diminimalisir dan “kambing hitam” pun barangkali tidak laku. Justru yang terjadi adalah masing-masing elemen akan berusaha memperbaiki diri dansecaraagregatif menimbulkan perbaikan yang luar biasa. Subhanallah.

Waallahu’alam Bishshawaab

TOP Study Majelis Sehati : Kesehatan Alat Reproduksi pada Usia Subur

Assalamu'alaikum, wr.wb.

Sahabat-sahabat, khususnya Anggota Majelis Sehati Angkatan 6, wajib hadir pada kajian Wajib Utama yang Insya Allah diselenggarakan pada:

Hari/Tgl : Ahad, 25 November 2007
Pukul : 12.00 – 15.00 WIB
Tempat : Mesjid DT Jakarta, Jl. Cipaku I/43, dekat ps Santa, Jaksel.

Tema : Kesehatan Alat Reproduksi pada Usia Subur
Pemateri : dr. Ichwan (Alumni Haji / Tim Medis Daarut Tauhiid Jakarta)


Jamaah umum yang ingin hadir, silakan datang langsung.

Jazakumullah khoiron katsiiroo.
Wassalamu'alaikum, wr.wb.
Rico Atmaka – 08158018156 / 021-98603024 / 021-93150090
Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta
YM ID : daddy_zahirah @ Yahoo!Messenger
http://www.majelissehati.blogspot.com/
milis : http://groups.yahoo.com/group/ukhuwah_sehati

Kajian Majelis Sehati : Memahami Poligami dengan benar

Assalamu'alaikum, wr.wb.

Sahabat-sahabat, khususnya Anggota Majelis Sehati Angkatan 6,
wajib hadir pada kajian Wajib Utama yang Insya Allah diselenggarakan pada:

Hari/Tgl : Ahad, 4 November 2007
Pukul : 12.00 – 15.00 WIB
Tempat : Mesjid DT Jakarta, Jl. Cipaku I/43, dekat ps Santa, Jaksel.
Tema : Memahami Poligami dengan benar.
Pemateri : Ust. Ihsan Hakim

Jamaah umum yang ingin hadir, silakan datang langsung, dengan syarat :
- Membawa Al-Qur'an dan terjemahan serta alat tulis.
- Akhwat/Wanita, wajib mengenakan busana muslimah berjilbab, bukan sekedar kerudung.
- Ikhwan/Pria mengenakan busana berkerah/baju koko, bukan kaos/T-Shirt (kecuali Tim Majelis Sehati) dan tidak merokok.

Jazakumullah khoiron katsiiroo.
Wassalamu'alaikum, wr.wb.

Rico Atmaka – 08158018156 / 021-98603024 / 021-93150090
Koordinator Majelis Sehati DT Jakarta
YM ID : daddy_zahirah
www.majelissehati.blogspot.com
milis : ukhuwah_sehati@yahoogroups. com

Road Map to Halal Bi Halal DT 1428 H

Assalamu'alaikum wr. wb.

Salam Ukhuwah Silahturahmi !
Bulan keberkahan telah terlalui, Hari kemenangan telah terlewati
Semoga masih diberi kesempatan menemuinya kembali di tahun depan
Tali silahturahmi telah terajut, Kebersamaan telah terjalin
Dengan Halal bi halal semoga rajutan dan jalinan itu makin erat
Daarut Tauhiid akan mengadakan halal bi halal 1428 H !

Mau tau ramenya kayak apa ? Ya datang aja sendiri, ga usah bingung dan ragu
Kerinduan untuk saling bertemu, saling berkenalan dan bersilaturahmi sesamamember begitu membuncah. Halal bi halal ini, sungguh begitu dinantikan.

Bagi anda yang baru bergabung di milis SEHATI satu minggu, satu bulan atau duabulan, inilah saatnya anda untuk terlibat langsung, mengenal dan merasakansecara langsung seperti apa Majelis Sehati DT itu sesungguhnya.

Hari / Tanggal : Ahad, 28 Oktober 2007
Di : Mesjid DT II Jakarta, Jln.Suka Mulya Rt 001/09 Kampung Dukuh Desa, Serua Indah Ciputat, Tangerang-Banten.
Pukul : 09.00 – Selesai
(Bagi sahabat yang belum mengetahui lokasinya, ditunggu di DT Cipaku, hingga pukul 08.00, kita berangkat sama-sama, Insya Allah disediakankendaraan, karena itu wajib daftar)

Acara : - Silaturahim dan Tausyiah serta halal bi halal
Ayo, kita hadiri bersama-sama acara kita ini. Di samping menikmati acara yang disuguhkan oleh Daarut Tauhiid, kita akan saling berkenalan danbersilaturahmi.

JANGAN SAMPAI KETINGGALAN DAN RAGU !!!. Jangan cuma di milis SEHATI aja, itu baru luar'-nya aja, apalagi bagi member baru. Sebagai jaringan ilmu, mari bersilahturahmi secara offline di ajang Halal Bi Halal DT ini.
Rasakan kebersamaan, kehangatan dan keakrabannya !.

Mo lebih jelasnya lagi silahkan klik http://majelissehati.blogspot.com/

Jazakumullah khoiron katsiiroo.
Wassalamu'alaikum, wr.wb.

PENTING : REVISI ACARA SILATURAHIM SEHATI 2007

Assalamu'alaikum, wr. wb.

Sahabat-sahabat, Majelis Sehati Daarut Tauhiid Jakarta mengundang
seluruh anggota, baik yang aktif maupun non-aktif, baik yang sudah
ataupun yang belum menikah, termasuk para aktifis, untuk hadir pada
acara Silaturahim Sehati yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal : Ahad, 28 Oktober 2007
Di : Mesjid DT II Jakarta, di Ciputat.
Pukul : 09.00 s/d Selesai
(Bagi sahabat yang belum mengetahui lokasinya, ditunggu di DT Cipaku,
hingga pukul 08.00, kita berangkat sama-sama, Insya Allah disediakan
kendaraan, karena itu wajib daftar)
Acara : - Silaturahim dan Tausyiah serta halal bi halal

Demi kepentingan pendataan, dimohon dengan sangat kepada yang
berkesempatan hadir, untuk melakukan pendaftaran melalui :

a. Telepon / SMS (sebutkan nama lengkap, angkatannya dan status) dengan
Rico Atmaka 08158018156 / 021-98603024 atau Riri - 08159998064
b. E-mail ke : rico_atmaka@yahoo.com / rico@ramakofm.com cantumkan nama
lengkap, no HP, status (menikah/belum menikah) dan angkatannya.

Pendaftaran tidak dipungut biaya apapun alias gratis, namun wajib daftar terlebih dahulu.
Pendaftaran ditutup pada Ahad, 21 Oktober 2007 pukul 12.00 WIB.
Mohon disebarluaskan kepada alumni Majelis Sehati yang lain.

Jazakumullah khoiron katsiiroo.
Wassalamu'alaikum, wr. wb.

Rico Atmaka 08158018156 / 98603024
YM ID : daddy_zahirah
Koordinator Majelis Sehati
Daarut Tauhiid Jakarta

Wisata Ta'aruf Bandung Mei 2007

Sang Khadijah Itu...

Oleh Yon's Revolta

Adalah Khadijah, seorang pedagang yang sukses, seorang wanita yang hidup dan dibesarkan di lingkungan Suku Quraisy. Sebagai pedagang besar, Khadijah mempunyai beberapa orang pegawai yang menyertainya. Dari salah seorang pegawainya, dan cerita-cerita yang disampaikannya, Khadijah kemudian mengenal sosok Muhammad yang membantu perdagangan, khususnya ketika membawa dagangan ke negeri Syam. Khadijah lalu penasaran tentang sosok seorang yang jujur itu, siapakah dia…?

Juga keterangan mengenai hal aneh seperti awan tebal yang selalu menyelimuti Muhammad selama perjalanan dagang. Lebih-lebih lagi, keterangan seorang rahib bernama Buhairah yang membaca tanda kenabian pada diri Muhammad seperti yang dijanjikan dalam Taurat dan Injil. Singkatnya, rasa penasaran pelan-pelan berbuah simpati dan datanglah cinta. Mengalirlah bening cinta Khadijah kepada Muhammad setelah mengetahui kejujuran, amanah dan cahaya kebenaran melekat pada dirinya. Akhir bahagia, menikahlah keduanya. Khadijah (40) dan Muhammad (25). Inilah awal sebuah ikrar cinta sejati

Rupanya, perjalanan cinta selalu penuh liku…
Dalam sejarah, keduanya mendapat sorotan tajam masyarakat masa itu yang dikenal masih jahiliyah (bodoh), menyembah patung dan sebagainya. Mereka memusuhi keduanya. Muhammad gelisah melihat realitas yang terjadi pada masyarakatnya. Memang, masyarakat Makkah mengenal sosok Muhammad selaku orang yang gemar merenung dan berpikir. Tapi sayang, mereka tidak menyadari, kelakuan merekalah yang menyebabkan murungnya Muhammad.

Suatu kali dibulan Ramadhan…
Muhammad menuju Gua Hira, sebuah gua kecil yang terdapat di bukit cahaya (jabal nur) yang terletak di utara Makkah. Ia mencari ketenangan. Orang-orang Quraisy juga terbiasa melakukan itu, sesekali mengasingkan diri dari hiruk pikuk suasana Makkah dengan meninggalkan aktivitas pedagangan dan juga suasana hangat rumah tangga. Ketika mendapati suaminya dalam kecamuk gelisah mencari kebenaran sejati, Khadijah tampil utuh sebagai isteri teladan. Ia tahu dan mengerti dengan sepenuh hati, kepergian suaminya menyendiri untuk beribadah dan mencari hakikat kebenaran sejati.

Dengan ketulusan, kesetiaan dan kepatuhannya, Khadijah mendukung sepenuhnya suaminya. Ia tak terjebak sifat cengeng dan romantisme murahan seperti dilakukan mayoritas wanita Quraisy yang meminta tetap dipelukan daripada ditinggalkan. Di situlah kemudian risalah kenabian dideklarasikan. Dan, Khadijah adalah orang pertama yang mempercayainya, orang pertama yang memasuki gerbang Islam. Kata Ibnu Syihab r. A. “Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya sebelum shalat diwajibkan”.

Dalam perjalanan menyeru kebenaran membersamai suaminya, tak jarang, perlakuan kasar masyarakat dirasakannya. Begitu juga Muhammad sering merasakannya. Pada saat seperti itu, Khadijah tampil sebagai pribadi yang agung, memberikan motivasi kepada suaminya untuk tetap tegar. Dengan penuh cinta, kelembutan dan kasih sayangnya, selalu menampakkan keceriaan. Mengobati kegundahan Rasul atas perlakuan kaum Quraisy yang tak mengenakkan.

Kata-kata yang keluar dari bibir Khadijah adalah kelembutan, tutur kata yang halus. Pengobat hati, penyejuk jiwa. Seperti katanya “Wahai suamiku, risalah yang kau emban adalah kebenaran sejati, pastilah Allah ta’ala tidak akan melupakanmu dan akan memberikan arahan serta tuntunan bagi perjalananmu”. Kata-kata semacam itu yang membesarkan hati Muhhamad untuk terus berjuang menyerukan kebenaran. Bagi Muhammad sendiri, Khadijah adalah keteduhan, seorang wanita penyabar yang selalu penuh keceriaan. Tak hanya itu, sebagai pengusaha, Khadijah pun dikenal sebagai wanita yang menginfakkan sebagian besar hartanya demi kelancaran perjuangan. Ah, Khadijah memang gagah.

Hingga kemudian dalam sejarah perjuangan, terjadilah peristiwa pemboikotan yang dilakukan kaum Quraisy kepada kaum muslim. Mereka terisolasi, diembargo sehingga kesulitan komunikasi, transportasi dan juga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat pemboikotan itu, menyebabkan Khadijah sakit keras karena kelaparan dan kehausan. Hingga, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah meninggal dunia. Rasullulah sendiri yang mengurus jenazahnya. Ketika melepas kepergiannya, Rasulullah mengucap “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalab Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid”.

***
Itulah sebagian kecil pribadi dan sosok Khadijah. Memang, itu sejarah terkenangkan yang terjadi 14 abad lalu. Tapi, rasanya masih cukup relevan untuk dijadikan ibrah di zaman ini. Setidaknya, untuk memotret pribadi seorang wanita yang gagah, tegar, tak banyak mengeluh, penuh keceriaan di wajahnya, terlihat dari senyum ramahnya nan menyejukkan, siap berjuang dengan sepenuh jiwa, tapi juga menampilkan sisi lembut dan penuh romantisme. Adakah sosok seperti itu dijaman ini. Kalaupun ada, siapkah para lelaki baik dan sholeh menyambut Sang “Khadijah Senja” itu ketika ia datang menyapa, ketika ia datang dengan tiba-tiba…? Hanya, ketulusan cinta yang bisa menjawabnya.

Kota Senja, 29 September 2007.
http://penakayu. Blogspot. Com
TV OnLine
This text will be replaced

"Hot News" "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)" (QS. Ibrâhîm: 41-42)